Pengaruh Konfigurasi Ruang Terhadap Bangkitan Pergerakan di Kelurahan Butung, Kota Makassar dengan Metode Pendekatan Space Syntax 

Authors

  • Nur Miftahul Janna. B Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Nini Apriani Rumata Universitas Muhammadiyah Makassar
  • M. Nurhidayat Universitas Muhammadiyah Makassar

DOI:

https://doi.org/10.26618/g79rvm28

Abstract

ABSTRAK:

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konfigurasi ruang terhadap bangkitan pergerakan di Kelurahan Butung, Kota Makassar, dengan menggunakan pendekatan Space Syntax. Kawasan ini memiliki intensitas mobilitas yang tinggi karena keberadaan Pelabuhan Soekarno-Hatta dan Pasar Butung yang berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi regional serta menarik arus pergerakan lokal maupun antarwilayah. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis deskriptif dan analisis spasial, disertai pemetaan konfigurasi jaringan jalan berdasarkan parameter connectivity, integration, dan intelligibility untuk mengetahui tingkat keterhubungan, aksesibilitas, serta keterbacaan ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruas jalan dengan tingkat konektivitas dan integrasi yang tinggi, seperti Jalan Nusantara dan Jalan Tentara Pelajar, berperan sebagai koridor utama dan pusat bangkitan pergerakan. Sebaliknya, jalan lokal dengan nilai konektivitas rendah cenderung memiliki akses terbatas, aktivitas yang lebih rendah, serta tingkat keterbacaan ruang yang kurang baik. Secara keseluruhan, semakin tinggi tingkat keterhubungan dan integrasi ruang, semakin besar pula potensi bangkitan pergerakan yang terjadi. Temuan ini menegaskan pentingnya perencanaan struktur ruang yang terintegrasi untuk mendukung sistem mobilitas perkotaan yang efektif, efisien, dan berkelanjutan.

 

KATA KUNCI

Kawasan industri, penggunaan lahan, perubahan sosial ekonomi, PT. IPIP, Pomalaa.

 

ABSTRACT:

This study aims to analyze the influence of spatial configuration on trip generation in Kelurahan Butung, Makassar City, using the Space Syntax approach. The area experiences high mobility intensity due to the presence of Soekarno-Hatta Port and Butung Market, which function as regional economic activity centers and attract both local and interregional movement. The research methods include descriptive and spatial analysis, supported by mapping the road network configuration based on the parameters of connectivity, integration, and intelligibility to determine the level of spatial linkage, accessibility, and legibility. The results show that road segments with high connectivity and integration, such as Jalan Nusantara and Jalan Tentara Pelajar, act as main corridors and centers of trip generation. In contrast, local roads with low connectivity values tend to have limited access, lower activity levels, and poor spatial legibility. Overall, the higher the level of spatial connectivity and integration, the greater the potential for trip generation. These findings emphasize the importance of integrated spatial planning to support an effective, efficient, and sustainable urban mobility system.

Keywords:

Spatial configuration, trip generation, space syntax, Kelurahan Butung

Downloads

Published

2026-02-26

Issue

Section

Articles