Produksi Serasah Mangrove dan Kontribusinya terhadap Perairan Pesisir Kabupaten Sinjai

Abdul Haris, Ario Damar, Dietiech G. Bengen, Ferdinan Yulianda

Abstract


Hasil analisis produksi serasah, laju dekomposisi dan unsur hara yang terdapat pada serasah mangrove yang meliputi: daun, buah, bunga, dan ranting. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tongke Tongke dan Kelurahan Samataring Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai pada bulan Juli sampai Desember 2011. Metode yang digunakan untuk menghitung produksi serasah dipasang penampung serasah (litter trap) pada tiga lokasi yaitu ekosistem mangrove Tongke Tongke, Samatring dan tambak silvofishery sebanyak 15 buah yang berukuran 1x1x0,5 m yang terbuat dari waring hitam. Laju dekomposisi dilakukan pengamatan pada lima lokasi yang terbagi 15 stasiun yaitu: rasio 100 mangrove 3 stasiun, rasio 60% mangrove: 40% tambak 3 stasiun, rasio 30% mangrove: 70% tambak 3 stasiun, rasio 20% mangrove: 80% tambak 3 stasiun, dan rasio 10% mangrove : 90% tambak 3 stasiun. Kandungan unsur hara diambil sampel serasah mangrove dari daun, buah, bunga dan ranting sebanyak 30 gram, kemudian dianalisis di Laboratorium gizi Balai sereal Maros. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) produksi serasah kering pada tiga lokasi pengamtan diperoleh nilai rata rata sebesar 26.270 kg ha-1 th-1 , (2) laju dekomposisi pada lima lokasi pengamtan diperoleh nilai rata rata sebesar 0,24% hari-1, sehingga untuk sampel 30 gram diperlukan waktu terurai 124 hari, dan (3) kandungan unsure hara yang terdapat pada serasah berdasarkan jenis diperoleh masing masing; bahan organik sebesar 1.741.2 kg ha-1 th-1 , nitrogen 552.0 kg ha-1 th-1 , posfor 12.6 kg ha-1 th-1 , dan kalium 122.6 kg ha-1 th-1..

Kata kunci: produksi serasah, laju dekomposisi dan kandungan unsur hara.


Full Text:

PDF

References


Asbar 2007. Optimalisasi pemanfaatan kawasan pesisir untuk pengmbangan budidaya tambak di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Disertasi Sekolah Pascasarjana Institute Pertanian Bogor, Bogor.

Booruang P. 1984 The rate degration of mangrove leaves, Rhizophpra aviculata BL and Avicennia marina (FORSK) VIERH at Phuket Island, Westem Paninsula of Thailand. Procceding of Asian Symposium on mangrove Enviromment Research and Management (Ed.E. Soepadmo; A.N. Rao and D.J. Macibethos) Kualalumpur, June, 1984.pp.200-208.

Dahuri R. J. Rais, S.P. Ginting dan M.J. Sitepu 1996. Pengelolaan sumberdaya pesisir dan lautan secara terpadu PT. Pradnya Pramita Jakarta.

Kathiresan K. and B. L. Bingham 2001 Biology of Mangrove ekosistem. Avances in marine Biology. Volume 40:81-251

Mahmudi M., K, Soewardi. C. Koesmana, H. Hardjonijayo, A. Damar 2008. Laju dekomposisi serasah mangrove dan kontribusinya terhadap nutrient di hutan mangrove reboisasi fakultas perikanan dan kelautan universitas brawijaya malang- sekolah pascasarjana institute pertanian bogor. Jurnal penelitian perikanan. Nomor I. juni 2008: 19-25

Lugo A. E., and S.C. Snedaker 1974. The Ecology of Annual review and systematic. Vol. 5: 39-64

Lugo A. E. 1980 Mangrove ecosystem succesional of steady sate Biotrofica.12: 65-72

Sasekumar A.,and J.J. Loi 1983 Litter production in there mangrove forest zones in the Malay Peninsula. Aquatic Botany vol.17: 283-290.

Setiawan A.S. 2011 Produktivitas dan laju dekomposisi serasah daun mangrove di Kawasan hutan mangrove Segara Anakan, Cilacap.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN



Creative Commons License
OCTOPUS : Jurnal Ilmu Perikanan under by Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.

 

Flag Counter