PENGARUH PERENDAMAN HORMON 17α-methyltestosteron DAN SUHU YANG BERBEDA TERHADAP PERSENTASE KELAMIN JANTAN DAN PERFORMA PERTUMBUHAN IKAN BANGGAI CARDINAL (Pterapogon kauderni)

Muhammad Safir, Andi Heryanti Rukka, Septina F. Mangitung, Daniel Sambaeni

Abstract


Ikan Banggai kardinal (Pterapogon kauderni) merupakan jenis ikan hias air laut endemik yang ada di Sulawesi Tengah. Eksploitasi secara masif menyebabkan jumlah ikan P. kauderni di alam semakin menurun. Ikan P. kauderni jantan bersifat parental care dalam kegiatan reproduksinya sehingga dalam peningkatan kualitas benih dan kegiatan reproduksinya dibutuhkan jumlah induk jantan yang lebih banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari perlakuan kombinasi hormon 17α-methyltestosteron (MT) dengan suhu melalui perendaman larva P. kauderni dalam menghasilkan persentase kelamin jantan yang tinggi. Perlakuan yang diujikan yakni; A) perendaman larva P. kauderni pada suhu 28˚C tanpa hormon MT (NMT+suhu 28˚C); B) perendaman larva P. kauderni pada suhu 28˚C dan hormon MT (MT+suhu 28˚C); C) perendaman larva P. kauderni pada suhu 34˚C tanpa MT (NMT+suhu 34˚C); D) perendaman larva P. kauderni pada suhu 34˚C dan hormon MT (MT+suhu 34˚C), masing-masing dengan lama perendaman 4 jam. Hasil penelitian menunjukkan persentase jantan P. kauderni lebih tinggi (P<0,05) pada semua perlakuan MT dengan suhu 28˚C dan 34˚C dibandingkan dengan perlakuan tanpa MT pada suhu 28˚C. Laju pertumbuhan harian lebih tinggi pada perlakuan MT dan NMT pada suhu 34˚C (P<0,05) dibandingkan perlakuan lainnya. Pertambahan biomasa dan kelangsungan hidup tidak berbeda untuk semua perlakuan. Kesimpulan, perendaman kombinasi hormon 17α-methyltestosteron dan suhu yang berbeda meningkatkan persentase kelamin jantan, ikan Banggai cardinal (P. kauderni).


Keywords


Endemik, ikan Banggai cardinal (P. kauderni), Pertumbuhan, Persentase kelamin jantan

Full Text:

PDF

References


Afpriyaningrum, M.D., Soelistyowati, D.T., Alimuddin, Zairin M.Jr., Setiawati, M., Hardiantho, D. (2016). Maskulinisasi Ikan Nila Melalui Perendaman Larva pada Suhu 36 ˚C dan Kadar Residu 17α-metiltestosteron dalam Tubuh Ikan. Omni-Akuatika, 12 (3), 106-113.

Azaza, M.S., Dhraief, M.N., Kraiem, M.M. (2008). Effects of water temperature on growth and sex ratio of juvenile Nile tilapia Oreochromis niloticus Linnaeus reared in geothermal waters in southern Tunisia. Journal of Thermal Biology, 33: 98-105.

Carlos, N.S.T., Victor, A.B.N., Watung. (2014). Distribusi dan Kelimpahan Pterapogon kauderni Koumans, 1933 (Apogonidae) di Selat Lembeh Bagian Timur, Kota Bitung. Jurnal Ilmiah Platax, Vol. 2(3), 3-6.

Celik, I., Guner, Y., Celik, P. (2011). Effect of orally –administered 17α-methyltestosterone at different doses on the sex reversal of the Nile tilapia (Oreochromis niloticus, L. 1758). Journal of Animal and Veterinary Advances, Vol. 10 (7), 853-857.

Chakraborty, S.B., Mazumdar, D., Chatterji, U., Banarjee, S. (2011). Growth of mixed-sex and monosex Nile tilapia in different culture systems. Turkish Journal of Fisheries and Aquatic Sciences 11:131-138.

D’cotte, H., Fostier, A., Guiguen, Y., Govoroun, A. (2001). Aromatase plays a key role during normal and temperature-induced sex differentiation of tilapia Oreochromis niloticus. Molecular Reproduction and Development, 276; 265-276.

El-Fotoh, E.M.A., Ayyat, M.S., El-Rahman, G.A.A., Farag, M.E. (2014). Mono sex male production in Nile tilapia Oreochromis niloticus using different water temperature. Zagazig Journal Agriculture Research, 41 (1), 1-8.

