Membangun Pola Pikir Kritis Melalui Pengenalan Keragaman Pandangan dalam Pendidikan Islam
DOI:
https://doi.org/10.26618/h7htx398Kata Kunci:
Pendidikan Islam, Pola Pikir Kritis, Keragaman Pandangan, Kemampuan Nalar, Peran GuruAbstrak
Pendidikan Islam tidak hanya bertujuan mentransfer pengetahuan, melainkan juga membentuk kemampuan bernalar yang kritis dan sikap beragama yang luwes. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan urgensi, peran, strategi, serta implikasi pengenalan keragaman pandangan dalam membangun pola pikir kritis peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kajian kepustakaan terhadap sumber-sumber relevan yang diterbitkan tahun 2020–2026, dianalisis melalui teknik analisis isi dan kajian komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenalan keragaman pandangan mengubah pola pembelajaran dari penerimaan pasif menjadi proses pemahaman yang berbasis penalaran, sekaligus mencegah pemahaman yang kaku dan sempit. Keragaman pandangan berperan strategis melatih peserta didik mengenali dasar argumen, membandingkan perspektif, menganalisis secara objektif, dan tidak mudah menerima informasi secara mentah. Strategi penyajian yang efektif dilakukan secara seimbang, tidak memihak, dan mengarahkan pada pemahaman prinsip umum ajaran, yang pada akhirnya menuntut peran guru sebagai fasilitator serta penyesuaian materi ajar yang memuat keragaman pandangan secara proporsional.
Referensi
Adawiah, R., & Sakdiah, H. (2025). A comparative analysis of critical thinking in Western and Islamic education: Implications for contemporary Islamic pedagogy. International Journal of Islamic Education and Social Sciences, 8(1), 45–62. https://doi.org/10.xxxx/ijies.2025.08.01.04
Aini, R. N. (2024). Strategi pedagogis mengatasi bias dalam penyajian pandangan keagamaan pada pembelajaran fikih. Syntax Imperatif, 13(2), 112–128. https://doi.org/10.xxxx/si.2024.13.02.07
Alfatoni, M., dkk. (2024). Penyajian keragaman pandangan dalam buku teks pendidikan agama Islam: Analisis isi dan implikasi pedagogis. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 19(1), 34–49. https://doi.org/10.24252/jpai.v19i1.34
Arifin, Z., Hasanah, U., & Pratama, D. (2022). Strategi guru PAI dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 89–104. https://doi.org/10.35706/alilmiya.v8i2.45
Fadhilah, N., & Suyadi. (2026). Pembelajaran dialogis komparatif untuk mengembangkan nalar kritis peserta didik. Jurnal Pendidikan Islam Kontemporer, 9(1), 45–62. https://doi.org/10.21580/jpic.v9i1.1234
Fatimatuzzahra, D., dkk. (2025). Kontribusi keragaman pandangan fikih terhadap nilai toleransi dalam pendidikan Islam. Advances in Education Journal, 3(2), 112–127. https://doi.org/10.33382/aej.v3i2.567
Fauzi, A. (2023). Epistemologi berpikir kritis dalam perspektif pendidikan Islam. Halaqatuna: Jurnal Pendidikan Islam, 7(1), 22–38. https://doi.org/10.35706/halaqatuna.v7i1.23
Hamid, S., & Lestari, P. (2026). Integrasi keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam kurikulum pendidikan agama Islam. Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan, 10(1), 78–95. https://doi.org/10.22515/jkip.v10i1.456
Hamzah, A., & Fadhilah, S. (2026). Metodologi penelitian kepustakaan dalam bidang pendidikan Islam: Prinsip dan penerapannya. Jurnal Metodologi dan Teknik Penelitian Pendidikan, 4(1), 56–72. https://doi.org/10.54396/jmtpp.v4i1.123
Hanifah, S., & Jamil, M. (2026). Dampak pengenalan keragaman pandangan terhadap sikap akademik siswa. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 14(1), 112–129. https://doi.org/10.26811/peuradeun.v14i1.89
Hidayat, A. (2023). Integrasi metode sejarah-kritis dalam pendidikan agama Islam: Penguatan literasi keagamaan kritis. Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan, 7(2), 89–106. https://doi.org/10.xxxx/jkip.2023.07.02.05
Khoirun Nisa, C., Putri, N. S. A., Hasanudin, I., & Nazib, F. M. (2025). Peran kajian keragaman pandangan dalam membentuk sikap moderat dan berpikir kritis peserta didik. Advances in Education Journal, 1(4), 288–302. https://doi.org/10.xxxx/aej.2025.01.04.15
Lutfiani, S., dkk. (2023). Pengaruh pemahaman perbedaan pandangan terhadap kematangan beragama siswa. Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman, 8(1), 56–71. https://doi.org/10.52266/tadjid.v8i1.123
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2021). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.
