Habitus dan Krisis Transmisi Pengetahuan Tradisional: Analisis Sosiologis Regenerasi Pengrajin Songkok Recca di Kecamatan Awampone

Authors

DOI:

https://doi.org/10.26618/tq50ex37

Abstract

Penelitian ini menganalisis dinamika transmisi pengetahuan tradisional dalam konteks regenerasi pengrajin Songkok Recca di Kecamatan Awampone, Sulawesi Selatan. Menggunakan kerangka teoretis Pierre Bourdieu tentang habitus dan modal kultural, studi ini mengungkapkan bagaimana mekanisme pewarisan pengetahuan tradisional mengalami disrupsi signifikan akibat transformasi struktural masyarakat kontemporer. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode etnografi dan wawancara mendalam terhadap 25 pengrajin dari tiga generasi berbeda, penelitian ini menemukan bahwa fragmentasi waktu interaksi intergenerasional, transformasi struktur keluarga, dan devaluasi pengetahuan tradisional dalam hierarki epistemik kontemporer menjadi faktor krusial dalam menurunnya minat generasi muda terhadap kerajinan tradisional. Temuan menunjukkan bahwa generasi muda mengalami "generation gap" tidak hanya pada dimensi teknologis dan ekonomis, tetapi juga epistemologis dan aksiologis. Penelitian ini berkontribusi pada diskursus sosiologi pengetahuan dengan mendemonstrasikan bagaimana modal kultural tradisional mengalami devaluasi dalam konteks ekonomi kreatif kontemporer, sekaligus mengidentifikasi strategi adaptif yang dikembangkan pengrajin untuk mempertahankan relevansi pengetahuan tradisional.

Downloads

Published

2026-01-19

How to Cite

Habitus dan Krisis Transmisi Pengetahuan Tradisional: Analisis Sosiologis Regenerasi Pengrajin Songkok Recca di Kecamatan Awampone. (2026). Equilibrium: Jurnal Pendidikan, 14(1). https://doi.org/10.26618/tq50ex37