Penerapan Watermark‎‎‎‎‎ Tak Terlihat pada Materi Pembelajaran ‎Digital Menggunakan QR Code‎ dan Least Significant Bit

Authors

  • Arikal Khairat universitas muhammadiyah makassar
  • Titin Wahyuni
  • Muhyiddin AM Hayat

DOI:

https://doi.org/10.26618/hqt4ec35

Abstract

ABSTRAK
Perkembangan bahan ajar digital meningkatkan risiko pelanggaran hak cipta dan pemalsuan konten, sehingga diperlukan mekanisme perlindungan yang tidak mengganggu tampilan visual. Penelitian ini mengimplementasikan watermark‎ing‎ tak terlihat dengan menggabungkan Quick Response (QR) Code sebagai pembawa informasi dan steganografi‎ Least Significant Bit (LSB) sebagai teknik penyisipan pada citra yang terdapat dalam dokumen. Sistem dikembangkan berbasis web dengan tiga modul utama: pembuatan QR Code‎, penyisipan watermark‎, dan validasi dokumen. Evaluasi dilakukan pada 10 dokumen berformat DOCX dan PDF dengan total 169 gambar. Kinerja imperceptibility diukur menggunakan Peak Signal-to-Noise Ratio (PSNR) dan Mean Squared Error (MSE). Hasil pengujian menunjukkan PSNR berada pada rentang 55,4–67,1 dB dengan MSE sangat rendah (0,02–0,19), menandakan kualitas visual citra tetap terjaga. Selain itu, seluruh watermark‎ berhasil diekstraksi (100%) dan QR Code‎ dapat dipindai tanpa kegagalan. Validasi integritas payload‎ secara opsional menggunakan CRC32 terbukti membantu memastikan keutuhan data yang disisipkan. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi QR Code‎ dan LSB efektif, andal, dan efisien untuk melindungi bahan ajar digital dari penyalahgunaan tanpa menurunkan kualitas visual.
Kata Kunci: Watermark‎ing‎ tak terlihat; QR Code‎; steganografi‎; Least Significant Bit; bahan ajar digital.


ABSTRACT
The growth of digital teaching materials increases the risk of copyright infringement and content tampering, requiring protection mechanisms that do not degrade visual quality. This study implements an invisible watermark‎ing‎ scheme by combining Quick Response (QR) Code as the information carrier and Least Significant Bit (LSB) steganography for embedding within images contained in documents. A web-based system was developed with three core modules: QR Code‎ generation, watermark‎ embedding, and document validation. The evaluation used 10 DOCX and PDF documents comprising 169 images. Imperceptibility was assessed using Peak Signal-to-Noise Ratio (PSNR) and Mean Squared Error (MSE). Experimental results indicate PSNR values of 55.4–67.1 dB with very low MSE (0.02–0.19), confirming that visual quality is preserved. All embedded watermark‎s were successfully extracted (100%), and the QR Code‎s remained fully scannable without failure. Optional payload‎ integrity checking using CRC32 further ensured the correctness of embedded data. Overall, the proposed QR Code‎–LSB combination provides a reliable and efficient approach to protect digital teaching materials against misuse while maintaining visual fidelity.
Keywords: 
Invisible watermark‎ing‎; QR Code‎; steganography; Least Significant Bit; digital teaching materials.

Downloads

Published

2025-10-30

Issue

Section

Articles