Sociocultural Approach Dalam Pembinaan Keluarga Muslim Komunitas Pemulung
DOI: https://doi.org/10.26618/jtw.v3i01.1380
Abstrak
Abstrak
Jenis penelitian ini adalah penelitian survey (lapangan) dengan pendekatan kualitatif dengan mengeksploitasi data dilapangan dengan metode analisis deskriptif yang bertujuan memberikan gambaran tentang bagaimana ‘Model Pendekatan Sosiokultural dalam Pembinaan Keluarga pada Komunitas Pemulung TPAS Tamangapa di Kota Makassar. Dalam konteks pembinaan keluarga, khususnya pada komunitas tertentu, model pendekatan sosiokultural sangat penting. Karena setiap kelompok masyarakat memiliki budaya sebagai karya mereka sekaligus sebagai pengikat kebutuhan mereka. Pendekatan sosiokultural dalam pembinaan keluarga Islam, misalnya, lebih bersifat akomodatif terhadap nilai budaya tertentu secara inovatif dan kreatif tanpa menghilangkan aspek substansial keagamaan. Model pendekatan sosiokultural sangat tepat digunakan pada Komunitas Pemulung atau dalam bahasa Makasssar disebut Payabo yang bermukim dan melakukan aktifitas mereka di Tempat Pembuangan Akhir Sampah, Antang, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala Kota Makassar. Dimana kehidupan seseorang dimulai di dalam lingkungan keluarga. Ia bertumbuh, jadi besar dan dididik di dalam sebuah lingkungan keluarga. Orang tua mengajar anak-anaknya bagaimana mereka harus bertindak. Karena itu, pembangunan keluarga seyogyanya selalu diarahkan pada terwujudnya kehidupan keluarga sebagai wahana persemaian nilai-nilai agama dan nilai-nilai luhur budaya bangsa.
Kata Kunci; Sociocultural Approach, Komunitas dan Pemulung
Abstract
The type of this research is survey research (field) with qualitative approach by exploiting data field with descriptive analysis method which aims to give description about how 'Sosiokultural Approach Model in Family Development at TPAS Tamangapa Scavengers Community in Makassar City. In the context of family coaching, especially in particular communities, the sociocultural approach model is very important. Because every community group has culture as their work as well as binding their needs. The sociocultural approach in the fostering of Islamic families, for example, is more accommodative to certain cultural values in an innovative and creative manner without removing the substantial religious aspect. Sociocultural approach model is very appropriate to be used in Community Pemulung or in Makasssar language called Payabo who live and do their activities in the Final Disposal Place Garbage, Antang, Village Tamangapa, District Manggala Makassar City. Where a person's life begins in the family environment. It grows, gets big and is educated in a family environment. Parents teach their children how they should act. Therefore, family development should always be directed to the realization of family life as a vehicle for nursery religious values and noble values of the nation's culture.
Keywords; Sociocultural Approach, Community and Scavengers
Referensi
DAFTAR PUSTAKA
Alqur’an Al-Karim
Adi, Isbandi Rukminto. Kesejahteraan Sosial (Pekerjaan Sosial, Pembangunan Sosial dan Kajian Pembangunan). Jakarta: Rajawali Pers, 2013.
Departemen Agama RI, al-Qur’an dan Terjemahannya, Yayasan Penyelenggara Penerjemahan/Penafsiran al-Quran, Surabaya: Surya Cipta Aksara, 1993.
Djaelani, HM Solikodin. Peran Pendidikan Agama Islam dalam Keluarga dan Masyarakat, dalam Jurnal Ilmiah WIDYA, Vol 1 No. 2 Juli-Agustus 2013.
Husni. Optimalisasi Peran Keluarga dalam Pendidikan Karakter Bangsa, dalam Jurnal ULUL ALBAB, STAIN Palopo, Vol. 14 No. 1, Januari 2012.
Koentjaraningrat, Pengantar Ilmu Antropologi, Jakarta : Aksara Baru, 1986.
Miharso, Mantep. Pendidikan Keluarga Qur’ani. Yogyakarta: Safiria Insania Press, 2004.
Mu’thi, H Abdul. Tanfidz Keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-47, PP. Muhammadiyah, Gramasurya, Yogyakarta, 2015.
Romlah, Siti. Karakteristik Keluarga Sakinah dalam Perspektif Islam dan Pendidikan Umum, dalam Jurnal MIMBAR PENDIDIKAN, No. 1/XXV/2006.
Soekanto, Soerjono. Sosiologi Suatu Pengantar, Cet. I, Jakarta: Rajawali Press, 1990.
Simmau, Syamsuddin, Perubahan Sosial pada Komunitas Pemulung di TPAS Tamangapa Kota Makassar, dalam Jurnal Socius Vol. XIV, Unhas Press, edisi Oktober-Desember 2013.
Sukriyanto, Dakwah Kultural : Kasus Penyebaran Islam Di Jawa, Fakultas Dakwah IAIN Sunan Kalijaga : Jurnal Dakwah No. 4 Th III Januari-Juni 2002.
Soelaeman, Munandar. Ilmu Sosial Dasar: Teori dan Konsep Ilmu Sosial. Bandung: PT. Refika Aditama, 2011.
Tudge, J., & Scrimsher, S. Lev S. Vygotsky on education: A cultural-historical, interpersonal, and individual approach to development. In B. J. Zimmerman & D. H. Schunk (Eds.), Educational psychology: A century of contributions, 2003.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
In the event that an article is accepted by the Editorial Team of TARBAWI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, registered under ISSN 2527-4082 (Print) and ISSN 2622-920X (Online), and a decision is made to publish the article, the copyright of the article remains with the author(s).
The Islamic Religious Education Study Program, Faculty of Islamic Studies, Universitas Muhammadiyah Makassar, as the publisher of TARBAWI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, holds the publication rights for all articles published in this journal.
The Islamic Religious Education Study Program, Faculty of Islamic Studies, Universitas Muhammadiyah Makassar, as the publisher of TARBAWI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, registered under ISSN 2527-4082 (Print) and ISSN 2622-920X (Online), has the right to reproduce and distribute the articles, and the author(s) are not permitted to publish the same article elsewhere once it has been published in this journal.
The Statement of Originality and Copyright Form can be downloaded
: here
After completing the statement form, please send it via email to: jurnaltarbawipai@gmail.com










