Potensi Hasil Galur Jagung (Zea mays L.) Di Dataran Rendah Kabupaten Mamuju

Authors

  • Mawar - - Universitas Muhammadiyah Sinjai
  • Sudirman mamuju
  • Akriandi Amin Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Sinjai

DOI:

https://doi.org/10.26618/456dps40

Abstract

Jagung merupakan tanaman serealia sumber karbohidrat penting setelah padi. Tanaman ini mempunyai nilai ekonomi tinggi karena selain sebagai bahan pangan utama kedua setelah padi, juga jagung banyak digunakan sebagai bahan baku industri pakan ternak, dan bahan baku industri makanan serta banyak menghasilkan berbagai produk olahan baik primer maupun sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi hasil pada delapan galur yang memiliki hasil tinggi untuk dapat dilepas sebagai varietas jagung yang baru dan untuk mengetahui keunggulan galur harapan dan atau calon varietas yang diuji. Dilaksanakan pada April hingga Agustus 2024 di Desa Bunde, Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju. Penelitian disusun berdasarkan rancangan acak kelompok, perlakuan terdiri atas 8 galur jagung: L61 x Mr14, L7-2 x Mr14, L12-1 x Mr14, L15-1 x Mr14, L66-1 x Mr14, L53-3 x Mr14, P42-4 x Nei, P87-1 x Nei koleksi IPB Bogor dan 2 varietas pembanding yaitu Bisi-2 dan NK 6326. Setiap perlakuan diulang tiga kali sehingga seluruhnya terdapat 30 unit satuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan calon varietas unggul jagung hibrida (Zea mays L.) bahwa Galur L12-1 x Mr14 memberikan hasil terbaik  terhadap bobot biji jagung pipilan 7,97 t ha-1 pada parameter agronomi lainnya menunjukkan jumlah tanaman (plant stand) umur satu minggu 81,3 %. Galur L66-1 x Mr14 memberikan keunggulan dari aspek panjang tongkol, aspek menutupnya kelobot (husk cover) dan jumlah biji perbaris

Author Biography

  • Mawar - -, Universitas Muhammadiyah Sinjai
    ASISTEN AHLI

References

DAFTAR PUSTAKA

Acquaah, G. 2007. Principles of Plant Genetics and Breeding. United Kingdom. Dalam Darmail A. Seleksi Genotipe Jagung Generasi S4 Untuk Perakitan Tetua Galur Murni Baru. Departemen Agronomi Dan Hortikultura Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Azrai, M., F. Kasim, M.B. Pabendon, J. Wargiono, J.R. Hidayat, dan Komaruddin. 2004. Penampilan beberapa genotip jagung protein mutu tinggi (QPM) pada lahan kering dan lahan sawah. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan 23 (3):123-131.

Badan Litbangtan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2012. Deskripsi Varietas Unggul Jagung. Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian, Maros.

Muhammad Azrai, Made Jana Mejaya, dan Hajrial Aswidinnoor, 2014. Daya Gabung Galur-galur Jagung Berkualitas Protein Tinggi. Balai Penelitian Tanaman Serealia. Maros. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan 33 (3) : 137 – 147.

Badan Pusat Statistik. 2018. Angka Tetap 2018. https://www.pertanian.go.id/home/?show=page&act=view&id=61. diakses pada 23 Oktober 2019.

Badan Pusat Statistik. 2018. Provinsi Sulawesi Barat dalam Angka 2018. https://sulbar.bps.go.id/publication.html diakses pada 23 Oktober 2019.

Budak, H., Y. Bolek., Dokuyucu dan A. Akkaya. 2004. Potential uses of molecular marker in crop improvement. KSU J. Of science and engineering (7):1.

Carsono, N. 2008. Peran Pemuliaan Tanaman dalam Meningkatkan Produksi Pertanian di Indonesia. Abstrak.

CIMMYT. 1994. Managing trials and reporting data for CIMMYT’s international maize testing program. Mexico, DF.

Deptan. 2006. Panduan Pengujian Individual, Kebaruan, Keunikan, Keseragaman, dan kestabilan.

Dian Yustisia, 2016. Uji Adaptasi Beberapa Calon Varietas Unggul Jagung Hibrida. Program Studi Agroteknologi Study Program, STIP Muhammadiyah Sinjai. ISSN 2527 – 4538. p. 105-116.

Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan. 2012. Luas serangan OPT utama, banjir dan kekeringan pada tanaman jagung Rerata 5 Tahun (2006-2010), Tahun 2010 dan 2011. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. Jakarta.

