The Jurisdiction Of The Religious Courts Over Islamic Banking Disputes In Indonesia
DOI: https://doi.org/10.26618/n7c5qe14
Abstract
The settlement of Islamic economic disputes, particularly those related to Islamic banking, falls under the jurisdiction of the Religious Courts in Indonesia. This study examines two main issues: the scope of the Religious Courts’ authority in resolving Islamic banking disputes and their readiness in terms of institutional structure, legal politics, and substantive law. The research aims to analyze the legal foundation of such authority and to assess the institutional and normative preparedness of the Religious Courts in handling Islamic banking disputes. This study employs a descriptive qualitative method with a normative–conceptual approach, using primary data derived from statutory regulations, legal documents, and relevant legal literature. The findings indicate that the absolute jurisdiction of the Religious Courts is expressly regulated in Article 49 of Law No. 3 of 2006, which authorizes these courts to examine, adjudicate, and resolve disputes among Muslims, including those arising from Islamic economic transactions. Furthermore, the readiness of the Religious Courts in resolving Islamic banking disputes encompasses three key aspects: the professionalism and legal competence of judges and court officials; the understanding of legal politics to harmonize the Islamic banking legal system with the conventional banking framework while upholding Islamic legal principles; and the strengthening of legal substance through the enactment of statutory regulations and the development of the Compilation of Islamic Economic Law (Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah/KHES). These elements are essential to ensure effective and legally sound dispute resolution within the Religious Court system.
References
Abdillah, K., & Susilawati, Y. (2020). Sejarah Kodifikasi Hukum Ekonomi Syariah di Indonesia. Al-Huquq: Journal of Indonesian Islamic Economic Law, 2(1), 114–132.
Adibah, A. W. (2016). Studi Analisis Pembentukan Undang- Undang Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah Dalam Perspektif Politik Hukum Nasional. IAIN Tulungagung Research Collections, 2(2), 1–20.
Agustin Wulandari, R., & Firdaus. (2023). Kajian Perkembangan Regulasi Penyelesaian Sengketa Perbankan Syariah di Indonesia Dalam Perspektif Politik Hukum. 5(4). https://doi.org/10.31933/unesrev.v5i4
Aprianto, U. G. (2023). Rekonstruksi Regulasi Prosedur Mediasi Dalam Penyelesaian Perkara Di Peradilan Agama Berbasis Nilai Keadilan. UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG.
Aryanto, J. (2012). Dualisme Yurisdiksi Antara Peradilan Umum dan Peradilan Agama Terhadap Sengketa Ekonomi Syariah. ADIL: Jurnal Hukum, 3(1), 93–122.
Azqia, H., Ali, M. M., & Nurhasanah, S. (2024). Islamic Financial Inclusion Index in Indonesia and its Correlation to Women’s Quality of Life. Ekonomi Islam Indonesia, 6(1). https://doi.org/10.58968/eii.v6i1.479
Badruzaman, D. (2019). Implementasi Hukum Ekonomi Syariah pada Lembaga Keuangan Syariah. Maro: Jurnal Ekonomi Syariah dan Bisnis, 2(2), 82–95.
Bagenda, C., Rizkia, N., Fardiansyah, H., Usman, R., Amri, Hidayat, M. R., Soleh, Y., Suhartini, Kuahaty, S., Akib, I., Irwanto, Sulaiman, S., Kholis, I., & Sipayung, B. (2023). Hukum Perdata. Bandung Whidina Bakti Persada.
Conita, S. (2023). Akuntabilitas Penerapan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2019 Dalam Penyelesaian Perkara Ekonomi Syariah Di Pengadilan Tinggi Agama Jakarta & Banten. Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Danisman, G., Demir, E., Tarazi, A., & Bilgin, M. (2020). Economic uncertainty and bank stability: Conventional vs. Islamic banking.
Friedman, L. M. (2005). A history of American law. Simon and Schuster.
Hafi, F., & Budiman, B. (2017). Penerapan Asas Lex Specialis Derogat Legi Generalis dan Penyelesaian Sengketa Ekonomi dalam Undang-Undang Perbankan Syariah di Indonesia. Al-Ihkam: Jurnal Hukum & Pranata Sosial, 12, 149. https://doi.org/10.19105/al-ihkam.v12i1.1200
Hasan, H. (2010). Kompetensi peradilan agama dalam penyelesaian perkara ekonomi syariah. Gramata Pub.
