Perancangan Buginese Cultural Center dengan Pendekatan Arsitektur Modern di Kabupaten Bone

Fardi Fardi, Mursyid Mustafa, Irnawaty Idrus, Citra Amalia Amal, Andi Syahriyunita Syahruddin, Salmiah Zainuddin, Wiwik Wahidah Osman

Abstract


Buginese Cultural Center merupakan tempat kegiatan yang berhubungan dengan pementasan, pendidikan tentang kebudayaan daerah bugis berupa pertunjukan dan pameran, yang diperuntukan untuk umum, agar masyarakat atau pengunjung dapat melihat dan mempelajari kesenian budaya Bugis, memberi area pusat hiburan, mewadahi para seniman. Adapun konsep perancangan yang digunakan yaitu arsitektur modern, adapun konsep Arsitektur Modern yang memiliki teori yang mengkaji unsur geometris serta penggunaan bahan industrial dengan menggambarkan kemajuan teknologi. Ciri arsitekur modern diantaranya mengkaji wujud kemajuan terhadap konstruksi dengan memaksimalkan fungsi yang menghindari banyaknya ornamen dan dekorasi, penerapan garis vertikal dan horizontal, memiliki ruang terbuka, desain simetris, koneksi dengan alam, penggunaan material dan tradisional, memaksimalkan fungsi ruang. Sehingga proses prancangannya terdapat beberapa hasil diantaranya bangunan pusat kesenian, bangunan galeri seni, teater, tempat ibadah, pusat oleh-oleh dan makanan khas

Full Text:

86-94 PDF

References


Badan Pusat Statistik Kabupaten Bone. 2019, Kecamatan Tanaete Riattang Barat Dalam Angka 2019, Bone : BPS Kabupaten Bone.

Ensiklopedi Indonesia (1982), Pengertian Cultural atau kebudayaan

Ensiklopedi Nasional Indonesia (1990), Pengertian Cultural atau kebudayaan.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (2009), Arsitektur modern

kamus besar bahasa Indonesia KBBI (2012), Pusat

M.Ridha, Y. A. (2000 ). Makanan Kebudayaan dan kesehatan pada etnis bugis di Kab. Bone, Sulawesi Selatan. Prosiding Simposium

Internasional Jurnal ANTROPOLOGI INDONESIA I Makassar 2000 , 385-398.

Nostrand (1989:51), Pengertian Cultural atau kebudayaan.

Neufert, Ernst,1997, Data Arsitek Jilid 1, Erlangga,Jakarta.

Neufert, Ernst,1997, Data Arsitek Jilid 2, Erlangga, Jakarta.

White (1862), Pengertian Cultural atau kebudayaan.

Ramdini, N. E. (2015). Perancangan Interior Pusat Kebudayaan Yogyakarta. e-Proceeding of Art & Design : Vol.2, No.2 Agustus 2015,

, 879-885.

Raymond Williams (1961:16), Pengertian Cultural atau kebudayaan.

Sanjaya, A. N. (2018). Gedung Pusat Kebudayaan Jawa Timur. Jurnal PENGILON, Nomor 01 Volume 2 Januari - Juni 2018, 01, 15-

Wahyudi, D. S. (2019). Pusat Seni Budaya Lombok di Kota Mataram. PENGILON: JURNAL ARSITEKTUR, Nomor Volume 22,

Agustus 2019, 22, 1-16.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.