Tingkat Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Banjir di Desa Baloli Kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara

Authors

  • Muh Fachmy Pasuloi Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Nini Apriani Rumata Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Firdaus Universitas Muhammadiyah Makassar

DOI:

https://doi.org/10.26618/8xf2zr69

Abstract

ABSTRAK: 
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir di Desa Baloli, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, yang merupakan salah satu wilayah rawan banjir di Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui survei kuesioner tertutup yang diberikan kepada masyarakat di Dusun Baloli dan Dusun Bonde. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif untuk menggambarkan karakteristik responden serta analisis bivariat dengan uji chi-square guna mengetahui hubungan antarparameter kesiapsiagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada usia produktif (20–29 tahun), didominasi oleh perempuan, dan memiliki tingkat pendidikan menengah hingga tinggi. Tingkat kesiapsiagaan masyarakat secara umum berada pada kategori sedang, dengan persentase 89,3% di Dusun Baloli dan 92,7% di Dusun Bonde. Parameter Rencana Tanggap Darurat (R) memiliki hubungan signifikan terhadap kesiapsiagaan, sedangkan Pengetahuan (P), Sistem Peringatan Dini (S), dan Mobilisasi Sumber Daya (M) tidak signifikan. Oleh karena itu, peningkatan edukasi, pelatihan, simulasi, dan penguatan kelembagaan masyarakat sangat diperlukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan secara menyeluruh.
KATA KUNCI
Bencana Banjir, Desa Baloli, Kesiapsiagaan, Masyarakat, Rencana Tanggap Darurat

ABSTRACT: 
This study aims to analyze the level of community preparedness in facing flood disasters in Baloli Village, Masamba District, North Luwu Regency, which is one of the flood-prone areas in South Sulawesi. The research employed a quantitative approach using a closed-ended questionnaire survey distributed to residents of Baloli Hamlet and Bonde Hamlet. The data were analyzed using descriptive analysis to describe respondents’ characteristics and bivariate analysis with the chi-square test to determine relationships among preparedness parameters. The results show that the majority of respondents were in the productive age group (20–29 years), predominantly female, and had a medium to high level of education. Overall, the level of community preparedness was categorized as moderate, with percentages of 89.3% in Baloli Hamlet and 92.7% in Bonde Hamlet. The Emergency Response Plan (R) parameter showed a significant relationship with preparedness, while Knowledge of Floods (P), Early Warning Systems (S), and Resource Mobilization (M) were not significant. Therefore, improving education, training, simulations, and strengthening community-based institutions is necessary to enhance overall disaster preparedness.
KEYWORSDS
Baloli Village, Community, Emergency Response Plan, Flood Disaster, Preparedness

Downloads

Published

2026-02-11

Issue

Section

Articles