Peracangan Galeri Seni Mural di Kota Makassar Dengan Pendekatan Arsitektur Organik

Wahyudi Rahmat Gazali, Siti Fuadillah A. Amin, Nurhikmah Paddiyatu, Aris Sakkar Dollah, Ashari Abdullah, Khilda Wildana Nur

Abstract


Di Kota Makassar kata mural masih terdengar asing bagi sebagian besar penduduk local dan mendapatkan izin untuk melukis mural di dinding itu sulit, harus mendapat izin dari pemilik tanah atau tembok pengelola. Tidak jarang seniman mural ini biasa disebut vandalisme oleh masyarakat. Para pencipta mural membutuhkan ruang yang dapat menampung berbagai karya seni agar dapat di apresiasi oleh public. Pendekatan   konseptual yang digunakan adalah pendekatan arsitektur organik yang dapat di gambarkan sebagai hasil dari emosi yang hidup, seperti integritas, kebebasan, persaudaraan, harmoni, keindahan kegembiraan dan hubungan antara lingkungan manusia dan alam. Objek rancangan yang ditawarkan yaitu Galeri Seni Mural sebagai wadah perkembanagan kreatifitas seniman mural yang dapat memfasilitasi berbagai macam prasarana penunjang seperti pameran seni, workshop, pertunjukan maupun pelatihan serta dapat memperkenalkan seni mural kepada masyarakat.


 

Full Text:

on progress

References


Akromusyuhada, Akhmad., 2018. “Seni Dalam Perpektif Al Quran Dan Hadist.” Jurnal Tahdzibi: Manajemen Pendidikan Islam 3(1):1–6. doi: 10.24853/tahdzibi.3.1.1-6.

Ferla Rossanti., 2020. “Perancangan Pusat Kebugaran Dadaha Bagi Pengguna Olahraga Di Tasikmalaya Dengan Pendekatan Arsitektur Organik.”

Isrina Indah., Wahyu Hidayat., Yohannes Firzal., 2016. “Galeri Seni Rupa Di Pekanbaru Dengan Pendekatan Arsitektur Organik.” 3 No 2:1–7.

Muhammad nasrullah., 2019. “KONSEP SENI RUPA DALAM ALQURAN.”

Muhammad Riski, I., (2020). Eksistensi Mural Sebagai Aktivasi Ruang Publik Di Lingkungan Kota Padang. Serupa The Journal Of Art Education, 9(2).

Neufert, E. (1973). Data Arsitek, Edisi 2, Jilid 2, Jakarta: Erlangga

Neufer, E. (1996). Data Arsitek (I. P.W. Indarto (ed.); Jilid 1). Erlangga.

Neufert, E. (2002). Data Arsitek Jilid II Edisi 33. Jakarta: PT. Erlangga.

Ostwald, M. J., & Vaughan, J. (2016). The Fractal Dimension of Architecture. In The Fractal Dimension of Architecture. https://doi.org/10.1007/978-3-319-32426-5

Shaufitri, Sunia., (2021). Perancangan Fasilitas Edukasi Seni Mural Di Surabaya. Undergraduate Thesis, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.

Song Prasetya Sujanra., Ummul Mustaqimmah., Agung Kumoro WahyuWibowo., 2017. “Penerapan Teori Arsitektur Organik Dalam Strategi Perancangan Pusat Pengembangan Industri Kreatif Di Bandung.” Arsitektura 15(2):506. doi: 10.20961/arst.v15i2.15316.

Sudibyo, Brilly Prayudha, MD Edi Purnomo, and 2016 Nugroho, Rachmadi. 2017. “Galeri Mural Dan Graffiti Dengan Penerapan Konsep Ekspresi Dalam Arsitektur Di Kota Surakarta.” Arsitektura 14(1). doi: 10.20961/arst.v14i1.9150.

Sumanti, R. (2018). Galeri Seni Mural Di Kota Balikpapan Dengan Pendekatan Arsitektur Modern (Doctoral Dissertation, Uajy).

Wicandra, O. B. (2005). Berkomunikasi secara visual melalui mural di Jogjakarta. Nirmana, 7(2).https://www.researchgate.net/publication/290245856

Zbasnik-Senegacnik, M., & Kuzman, M. K. (2014). Interpretations of organic architecture. Postor : A Scholarly Journal of Architecture and Urban Planning, 22(2), 291–301.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.