EFEK HEPATOPROTEKTIF EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica Papaya L): STUDI KADAR Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) PADA TIKUS WISTAR YANG DIBERI PARACETAMOL

Krisma Susanti, Kanti Ratnaningrum, Andra Novitasari

Abstract


Penggunaan paracetamol dapat menyebabkan efek toksik berupa gagal hepar akut. Pepaya (Carica Papaya L) merupakan komoditi herbal yang dapat berperan sebagai hepatoprotektif. Pepaya yang mengandung senyawa antioksidan meliputi flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, triterpenoid dan vitamin E. Daun pepaya memiliki aktivitas antioksidan flavonoid dan fenolik tertinggi dibandingkan bagian lain pada tanaman papaya. Penelitian ini bertujuan membuktikan adanya efek hepatoprotektif pemberian ekstrak daun pepaya terhadap kadar SGPT tikus wistar yang diberi paracetamol. Penelitian eksperimental, metode posttest only control group design, dengan teknik simple random sampling. Perlakuan dibagi 4 kelompok. Kriteria inklusi meliputi sehat dengan kriteria aktif, tidak cedera, cacat, ataupun luka, umur 2-3 bulan, berat 150-200 gr, berjenis kelamin jantan. Kriteria eksklusi meliputi tikus sakit/ mati pada masa adaptasi. Perlakuan dilakukan selama 7 hari. Analisis menggunakan uji One Way Anova dan Post Hoc. Rerata kadar SGPT pada kelompok K-, K+, PI, dan PII masing-masing 49,0 ± 4,63 mg/dl; 86,5 ± 8,61 mg/dl; 69,3 ± 5,55 mg/dl; dan 55,6 ± 4,40 mg/dl. Terdapat perbedaan bermakna terhadap kadar SGPT antara kelompok K- dan K+, kelompok K- dan PI, kelompok K+ dan PI, kelompok K+ dan PII, serta kelompok PI dan PII dengan masing-masing p<0,05. Terdapat efek hepatoprotektif ekstrak daun pepaya terhadap kadar SGPT pada tikus putih galur wistar yang diberi paracetamol.


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.26618/aimj.v4i2.5393

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Al-Iqra Medical Journal : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.