Pengaruh Peningkatan Konsentrasi Karbondioksida (CO2) terhadap Pertumbuhan Populasi dan Performansi Fitoplankton Adopsi (Emiliania Huxleyi Sp) Skala Laboratorium

Sahabuddin Sahabuddin, Andi Khaeriyah, Agus Chadijah

Abstract


Emiliania huxleyi sp merupakan fitoplankton kosmopolit yang terdapat di seluruh dunia, Fitoplankton ini biasa juga disebut dengan coccolith, yang memiliki ciri-ciri umum mengandung kapur karbonat (calcareous). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh peningkatan konsentrasi karbondioksida (CO2) terhadap pertumbuhan populasi dan performansi fitoplankton adopsi Emiliania huxleyi skala laboratorium. Pada penelitian ini dipilih lima perlakuan dan tiga ulangan yaitu konsentrasi karbondioksida (CO2) 385 ppm, konsentrasi karbondioksida (CO2) 450 ppm, konsentrasi karbondioksida (CO2) 550 ppm, konsentrasi karbondioksida (CO2) 650 ppm dan konsentrasi karbondioksida (CO2) 750 ppm. Untuk analisis data kepadatan Emiliania huxleyi sp dilakukan dilaboratorium. Parameter yang diamati yaitu kepadatan pertumbuhan harian dengan menggunakan rumus kepadatan yang dihitung setiap hari bersama dengan pengukuran kualitas air yakni, suhu air, derajat keasaman (pH), oksigen terlarut (DO) dan salinitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan Emiliania huxleyi sp dari dari semua perlakuan, kepadatan tertinggi didapatkan pada perlakuan konsentrasi (CO2) 385 ppm, Kedua yaitu konsentrasi (CO2) 450 ppm, ketiga konsentrasi (CO2) 550 ppm, keempat konsentrasi (CO2) 650 ppm dan paling terendah yaitu konsentrasi (CO2) 750 ppm.

Kata Kunci : Fitoplankton, Karbondioksida (CO2)

Emiliania huxleyi sp is phytoplankton, cosmopolitan with a presence throughout the world, this Phytoplankton also called coccolith, which have the general characteristics of carbonate containing lime (calcareous). This study aimed to determine the effects of increasing concentrations of carbon dioxide (CO2) on the growth of phytoplankton populations and performance Emiliania huxleyi laboratory scale adoption. In this study selected five treatments and three replications, namely the concentration of carbon dioxide (CO2) 385 ppm, the concentration of carbon dioxide (CO2) of 450 ppm, the concentration of carbon dioxide (CO2) 550 ppm, the concentration of carbon dioxide (CO2) of 650 ppm and the concentration of carbon dioxide (CO2) of 750 ppm. Emiliania density for data analysis conducted laboratory huxleyi sp. The parameters observed were daily growth density by using density formula is calculated each day along with the measurement of water quality, water temperature, acidity (pH), dissolved oxygen (DO) and salinity. The results showed that the density Emiliania huxleyi sp of all treatments, the highest density obtained at treatment concentration (CO2) 385 ppm, second is concentration (CO2) of 450 ppm, the third concentration (CO2) 550 ppm, a fourth concentration (CO2) of 650 ppm and ie the lowest concentration (CO2) of 750 ppm.

Keywords: phytoplankton, carbon dioxide (CO2)

Full Text:

PDF

References


Cahyaningsih, S., Achmad, N.,Sugeng, J.P., 2005. Kultur Murni Phytoplankton. Departemen kelautan dan Perikanan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Balai Budidaya Air Payau Situbondo.

Effendie, M.I, 1979. Metode Biologi Perikanan.Cetakan Pertama. Penerbit Yayasan Dwi Sri Bogor, 112.

Effendie, H.,2003. Telaah Kualitas Air, Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan, Penerbit Kanisius.Yogyakarta.

Foog, G. F, 1965. Algal Cultures and Phytoplankton Ecology. The University of Wisconsin Press, London. 126 hal.

Foog, G. F, 1975. Algal Cultures and Phytoplankton Ecology. The University of Wisconsin Press, London. 126 hal.

Gosari, Benny. 2002. Skripsi Komposisi Jenis Fitoplankton Berbahaya di Sekitar Pelabuhan Soekarno Hatta. Universitas Hasanuddin. Makassar.

Gusrina, 2008. Budidaya Ikan Jilid II. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.

Houghton, J.T.Y. Ding, D. J. Griggs, M. Noguer, P. J. Van der Linden, X.Dai, K. Maskell and C. A. Johnson. 2001. Climate Change 2001: The Assessment Report of the Intergofermental Panel of Climate Change. Cambridge Univ. Press, Cambridge, UK. AND New York, U.S.A.

Lavens, P dan Sorgeloos, P. 1996. Manual on The Production and Use For Live Food For Aquakulture. F.A.O. Tecnichal Paper.

Messenreng, 2002. Komposisi dan kelimpahan fitoplankton Crysophyta (Phaeodactylom sp., Chaetoceros sp., Pavlova sp.) pada berbagaitingkat kandungan unsur hara nitrogen, fospat, dan Salikat. Skripsi. Jurusan MSP. FPIK IPB, Bogor. 54 hal.

Sachlan, M. 1982. Planktonologi. UNDIP: Semarang.

Sudjiharno, 2002. Budidaya Fitoplankton dan Zooplankton. Departemen kelautan dan Perikanan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Balai Budidaya Laut Lampung.

Taw, 1990. Petunjuk Pemeliharaan Kultur Murni dan Massal Mikro Alga. Proyek Pengelolaan Budidaya Ikan Jepara (diterjemahkan oleh B Marto Sudarrno dan Wulani)




DOI: https://doi.org/10.26618/octopus.v3i2.552

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Sahabuddin Sahabuddin, Andi Khaeriyah, Agus Chadijah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
OCTOPUS: Jurnal Ilmu Perikanan under by Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.