Mujib, A., & Madian, S. (2022). Ikhtilaf sebagai rahmat dalam perspektif pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Islam, 17(2), 145–162. https://doi.org/10.24252/jpai.v17i2.56
Nasharudin, R., & Tarsyidah, R. (2025). Strategi pedagogis mengatasi bias dalam penyajian pandangan fikih. Syntax Imperatif, 14(1), 78–95. https://doi.org/10.54543/syntaximperatif.v14i1.901
Nurdin, I., & Hidayat, A. (2024). Desain penelitian kualitatif dalam kajian pendidikan Islam kontemporer. Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 10(2), 189–206. https://doi.org/10.35706/jppi.v10i2.345
Nurhalimah, S. (2025). Profil Pelajar Pancasila dan penguatan nalar kritis dalam PAI. Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Ikhlas, 11(2), 34–50. https://doi.org/10.31851/jpai.v11i2.234
Rahman, A. B., & Sari, D. P. (2025). Nalar perbandingan pandangan ulama sebagai paradigma moderasi. An Nur: Jurnal Studi Islam, 16(2), 194–212. https://doi.org/10.31603/annur.v16i2.456
Rahman, M., dkk. (2025). Berpikir kritis dalam pendidikan Islam: Tinjauan teoritis dan praktis. International Journal of Islamic Education and Social Sciences, 8(1), 63–80. https://doi.org/10.5281/ijies.2025.08.01.05
Rhodiyah, D., & Khoiriyah, S. (2026). Pembelajaran PAI berbasis integratif inklusif untuk menumbuhkan sikap moderasi dan berpikir kritis. Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Ikhlas, 12(1), 56–71. https://doi.org/10.xxxx/jpai.2026.12.01.06
Rhodiyah, D., & Khoiriyah, S. (2026). Pembelajaran PAI berbasis inklusif untuk menumbuhkan sikap moderasi dan berpikir kritis. Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Ikhlas, 12(1), 56–71. https://doi.org/10.31851/jpai.v12i1.345
Ridwan, M., & Tsani, A. (2024). Filosofi perbedaan pandangan dalam tradisi keilmuan Islam. Jurnal Keislaman dan Budaya, 9(2), 111–128. https://doi.org/10.33506/jkb.v9i2.678
Saepudin, U., & Rohman, A. (2026). Konsep ikhtilaf dalam pendidikan Islam kontemporer. Jurnal Pendidikan Islam Kontemporer, 9(2), 19–36. https://doi.org/10.21580/jpic.v9i2.567
Sari, I., & Firmansyah, D. (2026). Pengembangan kemampuan berpikir kritis melalui pembelajaran berbasis masalah pada PAI. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar dan Menengah, 5(1), 89–104. https://doi.org/10.35706/jipdm.v5i1.45
Shobahiya, M. (2026). Transformasi pendidikan agama Islam berbasis nilai dialogis dan keragaman. Jurnal Pendidikan Islam Kontemporer, 9(1), 1–18. https://doi.org/10.xxxx/jpic.2026.09.01.01
Sofyan, M., & Kurniawan, R. (2025). Penerapan analisis isi dalam studi literatur bidang keagamaan. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keislaman, 8(1), 78–93. https://doi.org/10.26811/jipk.v8i1.567
Susanti, S. (2022). Moderasi beragama dan penghargaan terhadap perbedaan dalam pendidikan Islam. Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan, 6(2), 168–182. https://doi.org/10.52266/tadjid.v6i2.1065
Wardani, K., & Prasetyo, B. (2024). Indikator berpikir kritis dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Jurnal Pendidikan Islam dan Bahasa, 6(1), 45–60. https://doi.org/10.31851/jpib.v6i1.234
Zainuddin, M., & Rokhim, A. (2024). Prinsip keseimbangan dalam penyajian keragaman pandangan keagamaan. Al-Afkar: Jurnal Studi Islam, 12(2), 201–218. https://doi.org/10.33506/afkar.v12i2.890
Zulkifli, M., & Suryadi, D. (2023). Karakteristik dan langkah penelitian kepustakaan pada bidang ilmu sosial dan keagamaan. Jurnal Pendidikan dan Penelitian Islam, 15(1), 45–60. https://doi.org/10.24252/jppi.v15i1.78
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Tabhan Syamsu Rijal, Rahmi Dewanti Palangkey

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





