Permodelan Debet Aliran Sungai Jeneberang Berdasarkan Akurasi Inflow Memprediksi Daerah Risiko Genangan Banjir
DOI:
https://doi.org/10.26618/0t7k8c06Abstract
ABSTRAK
Daerah Aliran Sungai (DAS) Jeneberang merupakan wilayah dengan tingkat risiko banjir yang cukup tinggi, terutama pada bagian hilir akibat peningkatan debit aliran sungai yang dipengaruhi oleh curah hujan dan inflow. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan debit aliran Sungai Jeneberang berdasarkan akurasi inflow dalam memprediksi daerah risiko genangan banjir. Metode yang digunakan meliputi analisis hidrologi menggunakan metode Polygon Thiessen untuk menentukan hujan rata-rata daerah, distribusi Log Pearson Tipe III untuk menghitung hujan rencana, serta Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu untuk memperoleh debit banjir rancangan pada kala ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun. Selanjutnya dilakukan analisis hidraulika dan pemodelan genangan banjir menggunakan perangkat lunak HEC-RAS yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Geografis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar kala ulang hujan, maka debit puncak yang dihasilkan juga semakin meningkat sehingga berpotensi memperluas genangan banjir pada wilayah dataran rendah di Sub DAS Jeneberang hilir. Pemodelan ini dapat digunakan sebagai dasar perencanaan mitigasi dan pengendalian banjir.
Kata Kunci:
Sungai Jeneberang, debet aliran, inflow, HSS Nakayasu, HEC-RAS, genangan banjir.
ABSTRACT
The Jeneberang Watershed (DAS Jeneberang) is an area with a relatively high flood risk, particularly in the downstream region due to the increase in river discharge influenced by rainfall and inflow. This study aims to model the discharge of the Jeneberang River based on inflow accuracy in predicting flood inundation risk areas. The methods used include hydrological analysis using the Polygon Thiessen method to determine the average regional rainfall, the Log Pearson Type III distribution to calculate design rainfall, and the Nakayasu Synthetic Unit Hydrograph (HSS Nakayasu) to obtain design flood discharge for return periods of 2, 5, 10, 25, 50, and 100 years. Furthermore, hydraulic analysis and flood inundation modeling were conducted using the HEC-RAS software integrated with a Geographic Information System (GIS). The results show that higher rainfall return periods produce higher peak discharges, which potentially expand flood inundation areas, particularly in the lowland areas of the downstream Jeneberang Sub-watershed. This modeling can be used as a basis for flood mitigation and flood control planning.
Keyworsds:
Jeneberang River, Flow Discharge, Inflow, Nakayasu Synthetic Unit Hydrograph, HEC-RAS, Flood Inundation.




