Rekonstruksi Manajemen Pendidikan Islam Perspektif Ahmad Tsalby dalam Menghadapi Krisis Otoritas Digital

DOI: https://doi.org/10.26618/j16x9a61

Authors

  • Putri Maya Sari pascasarjana universitas islam negeri kiai ageng muhammad besari ponorogo
  • Kharisul Wathoni
  • Sukma Eka Saputra

Abstract

Perkembangan media digital telah mengubah struktur otoritas keagamaan dalam pendidikan Islam dari sistem berbasis sanad dan relasi pedagogis menuju otoritas yang ditentukan oleh algoritma, popularitas, dan engagement media sosial. Kondisi ini melahirkan krisis otoritas digital yang berdampak pada fragmentasi pengetahuan agama, melemahnya validasi epistemik, serta menurunnya peran institusi pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi manajemen pendidikan Islam perspektif Ahmad Tsalby dalam menghadapi krisis otoritas digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode qualitative content analysis terhadap karya Ahmad Tsalby al-Tarbiyah al-Islamiyyah Nuzumuha wa Falsafatuha wa Tarikhuha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam klasik dalam perspektif Tsalby dibangun melalui tata kelola otoritas ilmu yang mencakup relasi talaqqi antara guru dan murid, sistem ijazah ilmiah, penguatan institusi pendidikan, pembiayaan berbasis wakaf, dan pembentukan kultur akademik yang terintegrasi dengan kehidupan sosial umat. Penelitian ini menegaskan bahwa rekonstruksi pendidikan Islam di era digital tidak cukup melalui adaptasi teknologi, tetapi memerlukan penguatan kembali manajemen epistemik pendidikan Islam agar tetap mampu menjaga validitas ilmu, integritas pedagogis, dan otoritas keagamaan di tengah disrupsi algoritmik kontemporer.

Downloads

Published

2026-06-30