MODAL SOSIAL SEBAGAI STRATEGI BERTAHAN HIDUP PETANI KOPI DI DESA RAPPOALA KECAMATAN TOMPOBULU KABUPATEN GOWA
DOI: https://doi.org/10.26618/h8d1bn59
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan para petani kopi di Desa Rappoala dapat bertahan hidup berdasarkan modal sosial dengan strateginya. Pengambilan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik penentuan informan secara sengaja dengan jumlah informan sebanyak 10 orang. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Dalam praktik budidaya kopi, petani menunjukkan sikap saling percaya yang tercermin melalui kejujuran dan rasa saling menghormati di antara mereka. Norma sosial yang berlaku di kalangan petani bersifat tidak tertulis dan dipahami secara lisan, sehingga tidak terdapat sanksi formal terhadap pelanggaran yang terjadi selama proses budidaya. Hubungan sosial antarpetani terjalin dengan baik, menciptakan suasana yang mendukung kerja sama dan kolaborasi. Bentuk hubungan timbal balik juga terlihat dari kebiasaan saling membantu, terutama saat menghadapi musibah atau ketika ada petani yang membutuhkan bantuan. Sementara itu, strategi bertahan hidup yang dijalankan petani kopi difokuskan pada pemanfaatan hasil budidaya secara maksimal demi meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. (2) Strategi bertahan hidup yang dilakukan oleh petani kopi meliputi upaya peningkatan kualitas tanaman, diversifikasi dengan menanam komoditas lain, serta mencari pekerjaan tambahan di luar aktivitas utama mereka sebagai petani kopi.
Kata kunci: Modal Sosial, Strategi, Petani Kopi.
References
Alam, S. (2006). Ekonomi. Jakarta, Indonesia: Erlangga.
Direktorat Jendral Perkebunan .(2017) Statistik Perkebunan Indonesia, Sekretariat Direktorat Jenderal Perkebunan.
Fakhmi, Trisna, Agus, (2021). Peran Modal Sosial Pengembangan Usahatani Kopi (Studi Kasus pada Kelompoktani lembaga Masyarakat Desa Hutan di Desa Sukamaju Kecamatan Cehaurbeuti Kabupaten Ciamis. Jurnal Mahasiswa Agroinfo Galuh. Vol. 8. No. 1. Januari 2021. 9-13.
Ferdinand, A. (2005). Modal Sosial. Upacara Penerimaan Jabatan Guru Besar dalam Ilmu Marketing Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro . Semarang, Jawa Tengah, Indonesia: Fakultas Ekonomi Universitas Semarang.
Jelita, Y. S., Kenoba, M. O., & Djandon, M. G. (2023). Strategi Bertahan Hidup Pada Komunitas Petani Sawah Tadah Hujan (Studi Kualitatif di Lecem Desa Wae Renca Kecamatan Cibal Barat Kabupaten Manggarai). Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah, 8(1), 145-162.
Juniarsih, N. (2018). Modal Sosial Sebagai Srategi Bertahan Hidup Masyarakat Desa Maria, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jurnal Analisa Sosiologi, 7(2).
Lestari, C. D. (2018). Hubungan Tingkat Partisipasi dan Kepemilikan Modal Sosial dalam Pemberdayaan Kampung Ekologi “Batu Into Green” Terhadap Tingkat Kesejahteraan Masyarakat (Doctoral dissertation, Universitas Brawijaya).
Ngangi, C. R., Pangemanan, L. R. J., & Lolowang, T. F. (2021). Modal Sosial Petani Miskin Dalam Strategi Bertahan Hidup Di Kabupaten Minahasa. Agri-Sosioekonomi, 17(2), 171-180.
Rahardjo. (2012). Panduan Budidaya dan Pengolahan kopi Arabika dan Robusta.
Saepul Aziz, Sudrajat, Ivan Sayid Nurahman, R. K. (2021). Strategi Pengembangan Agrbisnis Kopi Robusta untuk Mendukung Pemasaran Biji Kopi Robusta di Kabupaten Ciamis. MIMBAR AGRBISNIS, Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agrbisnis, 7(2), 1526–1536.
Sugiyono. (2005). Memahami Penelitian Kualitatif. Alfabeta.
Walgito, B, (2007). Psikologi sosial : Suatu Pengantar. Yogyakarta. Andi Offset.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 AgriMu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.


