Kepadatan yang diberi Probiotik Epicin terhadap Sintasan Pasca Larva Udang Windu (Penaeus Monodon Fabr).

Nova Yuniarti

Abstract


Penelitian bertujuan untuk mengetahui padat penebaran yang terbaik bagi pasca larva udang windu dengan pemberian dosis epicin 20 ppm. Metode yang digunakan adalah metode percobaan (eksperimen), Pasca Larva udang windu berasal dari panti pembenihan Benur Kita yang berada di Kabupaten Barru. PL udang windu di aklimatisasi dalam salinitas 25 ppt selama seminggu. Air media yang telah disiapkan di-masukkan ke dalam wadah penelitian sebanyak 10 l/tangki. Pada masing-masing wadah diberi aerasi. Sebelum wadah diisi hewan uji terlebih dahulu dilakukan pengukuran kualitas air kemudian diaplikasikan epicin dosis 20 ppm, setelah itu diisi hewan uji sesuai dengan perlakuan yaitu perlakuan A = 10 ekor/l, perla-kuan B = 20 ekor/l, perlakuan c = 30 ekor/l dan perlakuan D = 40 ekor/l. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan peubah yang diukur : sintasan dan pertumbuhan biomassa. Hasil yang diperoleh adalah perlakuan A = rata-rata sintasan 57,95 %, perlakuan B = rata-rata tingkat sintasan 53,01 %, perlakuan C = rata-rata tingkat sintasan 42,83 % dan perlakuan D = rata-rata tingkat sintasan 25,27 %

Kata Kunci: Juvenil udang windu, Salinitas, Kepadatan udang windu, Sintasan dan Pertumbuhan Biomassa Mutlak


Full Text:

PDF

References


Adisukresno, S., S. Ilyas, Sutjipto dan N. Prabowo. 1991. Petunjuk Pelaksanaan Pengelolaan Budidaya Udang di Per-tambakan dalam Usaha Pengendalian Penyakit. Dirjen Perikanan dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Per-tanian, Jakarta.

Ahmad T.(1988). Seminar Budidaya Udang Windu secara Intensif. Peubah Penting Mutu Air Tambah Udang. Putra Utama Human Resources Development.

Effendie, M.I. 1979. Metode Biologi Peri-kanan. Yayasan Dewi Sri, bogor. 112 hal.

Gasperz, V. 1991. Teknik Analisis dalam Penelitian Percobaan. Penerbit Tarsito, Bandung.

Mangampa, M. dan A. Mustafa. 1992. Budi-daya Udang Windu (Penaeus monodon) pada Padat Penebaran Berbeda dengan Menggunakan Benih yang Dibantut. Jurnal Penelitian Budidaya Pantai Vo. 8 No. 4. Balai Penelitian dan Pengem-bangan Pertanian. Balitkanta, Maros.

Poernomo, A. 1978. Masalah Budidaya Udang Penaeid di Indonesia. LPPD, Bogor.

___________. 1988. Pembuatan Tambak Udang di Indonesia. Balai Penelitian Budidaya Pantai Maros. Badan Litbang. Perikanan Departemen Pertanian.

Rachmatun, S, dan A. Sueryati. 1991. Petun-juk Teknis tentang Rancangan dan Pengoperasian dan Pembibitan (Hatch-ery) Udang. Direktorat Jenderal Peri-kanan, Jakarta.Volume 1 Nomor 1 Januari-Juni 2012

Trumbull, J.F and M.R.P. Briggs. 1994. Envi-romental Control in Shrimp Culture. In-stitute of Aquaculture University of Stir-ling. Scotland.

Widyapuri, W. 2000. Pengaruh Pemberian Epicin terhadap Kandungan Amoniak dan Sintasan Pascalarva Udang Windu. Skripsi. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Universitas Hasanuddin, Makassar.




DOI: https://doi.org/10.26618/octopus.v1i1.440

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Nova Yuniarti

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
OCTOPUS: Jurnal Ilmu Perikanan under by Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.