PROSES BERPIIR KREATIF MODEL WALLAS DALAM MEMECAHKAN MASALAH RELASI DAN FUNGSI DITINJAU DARI PERSPEKTIF GENDER SISWA KELAS VIII SMPN 26 MAKASSAR

Rudi Rudi

Abstract


Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses berpikir kreatif siswa dalam memecahkan masalah relasi dan fungsi ditinjau dari perspektif gender. Jenis Penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif, penelitian dilakukan pada kondisi objek yang alami. Subjek Penelitian ada 6 yaitu siswa laki-laki berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah, dan siswa perempuan berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen penelitian menggunakan tes, wawancara dan dokumentasi. Adapun Prosedur Penelitian yang digunakan yaitu Tahap Pra Lapangan, Tahap Kegiatan Lapangan, Tahap Analisis Data. Hasil Penelitian proses berpikir kreatif model wallas ditinjau dari perspektif gender antata lain,  Tahap Persiapan Subjek laki-laki dominan dapat memahami informasi awal dengan menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan, Subjek LBT dan LBS dapat memahami informasi awal dengan baik, namun subjek LBR tidak dapat memahaminya. Sedangkan subjek perempuan dominan tidak dapat memahami informasi awal, hanya subjek PBT yang dapat menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan. Tahap Inkubasi Subjek laki-laki berhenti atau diam sejenak untuk memunculkan sebuah ide sambil mengaitkan materi yang pernah didapatkan. Sedangkan subjek perempuan, subjek PBT berhenti sejenak sambil membaca berkali-kali soal yang diberikan, subjek PBS langsung mendapatkan ide, subjek PBR berhenti sejenak untuk memunculkan sebuah ide. Tahap Iluminasi Subjek LBR mendapatkan beberapa ide dengan jawaban yang benar, subjek LBS dan LBR hanya satu ide yang didapatkan dengan jawaban yang benar. Sedangkan subjek perempuan, subjek PBT mendapatkan beberapa ide dan dapat menyelesaikan jawaban dengan benar, subjek PBS dan PBR hanya mendapatkan satu ide dengan jawaban yang salah. Tahap Verifikasi Subjek laki-laki dominan memeriksa kembali jawaban yang telah dikerjakan hanya subjek LBR yang tidak memeriksa kembali jawabannya. Sedangkan subjek perempuan dominan tidak memeriksa kembali jawaban, hanya subjek PBT yang memeriksa kembali jawaban yang telah dikerjakan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa Tingkat kreatif dari perempuan berkemampuan tinggi ini berada pada tingkatan ke 4 yaitu sangat kreatif. Subjek PBS berada pada tingkat berpikir kreatifnya di tingkat 0 (tidak kreatif). Subjek PBR pada tingkatan kreatif berada pada tingkat 0 (Tidak Kreatif). Subjek LBT tingkat berpikir kreatifnya berada pada tingkat 4 (sangat kreatif). Subjek LBS tingkat berpikir kreatifnya berada pada tingkat 2 (cukup kreatif). Subjek LBR tingkat berpikir kreatifnya berada pada tingkat 2 (cukup kreatif).

 

Kata kunci: Berpikir kreatif, Model Walles, Kemampuan Matematika, Gender, Relasi dan Fungsi


Full Text:

Untitled PDF

References


Amir. 2013. Perspektif Gender dalam Pembelajaran Matematika. Jurnal Marwah 12(1).

Frastica. 2013. Peningkatan Kemampuan Koneksi Matematis Melalui Pendekatan Open Ended pada Siswa SMP Ditinjau dari Perbedaan Gender. Skripsi. UIN Sunan Kalijaga.

Isvina, W, Y. 2015. Proses Berpikir Kreatif dalam Memecahkan Masalah Sub Pokok Bahasan Trapesium Berdasarkan Tahapan Wallas ditinjau dari Adversity Ouotient (AQ) Siswa Kelas VII-C SMP Negeri 1 Jember. Jurnal Ilmiah Mahasiswa1(1).

Mutmainnah, M., dkk. (2019). Penerapan Strategi Probing Prompting Dalam Pembelajaran Matematika Materi Relasi Dan Fungsi Di Smp. Lentera Sriwijaya: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, 1(1), 27-37.

Nur’aini, R, A. 2013. Profil Proses Berpikir Kreatif Berpandu Model Wallas dan Tingkat Berpikir Kreatif Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Pokok Bahasan Fungsi Kuadrat Ditinjau dari Perspektif Gender dan Kemampuan Matematika. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret, Surakarta

Sari, A. P., dkk. (2017). Proses berpikir kreatif siswa dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan model Wallas. Beta: Jurnal Tadris Matematika, 10(1), 18-32.




DOI: https://doi.org/10.26618/jp.v8i1.5259

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal PENA : Penelitian dan Penalaran

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Flag Counter Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. View My Stats