Hermawan, D., & Sumardjo. (2016). Kompilasi Hukum Islam Sebagai Hukum Materiil Pada Peradilan Agama. YUDISIA: Jurnal Pemikiran Hukum Dan Hukum Islam, 6(1), 24–46.
Indra Bangsawan, M. (2017). EKSISTENSI EKONOMI ISLAM (STUDI TENTANG PERKEMBANGAN PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA). Dalam Jurnal Law and Justice (Vol. 2, Nomor 1). http://www.
Irawan, M. (2018). Politik hukum ekonomi syariah dalam perkembangan lembaga keuangan syariah di Indonesia. Jurnal Media Hukum, 10–21.
Irsyad, M. (2023). Perbandingan perbankan konvensional dan syariah (studi mengenai perbedaan). Iuris Studia: Jurnal Kajian Hukum, 4(2), 65–71.
Ishak, A., Nawi, S., Baharuddin, H., & Alam, S. (2021). Penyelesaian Sengketa Perbankan Syariah Menurut Peraturan Perundang-Undangan. Journal of Lex Generalis (JLG), 2(1), 168–184.
Iyan, A. P. (2017). Kompilasi Hukum Islam dalam Perspektif Hukum Positif Indonesia. Lex Crimen, 6(8).
Kamal, H. (2023). Kesiapan Mahkamah Syariah Kota Lhokseumawe terhadap Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah Pasca Qanun Nomor 11 Tahun 2018. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 7, 19–32. https://doi.org/10.26618/j-hes.v7i01.11075
Komite Nasional Keuangan Syariah. (2023). Insight: Trend Konversi ke Bank Syariah untuk Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas Bisnis.
Lahrech, N., Lahrech, A., & Boulaksil, Y. (2014). Transparency and performance in Islamic banking. International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management, 7(1), 61–88. https://doi.org/10.1108IMEFM-06-2012-0047
Lee, S. P., & Isa, M. (2017). Determinants of bank margins in a dual banking system. Managerial Finance, 43. https://doi.org/10.1108/MF-07-2016-0189
Lev, D. S. (1978). Judicial Authority and the Struggle for an Indonesian Rechtsstaat. Law & Society Review, 13(1), 37–71. https://doi.org/10.2307/3053242
Madjid, S. S., Amri, U., & Mansyur, F. (2023). Implementasi Gugatan Sederhana (Small Claim Court) Dalam Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syari’ah Di Pengadilan Agama Kota Makassar. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 7(02), 99–111.
Mahfud, M. (2000). Politik Hukum Hak Asasi Manusia di Indonesia. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 7(14), 1–30.
Mashudi, M. (2016). Kapitalisme Runtuh Ekonomi Syariah Berkah (Napaktilas Constitutum Menuju Constituendum). Economica: Jurnal Ekonomi Islam, 4, 83. https://doi.org/10.21580/economica.2013.4.1.687
MD., Moh. M. (2009). Politik Hukum Dalam Perda Berbasis Syari’ah. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 14(1). https://journal.uii.ac.id/IUSTUM/article/view/1058
Mohammad, M. T. S. (2015). Theoretical and trustees’ perspectives on the establishment of an Islamic social (Waqf) bank. Humanomics, 31, 37–73. https://doi.org/10.1108/H-05-2013-0032
Najib, L. A., Sa’adah, S. L., & Nurcahyono, Moh. L. (2024). Problem Pelaksanaan Kompetensi Pengadilan Agama di Bidang Ekonomi Syariah. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 18(3), 1807. https://doi.org/10.35931/aq.v18i3.3487
Oslami, A. (2022). KEDUDUKAN PENGADILAN AGAMA DAN BASYARNAS DALAM MENYELESAIKAN SENGKETA EKONOMI SYARIAH. AT-TASYRI’: JURNAL ILMIAH PRODI MUAMALAH, 27–40. https://doi.org/10.47498/tasyri.v14i1.860
Otoritas Jasa Keuangan. (2024). Statistik Perbankan Syariah.
Peraturan Mahkamah Agung Nomor 5 Tahun 2016 tentang Sertifikasi Hakim Ekonomi Syariah (2016).
Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penyelesaian Perkara Ekonomi Syariah (2016).
Permata, C., & Ali, Z. Z. (2022). Implikasi Asas Personalitas Keislaman Terhadap Penyelesaian Sengketa Antara Muslim dan Non-Muslim di Pengadilan Agama. Dialog, 45(2), 181–194.
