Rekonstruksi Akhlak Digital: Analisis Intensitas Media Sosial Terhadap Kesantunan Komunikasi Verbal Siswa

Authors

  • Siti Nurjanah Universitas PTIQ Jakarta image/svg+xml
  • Mon Safik Al Mubarok

DOI:

https://doi.org/10.26618/an3nr541

Abstract

Perkembangan media sosial yang semakin pesat memberikan dampak signifikan terhadap pola komunikasi remaja, termasuk dalam konteks pendidikan formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan kesantunan komunikasi verbal siswa SMP Islam Terpadu Tamaddun Pamulang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan terdiri atas siswa, guru mata pelajaran, dan kepala sekolah yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media sosial siswa tergolong tinggi, dengan rata-rata durasi 3–6 jam per hari. Tingginya intensitas ini berdampak pada menurunnya penggunaan penanda kesantunan verbal seperti salam, permohonan izin, intonasi hormat, serta pemilihan diksi sopan. Narasi wawancara menunjukkan bahwa siswa sering meniru gaya bahasa dari konten media sosial, sementara guru dan kepala sekolah menilai adanya pergeseran budaya komunikasi dari tatap muka ke budaya digital yang lebih informal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan kesantunan komunikasi verbal siswa, sehingga diperlukan penguatan literasi digital, pendidikan etika berbahasa, dan kolaborasi antara sekolah dan orang tua.

Kata kunci: Akhlak Digital, media sosial, kesantunan, komunikasi verbal.

Downloads

Published

2026-07-06