Makna Simbolik dalam Posambua Pesta Adat Ma’ata’a, Suku Buton, Kecamatan Sorawolio, Sulawesi Tenggara

DOI: https://doi.org/10.26618/2svgag40

Penulis

  • Nur Safaria Universitas Mulawarman
  • Nina Queena Hadi Putri Universitas Mulawarman

Abstrak

Tradisi Posambua adalah puncak dari rangkaian Pesta Adat Ma’ata’a yang dilakukan oleh Suku Buton di Kecamatan Sorawolio, Sulawesi Tenggara. Tradisi ini telah diwariskan turun-temurun sejak zaman Kesultanan Buton dan bertujuan untuk memohon keselamatan, kesejahteraan, serta keberkahan bagi masyarakat melalui ritual yang kaya akan nilai religius dan sosial. Penelitian ini ingin mengungkap makna simbolik di balik setiap prosesi Posambua. Metode yang dipakai adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik etnografi, yang dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan pencatatan sistematis. Data penelitian mencakup doa dan mantra serta rangkaian acara Ma’ata’a sampai ke inti acara Posambua, yang menunjukkan makna simbolik bagi masyarakat Suku Buton. Sumber data diambil dari pelaksanaan upacara adat suku Buton di Kecamatan Sorawolio, Sulawesi Tenggara. Dalam penelitian ini, analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang bersifat interaktif, mencakup reduksi data, penyajian data, dan tahap penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa setiap rangkaian acara Ma’ata’a mengandung makna simbolik berupa doa atau mantra, terutama pada inti upacara Posambua. Simbol-simbol dalam prosesi Ma’ata’a, seperti Pogau-gaua, Tooa, Pisampea, Bhongkaano Bhaghata, dan Bululiano Galampa melambangkan penghormatan kepada leluhur, permohonan perlindungan, dan harmoni antara manusia, alam, serta Sang Pencipta. Tradisi ini juga berfungsi mempererat hubungan antarwarga dan memperkuat nilai kebersamaan masyarakat Suku Buton.

Kata Kunci: Posambua, Ma’ata’a, makna simbolik, tradisi Buton, Sorawolio.

Diterbitkan

2026-03-16

Terbitan

Bagian

Artikel