Perancangan Ecoport Bira di Kabupaten Bulukumba

Rifaldi Rifaldi, Mursyid Mustafa, Khilda Wildana Nur, Ashari Abdullah, Rohana Rohana, Nurhikmah Paddiyatu

Abstract


Pelabuhan Bira merupakan salah satu pelabuhan terbesar di Bulukumba yang berfungsi sebagai pelabuhan penyeberangan penumpang dan barang. Kondisi Pelabuhan Bira saat ini, tidak lengkapi dengan fasilitas yang memadai dikarenakan beberapa komponen fasilitas telah mengalami kerusakan. Minimnya fasilitas penunjang yang ada di Pelabuhan Bira tidak mengoptimalkan kenyamanan, keselamatan dan keamanan pengguna pelabuhan. Penumpang terkadang mengalami kesulitan dalam alur dan sirkulasi pada pelabuhan saat ini. Kurangnya tanaman hijau pada kawasan pelabuhan serta tidak terawatnya lingkungan laut pada area pinggir dermaga menyebabkan sirkulasi udara terganggu dikarenakan pertukaran oksigen dengan CO₂ pada area pelabuhan sangat tidak sehat. Tujuan perancangan Pelabuhan Bira adalah mewujudkan pelabuhan yang berstandar nasional, sesuai dengan fungsi pelabuhan dan menerapkan konsep ecoport sebagai pendekatan atau upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi masalah lingkungan pada Pelabuhan Bira. Metode pendekatan yang diterapkan yaitu konsep ecoport yang disusun berdasarkan “Pedoman Teknis Konsep Ecoport” Dirjen Perhubungan Laut. Hasil perancangan ini konsep tapak dengan luas 3,4 ha, tersedia fasilitas terminal penumpang yang dilengkapi ruang tunggu kapasitas 400 orang, hotel kapsul, cafe, restauran, area check-in, dan ruang manajemen bangunan, lapangan penumpukan dengan luas 1672 m², ruang terbuka hijau, masjid, jalur gangway, dan menara pemantau. Penelitian ini menyimpulkan Pelabuhan Bira menjadi pelabuhan berstandar nasional yang sesuai dengan fungsinya, dan menerapak 3 “Pedoman Teknis Konsep Ecoport” pada perancangan pelabuhan ini.

Full Text:

1-13 PDF

References


Ayunda, L. D. (2016). Aplikasi Konsep Ecoport di Terminal Teluk Lamong, Surabaya (Doktoral dissertation). Inst itut Teknologi Sepuluh

Nopember.

Fadillah, A., Manullang, S., Habibi, M.R., & Pratama, P. (December 2019). Penerapan Ecoport pada Pelabuhan Kapal Wisata. In Seminar

MASTER PPNS (Vol. 4, No. 1, pp. 25-34).

Journee, H., Wooldridge, C. (25 June 2013). Access to Ecoport Tools for Port Environmental Management, XXII Latin American Congress

of Ports AAPA. Bogota, Colombia.

Moedjiono. (2003). Penerapan Konsep Desain Arsitektur James Striling pada Perancangan Terminal Penumpang Kapal Laut Tanjung

Emas. Semarang.

Muhammad, Haris. (2013). Proposal Ecoport. Surabaya

Neugebauer, F. (2012). EMAS and ISO 14001 in the German Industry-Complements or Substitutes? J. Clen. Prod, 37, 249-256.

Ramadhan, A. (2016). Aplikasi Konsep Ecoport Pelabuhan Tanjung Perak, Surabya (Doktoral dissertation). Institut Teknologi Sepuluh

Nopember.

Siahaan, Eddy lhut. (2012). Pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok Berwawasan Lingkungan (Ecoport) Dalam Rangka Pengelolaan

Pesisir Terpadu (Studi Kasus Pelabuhan Tanjung Priok), Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Testa, F., Rizzi, F., Daddi, T., Gusmerotti, N., Frey, M. (2013). EMAS and ISO 14001: the Differences in Effectively Improving

Environmental Performance J. Clen. Prod. 37, 165-173.

Triatmodjo, B. (2010). Perencanaan Pelabuhan. Beta Offset. (pp. 3-13). Yogyakarta


Refbacks

  • There are currently no refbacks.