UNCOVERING POWER IN USTADZ JAELANI’S DISCOURSE IN THE FILM QORIN: A CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS

DOI: https://doi.org/10.26618/kbshk860

Penulis

  • Nuning Indahwiya Universitas Muhammadiyah Jember
  • Hasan Suaedi Universitas Muhammadiyah Jember
  • Agus Milu Susetyo Universitas Muhammadiyah Jember

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk dan fungsi wacana kekuasaan dalam tuturan Ustadz Jaelani pada film Qorin dengan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis Fairclough. Analisis difokuskan pada dua dimensi, yaitu dimensi teks dan dimensi praktik wacana. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui pengamatan dan pencatatan tuturan dalam film. Pada dimensi teks, hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan Ustadz Jaelani ditandai oleh penggunaan bahasa yang tegas, mengikat, dan cenderung satu arah, sehingga mencerminkan dominasi sebagai figur otoritas di lingkungan pesantren. Pilihan kata, struktur kalimat, serta gaya penyampaian memperkuat posisi kuasa yang dimiliki tokoh tersebut. Sementara itu, pada dimensi praktik wacana, bahasa yang digunakan berfungsi untuk mempertahankan struktur sosial yang hierarkis, mengarahkan perilaku santri, serta membangun kepatuhan melalui legitimasi peran ustadz sebagai pemegang otoritas. Temuan ini menunjukkan bahwa kekuasaan dalam film Qorin tidak hanya direpresentasikan melalui tindakan, tetapi juga melalui bahasa yang digunakan dalam interaksi sehari-hari. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa bahasa memiliki peran penting dalam membentuk hubungan sosial, mengontrol perilaku, serta memperkuat posisi kekuasaan dalam lingkungan pesantren.

Diterbitkan

2026-06-29

Terbitan

Bagian

Artikel