NARASI MEDIA DAN REPRESENTASI GENDER DALAM PEMBERITAAN INARA RUSLI DI MEDIA ONLINE INDONESIA DENGAN PENDEKATAN SARA MILLS

DOI: https://doi.org/10.26618/5nayw987

Penulis

  • Mohammad Fikriandi Ramdhansyah Institut Pendidikan Indonesia
  • Agus Hamdani Institut Pendidikan Indonesia
  • Didin Sahidin Institut Pendidikan Indonesia

Abstrak

Pemberitaan mengenai nikah siri Inara Rusli di media online Indonesia memunculkan perdebatan publik yang tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum dan moral, tetapi juga menyentuh persoalan representasi gender dalam narasi media. Media berperan aktif membentuk pemaknaan terhadap perempuan melalui cara peristiwa dikonstruksikan, pihak yang diberi ruang bicara, serta sudut pandang yang diutamakan. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana media online Indonesia merepresentasikan Inara Rusli dalam pemberitaan nikah siri serta bagaimana relasi kuasa gender dibangun melalui teks berita. Pendekatan yang digunakan adalah analisis wacana kritis Sara Mills dengan metode kualitatif deskriptif. Data penelitian berupa teks berita dari CNN Indonesia, Kapanlagi.com, Inilah.com, dan Suaramerdeka.com yang terbit pada Januari 2026 dan membahas klaim nikah siri Inara Rusli dan Insanul Fahmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media secara dominan memosisikan perempuan sebagai objek wacana yang harus membuktikan klaim dan mempertanggungjawabkan relasi personalnya di ruang publik. Sementara itu, laki-laki dan kuasa hukum lebih sering ditempatkan sebagai subjek yang memiliki otoritas naratif dan legitimasi hukum. Pola penceritaan tersebut memperlihatkan kecenderungan media dalam mereproduksi nilai patriarkal melalui penekanan pada aspek pembuktian, moralitas, dan legalitas yang diarahkan kepada perempuan. Analisis juga menemukan bahwa sudut pandang pembaca diarahkan untuk meragukan narasi perempuan, sementara suara perempuan sering kali dimediasi atau dipinggirkan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pemberitaan nikah siri Inara Rusli di media online Indonesia masih menunjukkan ketimpangan representasi gender dan belum sepenuhnya menerapkan prinsip jurnalisme yang sensitif gender.

Kata Kunci: representasi gender, analisis wacana kritis, Sara Mills, media online

Diterbitkan

2026-06-29

Terbitan

Bagian

Artikel