MARGINALISASI PEREMPUAN DALAM CERPEN-CERPEN INDRA TRANGGONO: KAJIAN KRITIK SASTRA FEMINISME

DOI: https://doi.org/10.26618/b1bvtk21

Penulis

  • Muhammad Fhaisal Jamiisyairozi Universitas Negeri Yogyakarta
  • Else Liliani Universitas Negeri Yogyakarta

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: (1) bentuk-bentuk marginalisasi perempuan, (2) faktor-faktor penyebab marginalisasi perempuan, dan (3) bentuk perlawanan terhadap marginalisasi perempuan dalam cerpen-cerpen karya Indra Tranggono. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kritik sastra feminisme. Sumber data penelitian yang digunakan yakni cerpen Perempuan Hujan, Liang, Di atas Tanah Retak, Perempuan Bulan Perak, dan Sonya Rury. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah human instrumen berupa teknik baca dan catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini melalui tiga tahap yaitu, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Bentuk-bentuk marginalisasi perempuan yaitu kontrol atas daya produktif, kontrol atas reproduksi dan seksualitas, kontrol gerak perempuan, kontrol atas hak berpendapat, kontrol atas kepemilikan harta atau sumber daya ekonomi, dan kontrol atas gangguan keadaan sosial. Bentuk marginalisasi perempuan yang dominan muncul yaitu kontrol atas reproduksi dan seksualitas. Temuan ini mengarisbawahi bahwa akar penindasan perempuan dalam sistem patriarki adalah kontrol terhadap tubuh, reproduksi, dan seksualitas perempuan yang diposisikan sebagai objek keturunan dan pemuas nafsu laki-laki. (2) Faktor penyebab marginalisasi yang dialami oleh tokoh perempuan yang diwujudkan berdasarkan empat bagian yaitu keluarga, masyarakat, negara, ekonomi, dan ideologi. Penyebab marginalisasi perempuan yang dominan muncul yaitu faktor negara yang Abuse power dan Paternalistik. Tindakan represif negara merupakan bentuk dari sistem patriarki dan paternalistik yang bertujuan menekan, membatasi, atau menghambat kebebasan perempuan. (3) Respon terhadap marginalisasi perempuan berupa upaya perlawanan dan upaya bertahan. Respon terhadap marginalisasi yang dominan ditemukan adalah upaya melawan marginalisasi yang dialami oleh tokoh perempuan dalam kehidupannya (vigilantisme, perlawanan kultural, dan simbolis).

Diterbitkan

2026-06-29

Terbitan

Bagian

Artikel