Perencanaan Pusat Kebudayaan Sulawesi Selatan Dengan Konsep Post Modern

Syam syam, Muhammad Syarif, Nurhikmah Paddiyatu, Citra Amalia Amal, Siti Fuadillah A. Amin, A. Annisa Amalia

Abstract


Pusat Kebudayaan merupakan tempat atau wadah untuk mengenalkan, membina, dan mengembangkan potensi budaya masyarakat. Sulawesi Selatan berbagai macam kebudayaan tradisional, yang ber anekaragam sehingga dibutuhkan sebuah sarana untuk memfasilitasi kebudayaan tersebut. Sarana ini dibuat agar dapat melestarikan budaya khas Sulawesi Selatan dan diharapkan menjadi ikon di sulawesi selatan. Pusat Kebudayaan ini terletak pada Jl.Dg. Tata Kelurahan Benteng Somba Opu, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan yang merupakan kawasan wisatawan, sehingga para wisatawan dapat mengetahui kebudayaan- kebudayaan yang ada di Sulawesi Selatan dengan satu kali kunjungan dan menjadi bagian dari tempat Parawisata di benteng Somba Opu. Konsep Pendekatan pada pusat kebudayaan ini yaitu konsep Post modern yang mengarah atau menuju ke bentuk masa depan agar bangunan tidak termakan oleh Jaman, untuk menerapkan konsep tersebut pada bangunan yang mencerminkan kekhasan Sulawesi Selatan dengan mempertahankan nilai-nilai lokal maka bentuk bangunan akan di bentuk seperti kipas dan topi patonro, selain dari bentuk bangunan akan di terapkan juga pada material fasad yang ber ornamen tradiosonal.


Full Text:

342-357 PDF

References


Ajie, T. U. M., Daryanto, T. J., & Nirawati, M. A. (2019). PENGOLAHAN TAMPILAN SASANA TEMU BUDAYA JAWA- JEPANG DI SURAKARTA DENGAN PENDEKATAN POST-MODERN. Senthong, 2(1).

Fadlullah, L. (2019). Perancangan Informasi Objek Wisata Budaya Fort Rotterdam Melalui Video Profil (Doctoral dissertation, Universitas Komputer Indonesia).

Haekal, M. F. (2020). Penerapan Arsitektur Neo-Vernakular Pada Perancangan Museum Of Art Jawa Barat. Repository Tugas Akhir Prodi Arsitektur Itenas, (14).

Muhaeminah, M. (2009). NASKAH ARAB DAN LONTARA DI SULAWESI SELATAN, BARAT, DAN TENGGARA. Naditira Widya, 3(2), 220-243.

Nurkhafifah, N., Syarif, M., Rasmawarni, R., Paddiyatu, N., Dollah, A. S., & Amal, C. A. (2022). Perancangan Makassar Art Center dengan Konsep Arsitektur Metafora. Journal of Muhammadiyah’s Application Technology, 1(1).

Rashid, M., & Ara, D. R. (2015). Modernity in tradition: Reflections on building design and technology in the Asian vernacular. Frontiers of Architectural Research, 4(1), 46-55.

Rochayati, S. (2010). Jatuhnya benteng Ujung Pandang, Makassar pada Belanda (VOC).

Sachari, A. (2007). Budaya Visual Indonesia: membaca makna perkembangan gaya visual karya desain di Indonesia abad ke-20.

Erlangga.

Santoso, E., Utoyo, S., & Naibaho, A. (2015). OPTIMALISASI BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN PERANCAH MENGGUNAKAN SCAFFOLDING PADA BANGUNAN BERTINGKAT DENGAN SISTEM

ZONING. Prokons: Jurnal Teknik Sipil, 9(2), 77-79.

SUBRATA, G. (2019). PENGARUH RISIKO INTERNAL DAN RISIKO EKSTERNAL SERTA MITIGASI RISIKO KULTURAL TERHADAP KESUKSESAN DAN EFISIENSI PROYEK PERTAMBANGAN DI SULAWESI SELATAN (Doctoral

dissertation, Universitas Hasanuddin).

Surya, S. (2018). Postmodern Economics. Penerbit Koekoesan.

Suryawijaya, B. B., & Dewanto, Y. (2022). PERENCANAAN UTILITAS PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) DI SLAWI, JAWA TENGAH. JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI, 11(2).

Wahid, A. (2018). Dakwah dalam Pendekatan Nilai-Nilai Kearifan Lokal (Tinjauan dalam Perspektif Internalisasi Islam dan Budaya). Jurnal Dakwah Tabligh, 19(1), 1-19

Wicaksono, F., Wardianto, G., & Mandaka, M. (2020). Pola sirkulasi Pasar Tradisional Modern. Journal of Architecture, 6(2). Wiranata, I. G. A., & SH, M. (2011). Antropologi budaya. Citra Aditya Bakti.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Flag Counter

 View My Stats