Penanganan Gerusan Tebing Sungai Walanae Desa Kebo Kabupaten Soppeng

Authors

  • A.MISBAHUDDIN M. Aring Mappa Universitas muhammadiyah makassar

DOI:

https://doi.org/10.26618/stymgm56

Abstract

Desa Kebo di Kabupaten Soppeng menghadapi ancaman serius berupa gerusan tebing sungai dan banjir akibat luapan Sungai Walanae, yang puncaknya terjadi pada Mei 2024 dan berdampak pada 2.814 warga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya penanganan gerusan tebing guna meminimalisir kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif melalui pengumpulan data primer berupa observasi lapangan, pengukuran dimensi sungai, dan dokumentasi visual, serta penggunaan data sekunder berupa peta topografi dan data hidrologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas hujan yang tinggi pada wilayah beriklim tropis menyebabkan aliran sungai melampaui kapasitas tampung, sehingga memicu erosi tebing di area pemukiman padat. Kesimpulan dari studi ini menekankan bahwa penguatan tebing sungai dan peningkatan kapasitas saluran air sangat mendesak untuk dilakukan. Implikasi dari penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pemerintah daerah dan instansi terkait dalam perencanaan tata ruang berbasis risiko bencana hidrometeorologi guna melindungi ketahanan ekonomi petani lokal. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai dan melakukan penghijauan di sekitar bantaran sungai dapat membantu mengurangi risiko erosi dan banjir di masa mendatang. Penelitian ini juga diharapkan menjadi referensi bagi pengembangan kebijakan mitigasi bencana yang berkelanjutan di wilayah rawan banjir lainnya di Kabupaten Soppeng.

Downloads

Published

2026-06-28

Issue

Section

Articles