Gaffney J., Schussler J., Loffler C., Cai W., Paszkiewicz S., Messina C., Groeteke J., Keaschall J., and Cooper M. 2015. Industry-scale evaluation of maize hybrids selected for increased yield in drought-stress conditions of the US Corn Belt. Crop Science. 55: 1608-1618

Iriany, R.N., dan Andi Takdir, M. 2008. Asal, Sejarah, Evolusi, dan Taksonomi Tanaman Jagung. Maros : Balai Penelitian Tanaman Serealia. Dalam Darmail A. Seleksi Genotipe Jagung Generasi S4 Untuk Perakitan Tetua Galur Murni Baru. Departemen Agronomi Dan Hortikultura Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Jamaluddin, N.N. Andayani, Wen Langgo, dan M. Yasin HG. 2013. Evaluasi Galur Jagung Provit A Pada Lahan Kering. Balai Penelitian Tanaman Serealia 8 (13) : 79 – 84

Jamaluddin, Wen Langgo, dan Abdul Fattah, 2013. Pembentukan Dan Evaluasi Galur Generasi Lanjut Jagung QPM Biji Kuning. Balai Penelitian Tanaman Serealia. Maros. Seminar Nasional Serealia. 7 (13) : 72 – 78

Kutka F. 2011. Open-pollinated vs hybrid maize cultivars. Sustainability. 3:15311554. Dalam Darmail A. Seleksi Genotipe Jagung Generasi S4 Untuk Perakitan Tetua Galur Murni Baru. Departemen Agronomi Dan Hortikultura Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Lalu Muhammad Ariandi Sahiran dan I Made Sudantha, 2018. Pengaruh Pemberian Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA) Terhadap Efisiensi Serapan Phosfor, Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Pada Lahan Sub Optimal. Program Studi Magister Pengelolaan Sumberdaya Lahan Kering Program Pascasarjana Universitas Mataram. Mataram. p. 1-21. http://eprints.unram.ac.id/6921/1/LALU.

Kasryno, F. 2002. Perkembangan Produksi dan Konsumsi Jagung Dunia Selama Empat Dekade Yang Lalu dan Implikasinya Bagi Indonesia. Makalah disampaikan pada diskusi Nasional Agribisnis Jagung di Bogor, 24 Juni 2002. Badan Litbang Pertanian.

M. Yasi HG, Suarni, Sigit Budi Santoso1, Faesal, A. Haris Talanca, dan ade J. Mejaya, 2017. Stabilitas Hasil Jagung Pulut Varietas ersari Bebas pada Dataran Rendah Tropis. Balai Penelitian naman Serealia. Maros. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan 1 (3) : 223 - 232

Mangoendidjojo, W. 2003. Dasar - Dasar Pemuliaan Tanaman. Kanisius. Yogyakarta.

Nuning Argo Subekti, Syafruddin, Roy Efendi, dan Sri Sunarti, 2007. Morfologi Tanaman dan Fase Pertumbuhan Jagung. Balai Penelitian naman Serealia. Maros. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan. p. 16-28.

Nobe and Sampath, 1986. Irrigation management in developing countries.: Current issues and approaches. Studies in water policy and management. Weatview Press.

Pandey, S. and C.O. Gardner. 1992. Recurrent selection for population, variety, and hybrid improvement in tropical maize. Advances in Agronomy 48 : 1- 87.

Poehlman, J.M., and D.A. Sleper. 1995. Breeding field crops. Fourth Edition. Iowa State University Press. America

Poespodarsono, S. 1988. Dasar dasar Ilmu Pemuliaan Tanaman. Pusat Antar Universitas. IPB. Bogor. p. 163.

Purwono dan Hartono R. 2008. Bertanam Jagung Unggul. Penebar Swadaya. Jakarta.

Rosmarkam, A. dan N. W. Yuwono. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius, Yogyakarta.

Suarni dan Yasin, 2011. Jagung sebagai Sumber Pangan Fungsional. Peneliti pada Balai Penelitian Tanaman Serealia, Maros. Iptek Tanaman Pangan 6 (1) 41 – 56

Subekti, N. A., Syafruddin, R. E., dan Sunarti, S., 2007. Morfologi Tanaman dan Fase Pertumbuhan Jagung. Maros : Balai Penelitian Tanaman serealia.

Syukur, M., S. Sujiprihati, dan R. Yunianti. 2012 Teknik Pemuliaan Tanaman. Penebar Swadaya. Jakarta.

Subandi, I. Manwan, and A. Blumenschein. 1988. National Coordinated Research Program: Corn. Central Research Institute for Food Crops. Bogor. p.83.

Takdir A, M., Sunarti, S., dan Mejaya, M. J. 2007

Published

2025-08-29 — Updated on 2025-08-21