IMPLIKASI SEMANTIS STRUKTUR MUBTADA' KHABAR PADA BAB THARAH MATAN GHAYAH WA AL-TAQRIB

DOI: https://doi.org/10.26618/d1btp345

Authors

  • Siti Nurjanah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Irman Abdul Maulana UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Dr. Aang Saeful Millah, M.A UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Muhammad Najwan Riziq Al Bukhori UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Nur Muhammad Fauzi

Abstract

Kitab fikih klasik ( matan ) sering kali dikaji hanya dari aspek teologis-yuridis, sehingga mengabaikan rekayasa linguistik di balik perumusan teks hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur sintaksis klausa nominal ( jumlah ismiyyah ) khususnya hubungan mubtada' dan khabar , serta mengungkap implikasi semantisnya terhadap kepastian hukum dalam bab Tharah kitab Matan al-Ghayah wa al-Taqrib karya Abu Syuja'. Menggunakan desain deskriptif-kualitatif dengan pendekatan stilistika-semantis dan analisis tekstual sekuensial, penelitian ini membedah seluruh unit klausa nominal yang berfungsi sebagai data primer wacana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% data kuantitas hukum (seperti jumlah jenis air dan pembatal wudu) dikunci secara rigid oleh khabar mufrad berbentuk bilangan ( 'adad-ma'dud ), yang secara semantis menghasilkan fungsi al-hasr al-kammī dan definisi absolut ( al-had al-jāmi' al-māni' ). Selain itu, teknik elipsis ( hadzf al-mubtada' ) ditemukan konsistensi pada setiap awal kepala sub-bab sebagai instrumen demarkasi topik ( al-fashl al-maudhū'ī ) guna mencapai efisiensi tekstual ( i'jāz al-iktifā' ). Implikasi teoritis dari penelitian ini menegaskan bahwa stabilitas struktur klausa nominal ( tsubut ) dalam bahasa Arab klasik bukan sekedar pilihan estetika sastra, melainkan sebuah instrumen linguistik yang didesain secara matematis untuk mencerminkan nilai kepastian hukum ( qath'iyyatul hukm ) dalam epistemologi hukum Islam. Secara praktis, temuan ini memberikan metodologi baru bagi akademisi hukum Islam dalam menguji otentisitas teks matan melalui analisis struktur sintaksis maknawi.

Kata Kunci: Kepastian Hukum; Nominal Klausa; Matan Abi Syuja' ; Mubtada' - Khabar ; Stilistika Semantis.

Abstrak

Teks-teks yurisprudensi Islam klasik (matn) seringkali hanya diteliti dari perspektif teologis-yuridis, sehingga mengabaikan rekayasa linguistik di balik formulasi hukum Islam. Studi ini bertujuan untuk menganalisis struktur sintaksis klausa nominal (jumlah ismiyyah), khususnya hubungan mubtada' dan khabar, dan mengungkap implikasi semantiknya terhadap kepastian hukum dalam bab Tharah dari Matan al-Ghayah wa al-Taqrib karya Abu Syuja. Dengan menggunakan desain deskriptif-kualitatif dengan pendekatan stilistik-semantik dan analisis tekstual sekuensial, studi ini membedah semua unit klausa nominal yang berfungsi sebagai data wacana utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% data mengenai pembatasan kuantitatif hukum (seperti jenis air dan hal-hal yang membatalkan wudhu) dikunci secara kaku oleh khabar mufrad dalam bentuk angka ('adad-ma'dud), yang secara semantik menghasilkan fungsi pembatasan kuantitatif (al-hasr al-kammī) dan definisi absolut (al-had al-jāmi' al-māni'). Lebih lanjut, teknik elipsis (hadzf al-mubtada') secara konsisten ditemukan di awal setiap sub-bab sebagai instrumen untuk pembatasan topik (al-fashl al-maudhū'ī) untuk mencapai efisiensi tekstual (i'jāz al-iktifā'). Implikasi teoretis dari penelitian ini menegaskan bahwa stabilitas struktur klausa nominal (tsubut) dalam bahasa Arab klasik bukan sekadar pilihan estetika sastra, tetapi merupakan instrumen linguistik yang dirancang secara matematis yang mencerminkan nilai kepastian hukum (qath'iyyatul hukm) dalam epistemologi hukum Islam. Secara praktis, temuan ini memberikan metodologi baru bagi akademisi hukum Islam untuk menguji keaslian teks matn melalui analisis struktural kognitif-sintaksis.

Kata Kunci: Kepastian Hukum; Matan Abi Syuja'; Mubtada'-Khabar; Klausul Nominal; Semantik Gaya.

Author Biographies

Siti Nurjanah, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Siti Nurjanah adalah mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Minat penelitiannya meliputi linguistik Arab, sintaksis bahasa Arab, semantik, dan kajian kitab turats.

Irman Abdul Maulana , UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Irman Abdul Maulana adalah mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Minat penelitiannya meliputi linguistik Arab, sintaksis bahasa Arab, semantik, dan kajian kitab turats.

Dr. Aang Saeful Millah, M.A, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Dr. Aang Saeful Millah, M.A. adalah dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Fokus penelitiannya meliputi linguistik Arab, sintaksis, semantik, pragmatik, dan kajian turats.

Muhammad Najwan Riziq Al Bukhori , UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Muhammad Najwan Riziq Al Bukhori adalah mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Minat penelitiannya meliputi linguistik Arab, sintaksis bahasa Arab, semantik, dan kajian kitab turats.

Nur Muhammad Fauzi

Nur Muhammad Fauzi adalah mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Minat penelitiannya meliputi linguistik Arab, sintaksis bahasa Arab, semantik, dan kajian kitab turats.

Downloads

Published

2026-06-13

How to Cite

IMPLIKASI SEMANTIS STRUKTUR MUBTADA’ KHABAR PADA BAB THARAH MATAN GHAYAH WA AL-TAQRIB. (2026). Al-Maraji’ : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, 10(1), 56-70. https://doi.org/10.26618/d1btp345

How to Cite

IMPLIKASI SEMANTIS STRUKTUR MUBTADA’ KHABAR PADA BAB THARAH MATAN GHAYAH WA AL-TAQRIB. (2026). Al-Maraji’ : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, 10(1), 56-70. https://doi.org/10.26618/d1btp345