REPRESENTASI RITUAL TRADISI DALAM CERITA PENDEK PESTA ADAT BAGI PUTRI KARANG MELENU

DOI: https://doi.org/10.26618/z5aszs35

Penulis

  • Meigitha Wijaya Putri Universitas Mulawarman
  • Dr. Nina Queena Hadi Putri, S. Pd., M. Pd.
  • Alfian Rokhmansyah Universitas Mulawarman
  • Nia Novita Putri Universitas Mulawarman

Abstrak

Abstrak

Sastra tidak hanya berfungsi sebagai sarana ekspresi estetis, tetapi juga sebagai medium representasi budaya yang merekam nilai, tradisi, dan sistem kepercayaan masyarakat. Cerita pendek, sebagai bentuk sastra pendek, memiliki kemampuan memadatkan realitas budaya ke dalam struktur naratif yang simbolik dan bermakna. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi makna budaya dan tradisi dalam cerita pendek “Pesta Adat bagi Putri Karang Melenu” dengan menggunakan pendekatan antropologi sastra. Fokus kajian diarahkan pada representasi ritual adat, simbolisme budaya, dan interaksi sosial sebagai cerminan identitas kolektif serta sistem nilai masyarakat adat yang digambarkan dalam teks. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis isi terhadap teks cerita pendek sebagai sumber data utama. Data dianalisis melalui proses pengkodean, pengelompokan tema, dan penafsiran makna simbolik yang berkaitan dengan unsur ritual, simbol mitologis, serta pola interaksi sosial. Analisis dilakukan dengan mengaitkan temuan tekstual dengan teori antropologi sastra dan kajian budaya yang relevan guna memperoleh pemahaman kontekstual terhadap makna budaya yang terkandung dalam cerita pendek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual adat, berfungsi sebagai simbol legitimasi sosial, transisi budaya, dan pengakuan individu dalam struktur masyarakat adat. Simbolisme budaya melalui figur mitologis dan binatang ajaib merepresentasikan sistem kepercayaan masyarakat yang memandang alam dan makhluk non-manusia sebagai bagian integral dari kosmologi budaya. Selain itu, interaksi sosial antar tokoh mencerminkan nilai budaya komunal, seperti kepatuhan terhadap norma adat, solidaritas sosial, dan penghormatan terhadap kepentingan kolektif. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa cerita pendek “Pesta Adat bagi Putri Karang Melenu” berperan sebagai media representasi budaya sekaligus sarana pelestarian tradisi melalui struktur naratif sastra.

Kata Kunci: Antropologi Sastra, Cerita Pendek, Representasi Budaya, Tradisi, Masyarakat Adat

 

Abstract

Abstract Literature serves as both aesthetic expression and a medium for cultural representation, recording the values and belief systems of a society. This study analyzes the representation of cultural meanings and traditions in the short story "The Traditional Feast for Princess Karang Melenu" using a literary anthropology approach. The research focuses on traditional rituals, cultural symbolism, and social interactions as reflections of the collective identity and value systems of indigenous communities. Using content analysis as the research method, data were processed through coding, thematic grouping, and the interpretation of symbolic meanings. These textual findings were then linked with literary anthropology and cultural studies theories to gain a contextual understanding of the narrative. The results demonstrate that traditional rituals function as symbols of social legitimacy, cultural transition, and individual recognition within indigenous social structures. Furthermore, cultural symbolism involving mythological figures and magical animals represents a belief system that integrates nature and non-human creatures into a cultural cosmology. Social interactions between characters further reflect communal values, including adherence to customary norms, social solidarity, and respect for collective interests. In conclusion, the study confirms that "The Traditional Feast for Princess Karang Melenu" acts as a vital medium for cultural representation. Through its narrative structure, the short story effectively preserves tradition and documents the socio-cultural identity of the community it depicts.

Keywords: Literary Antropology, Short Story, Cultural Representation, Tradition, Indigemous Community

 

Diterbitkan

2026-06-29

Terbitan

Bagian

Artikel