Eksistensi Tennung Walida (Gedogan) Kain Sutera di Desa Rumpia Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo

Firdaus Firdaus

Abstract


Penelitian ini bertujuan mengungkapkan eksistensi penggunaan alat tennung walida (gedogan) dalam proses pembuatan kain sutera di Desa Rumpia Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo. Adapun jenis penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi Tennung Walida di Desa Rumpia masih tetap ada dan digunakan oleh beberapa masyarakat penenun dikarena kain yang di tenun menghasilkan kualitas serta harga jual yang tinggi serta masih ada masyarakat konsumen yang memesan kain yang di tenun menggunakan Tennung Walida. Adapun persepsi masyarakat tentang penggunaan Tennung Walida di era modernisasi di Desa Rumpia, masih dapat digunakan oleh masyarakat penenun karena sampai saat ini pengguna tennung walida tetap mewariskan pengetahuannya menggunakan Tennung Walida kepada anak-anaknya dan terus memelihara dan merawat agar masih dapat digunakan dan tetap menjadi bagian dari kehidupannya, meskipun saat ini Tennung Walida sudah mulai berkurang karena adanya alat tenun yang lebih Modern yang sudah banyak beredar saat ini serta adanya jenis usaha kekinian yang lebih diminati masyarakat.


Keywords


Eksistensi; Tennung Walida; Kain Sutera.

Full Text:

PDF

References


Ajman Satori, Aan Komariah. 2013. Metodologi Penelitian Kualitatif, Alfabeta, Bandung.

Akil, Sulfiana, Besse. 2019. Analisis Penerapan Tenaga Kerja Industri Tenun Sutera Di Desa Pakanna Kecamatan Tanasitolo Kabupaten Wajo.

Akil, Sulfiana, Besse. 2019. Analisis Penerapan Tenaga Kerja Industri Tenun Sutera Di Desa Pakanna Kecamatan Tanasitolo Kabupaten Wajo.

Arifin Zainal. 2012. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Makassar: Anugrah Mandiri.

Crain, William. 2007. Theories of Development: Concepts and Applications, 3rd ed., terj. Yudi Santoso, Teori Perkembangan: Konsep dan Aplikasi, cet.1, Yogyakarta: Pustaka Pelajar,

Djam’an, S., & Aan, K. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: alfabeta..

Gobyah, I. K. 2003. Berpijak pada Kearifan Lokal. Bali Pos, 4.

Guswandhi, Ferry dkk. 2018. Pengembangan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) Menggunakan Sistem Dobby Elektronik. Volume 33 Nomor 29-36

Guswandhi, Ferry dkk. 2018. Pengembangan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) Menggunakan Sistem Dobby Elektronik. Volume 33 Nomor 29-36

Hadi, S. dalam Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendahuluan. Alfabeta, Bandung.

Khiyarusoleh, Ujang. 2016. "Konsep Dasar Perkembangan Kognitif Pada Anak Menurut Jean Piaget." DIALEKTIKA Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Pendidikan Dasar 5.1.

Kusuma, andi ima. 2018. Eksistensi Komunitas Penenun Bugis (Sebuah Refleksi Sosio-Kultural Masyarakat Wajo). Jurnal Walasuji, Volume 9 nomor 2.

Moleong, L. J., & Edisi, P. R. R. B. 2004. Metodelogi penelitian. Bandung: Penerbit Remaja Rosdakarya.

Nasution, S. 1996. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif Tarsito.

Nurmeisarah, Trisna dkk. 2015. Tinjauan Tentang Tenun Tradisional Dusun Sade Desa Rambitan Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Volume X

Rahman, N., & Mariani, M. 2009. Kearifan lingkungan hidup manusia Bugis berdasarkan naskah Méong Mpaloé. La Galigo Press.

Robert H. Lauer, Perspektif Tentang Perubahan Sosial, Jakarta : Rineka Cipta, 1993.

Setiawan, Budiana, and RR Nur Suwarningdyah. 2014. "Strategi pengembangan tenun ikat kupang provinsi nusa tenggara timur." Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 20.3: 353-367.

Soekanto Soerjono dkk. 2014. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Sugiyono, D. 2008. Metode penelitian bisnis. Bandung: Pusat Bahasa Depdiknas.

Sugiyono, S. 2010. Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, CV.

Sulvianajayanti dkk. 2015. Makna Pesan Komunikasi Motif Kain Sutera Sengkang Pilihan Konsumen Di Kota Makassar. Volume 4 Nomor 1

Syukur, Muhammad dkk. 2014. Transformasi penenun bugis - wajo menuju era modernitas. Jurnal studi sejarah paramita, Volume 24 nomor 1

Tahara, tasrifin. 2013. Lipa Sabbe’ Sengkang: Identitas dan Tantangan Teknologi Sarung Sutera Bugis.

Tylor, E. B. (1871). Primitive culture: Researches into the development of mythology, philosophy, religion, art and custom (Vol. 2). J. Murray.

Wahyuni Andi Dwi Eka. 2013. Motif Lipa Sabbe (Sarung Sutera) Sengkang Kabupaten Wajo Provinsi Sulawesi Selatan. Program S1 Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya (UNS). E-Jurnal Vol.02. No.02




DOI: https://doi.org/10.26618/equilibrium.v9i3.6059

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Equilibrium: Jurnal Pendidikan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Diterbitkan:

Program Studi Pendidikan Sosiologi 
Keguruan dan Ilmu Pendidikan 
Universitas Muhammadiyah Makassar 
Alamat: Jalan Sultan Alauddin No 259 
Email: jurnalsosiologi@unismuh.ac.id   

Bekerjasama Dengan Asosiasi Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi Indonesia (APPSANTI)


 

Lisensi Creative Commons
Karya ini dilisensikan dengan Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 .

Lihat Statistik Saya