Analisis Komparatif Pendapatan Usahatani Padi Hibrida dan Non hibrida di Desa Tabbinjai Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa
DOI:
https://doi.org/10.26618/tcrz3195Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah pendapatan usahatani padi hibrida dan padi non hibrida serta menganalisis perbandingan pendapatan kedua jenis padi tersebut di Desa Tabbinjai Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa. Responden dalam penelitian ini berjumlah 23 orang, terdiri dari 12 petani padi hibrida dan 11 petani padi non hibrida. Penentuan responden menggunakan metode simple random sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis biaya, analisis pendapatan, dan uji-t untuk membandingkan pendapatan usahatani padi hibrida dan non hibrida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan petani padi hibrida lebih besar dibandingkan petani padi non hibrida. Total pendapatan petani padi hibrida mencapai Rp. 9.724.353 per musim , sedangkan pendapatan petani padi non hibrida sebesar Rp. 7.011.817 per musim. Melalui uji-t, terdapat perbedaan pendapatan yang signifikan antara padi hibrida dan non hibrida. Nilai t hitung sebesar 2,700975023 artinya selisih rata-rata antara kedua jenis padi cukup besar dibandingkan dengan variasinya melebihi nilai t critical (One tail) 1,720742903 adalah nilai batas untuk memutuskan perbedaan itu signifikan pada taraf signifikansi 5% dengan p-value sebesar 0,006690462 yang jauh lebih kecil dari tingkat signifikansi (α) 0,05.
Kata kunci: Padi Hibrida, Non Hibrida, Pendapatan, Komparatif, Uji-t.References
Lesmana, I., Noor, T. I., & Isyanto, A. Y. (2021). Analisis Komparatif Struktur Biaya dan Pendapatan Usahatani Jagung Hibrida Dan Jagung MANIS (Zea Mays). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, 8(2), 485. https://doi.org/10.25157/jimag.v8i2.5325
Rizal Ahmadi. (2020). Tingkat Kelayakan Usahatani Padi Hibrida di Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur. 10(1), 15–23.
Sirojuddin. (2019). Analisis Komparatif Pendapatan Usaha Tani Padi Hibrida dan Non Hibrida di Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur. 1, 28–40.
Soekartawi. (2016). Ekonomi Pertanian. Universitas Indonesia, Press. Jakarta. Agrotekbis, 1(3), 244–249.
Soekartawi. (2017). Ilmu Usaha Tani, PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta. E-J. Agrotekbis, 5(1), 119–126.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif ,Kualitatif dan R&D, Bandung :Afaberta,CV.
Suprihatno. (2013). Hasil-hasil Penelitian Padi Hibrida di Daerah Pengairan Tajum. Prosiding Temu Alih Teknologi Pertanian. Badan Litbang Pertanian,
Yulihastin. (2017). Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Makassar. 2(1), 84–97.
Salikin. (2019). Sistem Pertanian Berkelanjutan. Kanisius, Yoyakarta. Jurnal Berkala Ilmiah Efiseinsi, 19(02), 13–22.
Suratiyah Ken. (2016). Ilmu Usahatani. Jakarta: Penebar Swadaya. Agric, 26(1), 12. https://doi.org/10.24246/agric.2014.v26.i1.p12-19