Pappasang ri Kajang sebagai Sistem Nilai Ekologis dalam Pelestarian Lingkungan Masyarakat Adat Lalang Embayya

Authors

  • Isnul Amran Pendidikan Antropologi, Universitas Negeri Makassar
  • Mubarak Dahlan Pendidikan Antropologi, Universitas Negeri Makassar
  • Dimas Ario Sumilih Pendidikan Antropologi, Universitas Negeri Makassar

DOI:

https://doi.org/10.26618/djhwyw60

Abstract

This study aims to analyze the application of Pappasang ri Kajang in the family life of the indigenous community in the Lalang Embayya Settlement, Tana Toa Village, Bulukumba Regency in maintaining environmental sustainability. Pappasang is a traditional mandate that is passed down from generation to generation and serves as a moral guideline for behavior, including in environmental management. A qualitative approach was used in this study with data collection techniques through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The results show that Pappasang such as kamase-masea (simple living), respect for forests, prohibition of destroying nature, and maintaining the purity of water, are instilled in families as ecological education based on local wisdom. This is not only a social norm, but also an integral part of the spirituality and cultural identity of the Kajang community. Thus, the family becomes the main actor in maintaining environmental sustainability through the inheritance of traditional values orally and practically. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Pappasang ri Kajang dalam kehidupan keluarga masyarakat adat di Pemukiman Lalang Embayya, Desa Tana Toa, Kabupaten Bulukumba dalam menjaga kelestarian lingkungan. Pappasang merupakan amanah adat yang diwariskan secara turun-temurun dan menjadi pedoman moral dalam berperilaku, termasuk dalam pengelolaan lingkungan. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pappasang seperti kamase-masea (hidup sederhana), penghormatan terhadap hutan, larangan merusak alam, serta menjaga kesucian air, ditanamkan dalam keluarga sebagai pendidikan ekologis berbasis kearifan lokal. Tersebut tidak hanya dijadikan norma sosial, namun menjadi bagian integral dari spiritualitas dan identitas budaya masyarakat Kajang. Dengan demikian, keluarga menjadi aktor utama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan melalui pewarisan nilai adat secara lisan dan praksis.

Downloads

Published

2026-01-19

How to Cite

Pappasang ri Kajang sebagai Sistem Nilai Ekologis dalam Pelestarian Lingkungan Masyarakat Adat Lalang Embayya. (2026). Equilibrium: Jurnal Pendidikan, 14(1). https://doi.org/10.26618/djhwyw60