Putusan Mahkamah Konstitusi terkait kontradiksi Pasal 55 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Perbankan Syariah (7 Oktober 2012). mkri.id
Rahmi, D. (2014). Ruang Lingkup Kewenangan Peradilan Agama Dalam Mengadili Sengketa Ekonomi Syariah. Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran, 13(2). https://doi.org/10.18592/syariah.v13i2.174
Rahmi, N., & Taufik, M. (2022). Reaktualisasi ajaran Islam Indonesia (telaah pemikiran Harun Nasution dan A. Mukti Ali). Philosophy and Local Wisdom Journal (Pillow), 1(1).
Rambey, G. (2023). Kompetensi Pengadilan Agama Dalam Penyelesaian Sengketa Perbankan Syariah di Indonesia. Sanksi, 3(2).
Rasyid, A., & Putri, T. (2019). KEWENANGAN LEMBAGA PENYELESAIAN SENGKETA PERBANKAN SYARIAH. Jurnal Yudisial, 12, 159. https://doi.org/10.29123/jy.v12i2.256
Rasyid Rizani, Fahmi Hamdi, & Erla Sharfina Permata Noor. (2024). Penerapan Prinsip Syariah dalam Produk Perbankan Syariah. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 2(1), 109–138. https://doi.org/10.62976/ijijel.v2i1.370
Rohman, K., Sabiq, F., & others. (2023). Implementasi Perma Nomor 5 Tahun 2016 Tentang Sertifikasi Hakim Ekonomi Syariah Terhadap Penanganan Perkara Di Pengadilan Agama Sukoharjo. El-Iqthisady: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 34–45.
Sahroni, A. H. (2020). Pertimbangan Hakim Pengadilan Agama Mataram Kelas 1 A Dalam Penyelesaian Perkara Perbankan Syariah. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Sayyaf, R. (2017). Pandangan Hakim Pengadilan Agama Kabupaten Malang: Terhadap asas penundukan diri (Self Submission) dalam penyelesaian sengketa Ekonomi Syariah Perspektif Teori Sistem Hukum. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
Septiani, R. (2022). Kedudukan Non Muslim dalam Berperkara di Pengadilan Agama Atas Dasar Asas Personalitas Keislaman. Mutawasith: Jurnal Hukum Islam, 5(2), 136–144. https://doi.org/10.47971/mjhi.v5i2.437
Suadi, A. (2020). Judicial Authority and the Role of the Religious Courts in the Settlement of Sharia Economic Disputes. Lex Publica, 7, 1–14. https://doi.org/10.58829/lp.7.2.2020.1-14
Sulaikin Lubis, S. H. (2018). Hukum Acara Perdata Peradilan Agama Di Indonesia. Kencana.
Syukran, M., & Mariani. (2023). Penyelesaian Sengketa Dan Ruang Lingkup Ekonomi Syariah. Dalam Journal Of International Multidisciplinary Research E-ISSN (Vol. 1, Nomor 2).
Trisanty, A. (2018). The Profit Sharing Implementation For Financing In Indonesian Sharia Banking. Dalam Airlangga International Journal of Islamic Economics and Finance (Vol. 1, Nomor 1).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama (2006).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama (1989).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah (2008).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman (2009).
Utama, A. (2020). Perkembangan Perbankan Syariah Di Indonesia. UNES Law Review, 2, 290–298. https://doi.org/10.31933/unesrev.v2i3.121
Zahraa, M. (1995). Legal personality in Islamic law. Arab LQ, 10, 193.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 St Salehah Madjid, Amri, Nurwahidin, Nurmi, Fayziev

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Dalam hal artikel diterima oleh Tim Editorial Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, dengan nomor terdaftar ISSN 2549-4872 (print), ISSN 2654-4970 (Online) dan Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan jurnal hak publikasi pertama dengan karya yang secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
Prodi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Makassar sebagai penerbit Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, dengan nomor terdaftar ISSN 2549-4872 (print), ISSN 2654-4970 (Online) memegang hak publikasi pertama semua artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini.
Prodi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Makassar memiliki hak untuk mereproduksi dan mendistribusikan artikel dan penulis tidak diizinkan untuk menerbitkan artikel yang sama yang diterbitkan dalam jurnal ini.
Pernyataan Keaslian dan Naskah Hak Cipta dapat diunduh: di sini
Setelah mengisi surat pernyataan, silakan kirim via email: jurnal.hes@gmail.com
License:
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. View My Stats
Authors are free to:
Share: copy and redistribute the material in any medium or format
Adapt: remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms. which include the following:
Attribution: You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike: If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.


