Analisis Pengaruh Kemiringan Dasar Saluran terhadap Kecepatan Aliran Debris melalui Pengujian Laboratorium

Authors

  • SAHWA NATASYA Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Andi Bunga Tongeng Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Farouk Maricar Universitas Muhammadiyah Makassar

DOI:

https://doi.org/10.26618/y388x456

Abstract

ABSTRAK

Aliran debris merupakan salah satu fenomena hidrologi yang sering terjadi pada daerah pegunungan dan memiliki potensi kerusakan yang tinggi terhadap lingkungan dan infrastruktur. Salah satu faktor yang memengaruhi karakteristik aliran debris adalah kemiringan dasar saluran yang berperan dalam menentukan kecepatan aliran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemiringan dasar saluran terhadap kecepatan aliran pada kondisi stabil dan pada aliran debris. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium menggunakan model saluran terbuka (flume) dengan variasi kemiringan 6°, 8°, dan 10° serta debit konstan sebesar 0,0053 m³/s. Pengukuran kecepatan dilakukan pada tujuh titik pengamatan sepanjang saluran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi stabil, kecepatan aliran meningkat dari 1,537 m/s pada kemiringan 6° menjadi 2,064 m/s pada kemiringan 10°. Pada aliran debris, kecepatan rata-rata meningkat dari 0,625 m/s menjadi 0,793 m/s. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin besar kemiringan saluran, maka kecepatan aliran cenderung meningkat. Implikasi penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi dalam perencanaan mitigasi bencana dan desain bangunan pengendali aliran debris

Kata Kunci:

aliran debris, kemiringan saluran, kecepatan aliran, flume, eksperimen laboratorium.

ABSTRACT

Debris flow is a hydrological phenomenon that frequently occurs in mountainous areas and has significant destructive potential for the environment and infrastructure. One of the factors influencing debris flow characteristics is the channel bed slope, which plays an important role in determining flow velocity. This study aims to analyze the effect of channel bed slope on flow velocity under stable flow conditions and debris flow conditions. The research method used is a laboratory experiment employing an open channel model (flume) with slope variations of 6°, 8°, and 10° and a constant discharge of 0.0053 m³/s. Flow velocity was measured at seven observation points along the channel. The results show that under stable flow conditions, the velocity increased from 1.537 m/s at a slope of 6° to 2.064 m/s at a slope of 10°. In debris flow conditions, the average velocity increased from 0.625 m/s to 0.793 m/s. These results indicate that increasing channel slope tends to increase flow velocity. The findings provide important implications for disaster mitigation planning and the design of debris flow control structures.

Keyworsds:

debris flow, channel slope, flow velocity, flume, laboratory experiment.

Downloads

Published

2026-06-30

Issue

Section

Articles