PRINSIP-PRINSIP DAN MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Abd Rahman Bahtiar

Abstract


Prinsip-prinsip belajar dapat digunakan untuk mengungkapkan batas-batas kemungkinan dalam pembelajaran, sehingga guru dapat melakukan tindakan yang tepat. Selain itu dengan teori dan prinsip-prinsip pembelajaran, guru juga dapat memiliki dan mengembangkan sikap yang diperlukan untuk menunjang peningkatan belajar peserta didik.  Berbagai bentuk model pembelajaran yang ada, memungkinkan guru PAI dapat berinovasi menciptakan sendiri model pembelajaran yang akan digunakan. Pemanfaatan model pembelajaran sebenarnya dimaksudkan untuk membantu agar kegiatan pembelajaran lebih efektif mencapai tujuan dan efisien. Sayangnya, masih ada yang beranggapan bahwa penggunaan berbagai model pembelajaran hanya menambah pekerjaan guru yang waktunya telah habis untuk mengejar target kurikulum. Anggapan demikian sebenarnya tak perlu terjadi.

Kata Kunci: Prinsip, Model Pembelajaran

Learning principles can be used to reveal the limits of possibility in learning, so teachers can take appropriate action. In addition to the theory and principles of learning, teachers can also have and develop the attitude necessary to support the promotion of learners. Various forms of existing learning model allow teachers PAI can innovate to create its own model of learning that will be used. Utilization learning model is meant to help make learning activities more effectively and efficiently achieve the objectives. Unfortunately, there are those who believe that the use of different learning models only add jobs teachers that time is running out to meet the curriculum targets. The presumption thus did not need to happen.

Keywords: Principles, Learning Model


Full Text:

PDF

References


al-Nahlawi, Abdurrahman, Prinsip-Prinsip dan Metode Pendidikan Islam dalam Keluarga, di Sekolah, dan di Masyarakat. Bandung: CV. Diponegoro, 1992.

Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemah. Bandung: PT. Sygma Examedia Arkanleema, 2009.

Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, edisi keempat. Cet. I; Jakarta: Gramedia, 2008.

Dimyati dan Mujiono, Belajar dan Pembelajaran. Cet. III; Jakarta: Rineka Cipta, 2006.

Hamalik, Oemar. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Cet. VIII; Jakarta: Bumi Aksara, 2009.

Majid, Abdul dan Dian Andayani. Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi. Cet. II; Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005.

Muhaimin. Pemikiran dan Aktualisasi Pengembangan Pendidikan Islam . Cet. I; Jakarta: Rajawali Pers, 2011.

Nata, Abuddin. Pemikiran Pendidikan Islam dan Barat. Cet. II; Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2013.

Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam. Cet. III; (Jakarta: Kalam Mulia, 2002.

Rohani, Ahmad. Pengelolaan Pengajaran. Cet. II; Jakarta: Rineke Cipta, 2004.

Sagala, Syaiful. Konsep dan Makna Pembelajaran. Cet. VIII; Bandung: Alfabeta, 2010.

Syah, Muhibbin. Psikologi Belajar. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2006.

Syahidin, Menelusuri Metode Pendidikan dalam Al-Qur’an. Cet. I; Bandung: Alfabeta, 2009.

Tafsir, Ahmad. Metodologi Pengajaran Agama Islam. Cet. V; Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2000.

Thobrani, Muhammad dan Arif Mustofa. Belajar dan Pembelajaran. Cet. I; Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2011.

Uno, Hamzah B. Model Pembelajaran: Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Cet. III; Jakarta: Bumi Aksara, 2008.




DOI: https://doi.org/10.26618/jtw.v1i2.368

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 JURNAL TARBAWI