Dampak Variasi Tinggi Gelombang Laut terhadap Laju Erosi Pantai di Wilayah Pesisir Kalumeme Kabupaten Bulukumba
DOI:
https://doi.org/10.26618/07d62b59Abstract
ABSTRAK
Abrasi pantai merupakan ancaman serius bagi habitat wilayah pesisir, khususnya di Kelurahan Kalumeme, Bulukumba, yang mengalami dinamika garis pantai signifikan. Penelitian ini menganalisis pengaruh gelombang tinggi terhadap abrasi selama tahun 2020–2024 menggunakan pendekatan kuantitatif: analisis data sekunder (angin, gelombang, pasang surut dari BMKG) dan pemodelan spasial dengan Digital Shoreline Analysis System ( DSAS ) di ArcGIS . Hasil menunjukkan dominasi arah angin dan gelombang dari Timur (32,87%–50,95%) dan Barat (15,84%–21,64%), dengan pengambilan efektif terpanjang 29.198 m dari arah barat daya. Tinggi gelombang maksimum 0,56 m terjadi pada Februari 2021, menghasilkan energi gelombang tertinggi. Pemodelan garis pantai mengungkap abrasi sebesar −87,2 m (rata-rata −26,21 m/tahun) dan akresi +194,6 m (+58,5 m/tahun). Korelasi spasial menunjukkan pengaruh kuatnya gelombang tinggi terhadap laju abrasi, terutama pada segmen pantai yang langsung terkena gelombang dominan. Temuan ini menjadi dasar ilmiah untuk perencanaan mitigasi abrasi berbasis ekosistem maupun struktur pantai yang adaptif terhadap dinamika gelombang.
Kata Kunci:
Abrasi, Tinggi gelombang, Fetch, DSAS, Kalumeme
ABSTRACT
Coastal abrasion poses a serious threat to the sustainability of coastal areas, particularly in Kalumeme Village, Bulukumba, which experiences significant shoreline dynamics. This study analyzes the effect of wave height changes on abrasion during 2020–2024 using a quantitative approach: secondary data analysis (wind, waves, tides from BMKG) and spatial modeling with the DigitalA Shoreline Analysis System (DSAS) in ArcGIS. The results show dominant wind and wave directions from the East (32.87%–50.95%) and West (15.84%–21.64%), with the longest effective fetch of 29,198 m from the southwest. The maximum wave height of 0.56 m occurred in February 2021, generating the highest wave energy. Shoreline modeling revealed abrasion of −87.2 m (average −26.21 m/year) and accretion of +194.6 m (+58.5 m/year). Spatial correlations demonstrate a strong influence of wave height on abrasion rates, particularly in coastal segments directly exposed to dominant waves. These findings provide a scientific basis for ecosystem-based abrasion mitigation planning and coastal structures that adapt to wave dynamics.
Keyworsds:
Erosion, Wave height, Fetch, DSAS, Kalumeme