Fauzan, A.L., Soelistyowati, D.T., Zairin, Jr.M., Hardiantho, D., Setiawati, M., Alimuddin. (2017). Ekspresi gen aromatase, rasio kelamin, dan kinerja budidaya ikan nila yang direndam hormon 17α-metiltestosteron pada suhu 36 ºC. Jurnal Akuakultur Indonesia, Vol. 6(1), 116-123.

Hermanto. (2000). Optimalisasi suhu media pada pemeliharaan benih ikan Gurame (Osphronemus gourami, Lac.). Sekolah pascasarjana IPB. 76 hal.

Gunawan, Hutapea, J.H., Setiawati, K.M. (2010). Pemeliharaan induk ikan capungan banggai (Pterapogon kauderni) dengan kepadatan yang berbeda. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2010. 461-466 pp.

Kobayashi, T., & Nagahama, Y. (2009). Molecular Aspects of Gonadal Differentiation in a Teleost Fish, the Nile Tilapia. Sexual Development, 3:108-117.

Kwon, J.Y., Haghpanah, V., Kogson-Hurtado, L.M., Mcandrew, B.J., Penman, D.J. (2000). Masculinization of genetic female nile tilapia (Oreochromis niloticus) by dietary administration of an aromatase inhibitor during sexual differentiation. Journal of Experimental Zoology, 287: 46-53.

Ndobe, S. (2011). Pertumbuhan Ikan Hias Banggai Cardinal Fish Pterapogon kauderni pada Media Salinitas yang Berbeda. Jurnal Media Sulteng, Vol 4(1), 52-56

Ndobe, S., Widiyastuti, I., Moore, A. (2013). Sex Ratio dan Pemangsaan Terhadap Rekrut pada Ikan Hias Banggai Cardinal Fish Pterapogon kauderni. Konservasi Akuakultur. Sulawesi Tengah

Piferrer, P. (2011). Endocrine control of sex differentiation in fish. In: The sense, suporting tissue, reproduction, and behavior. Farrell AP, Cech JJ, Richards JG, stevens ED editor. Columbia, Canada (US). Encyclopedia of fish physiology: From genome to environment. Page: 1490-1499.

Rahman, S.A., & Safir, M. (2018). Performa Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Ikan Capungan Banggai (Pterapogon kauderni) Pada Mikrohabitat Yang Berbeda. Octopus: Jurnal Ilmu Perikanan, Vol. 7(2), 1-6.

Safir, M. (2018). Respon Fisiologis dan Biokimia Ikan Nila Hasil Sex Reversal, Diberi Pakan Kadar Protein Berbeda dan Diperkaya dengan Hormon Pertumbuhan. Disertasi. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. 77 hal.

Safir, M., Alimuddin, Setiawati, M., Zairin, M.Jr., Suprayudi, M.A. (2017). Growth Performance of Nile Tilapia Immersed in 17α-methyltestosterone and rElGH, and Fed a Diet Enriched with rElGH. Omni-Akuatika, Vol. 13(2), 57– 64.

Safir, M., Tobigo, D.T., Mangitung, S.F., Madinawati, Zainab. (2020a). Masculinization of Banggai Cardinalfish (Pterapogon kauderni) using 17α-Methyltestosterone-enriched Artemia sp. Omni-Akuatika, Vol. 16 (2), 135-140.

Safir, M., Tobigo, D.T., Mangitung, S.F., Sambaeni, D., Ryaldi, M., Adam, R.D., Zainab, Husain. (2020b). Tingkat Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Larva Pterapogon kauderni yang Diberi Jenis Pakan Berbeda. Jurnal Agrisains, Vol. 21(1), 1-7.

Sugama, K. (2008). Pemijahan dan Pembesaran Anak Ikan Cardinal Banggai (Pterapogon kauderni). Jurnal Riset Akuakultur, Vol. 3(1), 83-90.

Tessema, M., Muller-Belecke, A., Horstgen-Schwark, G. (2006). Effect of rearing temperatures on the sex ratios of Oreochromis niloticus populations. Aquaculture, 258: 270-277.

Syazili, A., Irmawati, Alimuddin, Sumantadinata, K. (2012). Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Juvenil Ikan Gurami yang Direndam Hormon Pertumbuhan Rekombinan dengan Frekuensi Berbeda. Jurnal Akuakultur Indonesia, 11:23-27.




DOI: https://doi.org/10.26618/octopus.v9i2.7067

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Muhammad Safir, Andi Heryanti Rukka, Septina F. Mangitung, Daniel Sambaeni

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
OCTOPUS: Jurnal Ilmu Perikanan under by Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.