OPTIMASI LAMA PERENDAMAN LARUTAN BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L) TERHADAP DAYA TETAS TELUR IKAN NILA (Tilapia nilotica)

Abdul Malik, Inriyani Inriyani

Abstract


The purpose of this study was to determine the soaking time optimization solution star fruit (Averrhoa bilimbi L) on the hatchability of eggs tilapia (Tilapia nilotica). The method used is the tilapia eggs obtained from Fish Seed Center (BBI) which is derived from natural pemijahaan. Eggs are used as much as 50 grains / container research. Total container study 12 units with a capacity of each container as much as 5 liters of water. Research container filled with water 1 liter. The treatments tested was the star fruit soaking solution with different doses in preventing bacteria and fungus on eggs tilapia. In this study there were 4 treatment, soaking time 5 minutes (treatment A), soaking time 10 minutes (treatment B), soaking time 15 minutes (treatment C), without soaking solution of star fruit (treatment D). With each dose (A, B and C) 4000 ppm treatment. Research carried out for 1 month showed that hatchability is highest in treatment B is a 10-minute soaking time average hatchability of 93.33%. It is advisable to test the 10-minute soaking time by increasing the density of eggs. Also in the hatchery, water quality should be in decent conditions in the development of the eggs to become larvae.

Keywords


Carambola Fruit Solutions, Power Eggs and Tilapia Tetas

Full Text:

PDF

References


Abdormal (Sudjana A, 2008) Ikan nila juga ditandai dengan jari-jari darsal yang keras begitupun bagian awalnya. Dengan posisi siap awal dibagian belakang Sirip dada.

Alavandi et al, 2004 : Kennedye et al, 2006 Vibrio telah dilaporkan sebagai penyebab untuk sejumlah wabah penyakit.

Amri 2006 Pakan yang diberikan pada ikan hendaknya bermutu baik sesuai dengan Kebutuhan ikan, tersedia setiap saat, dapat menjamin kesehatan dan harganya murah.

Amnur 2008 Tanaman ini termasuk salah satu jenis tanaman tropis yang mempunyai kelebihan yaitu dapat berbuah sepanjang tahun.

Anonymouse, 2008 Buah belimbing wuluh mengandung tanin sedangkan batangnya mengandung alkaloid dan polifenol.

Bauer, et, al, dalam wahyuningsi 2006 jamur akan mengahalangi masuknya air yang Mengandung oksigen dalam telur, sehinggah memgganggu pernapasan telur ikan.

Dasuki 1991 Taksonomi Buah belimbing tanaman buah belimbing wuluh.

Dalimartha 2000 Menjelaskan bahwa didalam daun belimbing selain tanin juga Mengandung sulfur, asam format, kalsium oksalat, dan kalium sitrat.

Djarijah 2001 mengemukakan bahwa suhu air selama penetasan telur dipertahankan Pada kisaran suhu 22%C-24°C.

Espeland dan Hensen 2004 Jamur Saprolegnia bersifat homothalic yang artinya dalam setiap individu memiliki 2 organ seksual yaitu jantan dan betina.

Fahrani, 2009 Penelitian Fahrani (2009) menunjukkan bahwa ekstrak buah belimbing mengandung flavonoid, saponin, dan tanin.

Herlih, E.K., 2007, Pengaruh Air Perasan buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Terhadap Kadar Kolesterol serum Darah Tikus Putih, (Online Http://wrintek. Ristek.go.id). Di akses 5 septemer 2015.

Iptek, 2007, Belimbing Asam, (Online), (http://www.Iptek.net.id) di akses 5 September 2015.

Mudjiman, 2002 Penyusunan ransum ikan sebaiknya digunakan protein yang berasal Dari sumber nabati dan hewani secara bersama–sama untuk mencapai Keseimbangan nutrisi dengan harga relatif murah.

Mulyanto, 1992 Kondisi air harus disesuaikan dengan kondisi optimal bagi Kebutuhan biota yang dipelihara.

Martini 2005 Menyatakan bahwa lama perendaman yang tidak tepat dapat membunuh Jamur serta dapat mematikan telur ikan tersebut.

Nabib, R dan F. H, Pasaribu. 1989. Patologidan Penyakit Ikan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jendral pendidikan Tinggi. IPB. Bogor. 158 hal.

Nugroho et al (2014), yang menyatakan bahwa telur menetas menjadi larva dalam waktu kurang lebih 2-4 hari.

Robinson, T. 1995. Kandungan Organik Tumbuhan Tingkat Tinggi. Edisi Keenam.Terjemahan:K.Padmawinata. Institut Teknologi Bandung, Bandung.

Skjerno dan Vadstein, 1999 Kemudian terjadi kematian tersebut seringkali dikaitkan dengan bakteri patogen oportunis. Bogor putsaka

Saanin 1984 ) Klasifikasi ikan Nila (Tilapia nilotica)

Nugroho (2014), yang menyatakan bahwa telur menetas menjadi larva dalam waktu kurang lebih 2-4 hari.

Thomas 1992 Tumbuhan buah belimbing wuluh menghasilkan buah berwarna hijau dan Kuning muda atau sering juga disebut berwarna putih.

Klinger dan Francis– floyd dalam wahyuningsih, 2006 Jamur Saprolegnia sp Berbentuk benang menyerupai kapas, berwarna putih, sampai kelabu dan coklat.

Watanabe dan Kuo.1985. Kemampuan telur untuk menetas sebenarnya sama pada Semua salinitas namun kematian muncul setelah beberapa saat paska menetas.

Suseno (1983) dalam (Putra, 2010), daya tetas telur ikan dapat dihitung dengan cara menghitung larva satu persatu kemudian dinyatakan dalam persen.

Zakaria, Z.A., Zaiton, H., Henie, E. F. P., Jais, A. MM., dan Zainuddin, E.N.H., 2007, In Vitro Antibakterial Activity if averrhoabilimbi L. Leaves and Fruits Exctracts, Internasional Jurnal of Tropical Medicine, (online) 2(2): 96-100, (Http://www. Medwelljournal.com) diakses pada tanggal 5 september 2015.




DOI: https://doi.org/10.26618/octopus.v4i2.598

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2015 Abdul Malik, Inriyani Inriyani

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
OCTOPUS: Jurnal Ilmu Perikanan under by Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.