MAKNA SIMBOLIK MANTRA ADAT DOLOB: KAJIAN ANTROPOLOGI SASTRA PADA MASYARAKAT DAYAK TENGGALAN

DOI: https://doi.org/10.26618/hz6efd02

Penulis

  • Ria Farawita Universitas Mulawarman
  • Widyatmike Gede Mulawarman Universitas Mulawarman
  • Bibit Suhatmady Universitas Mulawarman
  • Syaiful Arifin Universitas Mulawarman
  • Masrur Yahya Universitas Mulawarman
  • Alfian Rokhmansyah Universitas Mulawarman

Abstrak

Abstrak

Mantra adat Dolob merupakan bagian dari sastra lisan sakral masyarakat Dayak Tenggalan yang berfungsi sebagai medium spiritual sekaligus instrumen hukum adat dalam penyelesaian konflik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna simbolik mantra Dolob dalam perspektif antropologi sastra, serta mengungkap nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode etnografis, meliputi wawancara mendalam dengan tokoh adat, observasi partisipatif, serta dokumentasi dan transkripsi teks mantra. Analisis data dilakukan melalui teknik tematik dan penafsiran hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mantra Dolob mengandung simbol-simbol kosmologis yang merepresentasikan hubungan manusia dengan leluhur, alam, dan kekuatan transenden. Makna simbolik tersebut merefleksikan nilai religius, moral, keadilan, keseimbangan sosial, serta ketaatan terhadap hukum adat. Mantra tidak hanya berfungsi sebagai sarana ritual, tetapi juga sebagai media pewarisan nilai, pembentukan identitas budaya, dan pendidikan karakter masyarakat Dayak Tenggalan. Dengan demikian, mantra Dolob dapat dipahami sebagai teks budaya yang menyatukan dimensi sastra, religi, hukum, dan pendidikan dalam satu sistem makna yang utuh.

Kata kunci: mantra adat, Dolob, makna simbolik, antropologi sastra, kearifan lokal.

Diterbitkan

2026-06-29

Terbitan

Bagian

Artikel