Gambaran Pengelolaan Emosi sebagai Aspek Kecerdasan Emosional pada Remaja Perokok
DOI: https://doi.org/10.26618/f8vcrp98
الملخص
Abstrak
Perilaku merokok pada remaja masih menjadi salah satu masalah yang banyak ditemukan dan sering berkaitan dengan cara remaja menghadapi berbagai kondisi emosional yang mereka alami. Kemampuan mengelola emosi sebagai salah satu aspek kecerdasan emosional menjadi penting agar remaja dapat menghadapi tekanan, stres, maupun kebosanan secara lebih sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengelolaan emosi pada remaja perokok sebagai bagian dari kecerdasan emosional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian berjumlah dua orang remaja perokok yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek mengaitkan perilaku merokok dengan kondisi emosional yang mereka alami, seperti stres, banyak pikiran, dan kebosanan. Salah satu subjek juga mengaitkan kebiasaan merokok dengan aktivitas bersama teman sebaya. Kedua subjek mengungkapkan bahwa merokok memberikan perasaan lebih tenang dan lega ketika menghadapi kondisi tertentu. Temuan tersebut menunjukkan bahwa rokok digunakan sebagai salah satu cara untuk menghadapi kondisi emosional yang dirasakan, meskipun cara tersebut belum termasuk strategi pengelolaan emosi yang adaptif. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai pengelolaan emosi pada remaja perokok serta dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan layanan Bimbingan dan Konseling Islam, terutama dalam membantu remaja mengembangkan kemampuan mengelola emosi secara lebih sehat dan adaptif.
Kata Kunci: Kecerdasan Emosional, Pengelolaan Emosi, Remaja Perokok, Bimbingan Dan Konseling Islam.
Daftar Pustaka
Amilina, H. N., & Khoirunnisa, R. N. (2024). Kontrol diri dan risk taking behavior pada remaja perokok. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(3), 13349–13357. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i3.11863.
Badan Pusat Statistik. (2024). Persentase penduduk berumur 15 tahun ke atas yang merokok tembakau selama sebulan terakhir menurut provinsi. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTQzNSMy/persentase-penduduk-berumur-15-tahun-ke-atas-yang-merokok-tembakau-selama-sebulan-terakhir-menurut-provinsi.html.
Cahyaningtyas, H., Prihartanti, N., & Prasetyaningrum, J. (2024). Regulasi emosi pada remaja yang berperilaku agresif. Journal of Life Span Development, 2(3). https://doi.org/10.32524/jlsd.v2i3.1275
Corey, G. (2017). Theory and practice of counseling and psychotherapy (10th ed.). Cengage Learning.
Desmita. (2017). Psikologi perkembangan peserta didik. PT Remaja Rosdakarya.
Dewi, K. S. (2016). Kecerdasan emosi dan coping stress pada remaja. Tazkiya Journal of Psychology, 4(1), 118–137.
Dianti, I. L., Soetjipto, B. E., Chusniyah, T., & Farida, I. A. (2024). Model kecerdasan emosi remaja Indonesia: Studi dengan penerapan structural equation modeling. Persona: Jurnal Psikologi Indonesia, 13(1), 54–73. https://doi.org/10.30996/persona.v13i1.10717
Goleman, D. (2018). Emotional intelligence. Bantam Books.
Gunawan, S., & Alfita, L. (2024). Dukungan sosial dan kecerdasan emosional remaja. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences, 7(2), 613–622. https://doi.org/10.34007/jehss.v7i2.2337
Hastuti, R. Y., & Baiti, N. (2019). Hubungan kecerdasan emosional dengan tingkat stres pada remaja. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 8(2), 84–89.
Hidayah, Z. A., & Cahyandari, R. (2024). Peran psikoterapi Islami menggunakan shalawat nariyah terhadap regulasi emosi pada remaja. JIPSI: Jurnal Ilmiah Psikologi, 6(1), 51–61. https://doi.org/10.37278/jipsi.v6i1.854
Khairunnisa, R. F., & Boediman, L. M. (2024). Dampak pelatihan regulasi emosi menggunakan pendekatan terapi kognitif perilaku terhadap tingkat kecemasan pada remaja. Jurnal Diversita, 10(2), 190–201. https://doi.org/10.31289/diversita.v10i2.12866
Larasati, D., Yulianti, D., & Astuti, R. (2021). Hubungan dukungan teman sebaya dengan coping stress pada remaja. Journal of Young Psychologist, 1(2), 71–79.
Leono, M. (2023). Hubungan antara kontrol diri dan konformitas pada remaja perokok aktif. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, 7(2). https://doi.org/10.24912/jmishumsen.v7i2.6833.2023
Moningkey, A. C., & Winarno, M. E. (2025). Religiusitas, teman sebaya, dan kecerdasan emosional pada remaja. Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia, 10(1), 15–24.
Pratama, Sandi, and Ana Fitriani. "Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mengatasi Perilaku Merokok Siswa Jurusan TKR di SMK Negeri 6 Takalar." Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam 1, no. 5 (2026): 325-335.
Prasetya, M. R., & Hidayah, N. (2023). Pelatihan regulasi emosi sebagai strategi meningkatkan kemampuan remaja dalam mengelola emosi negatif. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(12), 10102–10108. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i12.2432
Purwoarrum, R. T. (2024). Hubungan kecerdasan emosional (EQ) dengan interaksi sosial remaja pada siswa SMK. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(9), 11042–11047. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i9.5452
Rani, D. A. M., & Subekti, E. M. A. (2013). Hubungan antara gaya kelekatan menghindar dengan strategi regulasi emosi expressive suppression pada remaja perokok. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 2(2), 62–68.
Santrock, J. W. (2019). Adolescence (17th ed.). McGraw-Hill Education.
Supit, D., Pitoy, F. F., & Sahentendi, S. (2023). Fungsi afektif keluarga dengan kecerdasan emosional dalam pembelajaran pada remaja. Nutrix Journal, 7(1), 90–96. https://doi.org/10.37771/nj.v7i1.888
Yusuf, S. (2020). Psikologi perkembangan anak dan remaja. PT Remaja Rosdakarya.









