Penggunaan Pupuk di Grow Terhadap Pertumbuhan dan Kualitas Karaginan Rumput Laut Kappaphycus Sp.

Akmal Akmal, Andi Elman, Marwan Marwan, Mutmainna Mutmainna, Sugeng Raharjo

Abstract


Bertujuan untuk mengetahui penggunaan pupuk DI Grow optimal terhadap meningkatkan pertumbuhan, produksi dan kualitas karaginan rumput laut Kappaphycus alvarezii. Pemberian pupuk menitikberatkan pemberian dan frekuensi perendaman dengan pupuk organik cair DI. Grow yang berbeda sebelum ditanam dan dibudidayakan. Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik cair DI Grow yang diperoleh dari pasaran. Frekuensi perendaman terdiri dari; A. 1 kali perendaman; B. 2 kali perendaman; C. 3 kali perendaman. Konsentrasi perendaman pupuk organik cair DI Grow adalah 500 mg/l air laut  sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan dan direndam selama 30 menit. Data yang diamati adalah pertumbuhan biomassa, laju pertumbuhan, dan kandungan karaginan rumput laut yang diberi perlakuan dianalisa secara deskriptif.  Hasil perekayasaan menunjukkan rerata pertumbuhan biomassa rumput laut K. alverezii setiap frekuensi perendaman meningkat sampai hari ke 21 dan mengalami penurunan sampai akhir perekayasaan. Frekuensi perendaman perlakuan B (2 kali) dan C (3 kali) lebih tinggi pertumbuhan biomassa basahnya dibanding dengan perlakuan lainnya.  Frekuensi perendaman 3 kali dengan rerata pertumbuhan biomassa (45,42±14,75 g-1) lebih tinggi jika dibandingkan dengan frekuensi 2 kali, 1 kali, dan kontrol masing-masing (45,08±25,25 g-1), (29,76±6,65 g-1), dan (40,52±9,66 g-1) pada hari yang sama yaitu hari ke 42.  Sedangkan laju pertumbuhan harian tertinggi diperoleh pada perlakuan C (3 kali) yaitu 2,81%/hari-1 dan terendah  perlakuan A (1 Kali) hanya 1,15%/hari-1 dan lebih rendah dibanding dengan perlakuan kontrol dan B (2 kali) masing-masing 1,83%/hari-1 dan 1,64%/hari-1. Tingginya rerata pertumbuhan biomassa dan laju pertumbuhan harian pada frekuensi perendaman 3 kali diduga karena dilakukan perendaman pupuk DI. Grow  yang optimal dan tersedia unsur nitrogen yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tallus pada tanaman rumput laut.

Kata Kunci:  DI Grow, pertumbuhan, karaginan, rumput laut, K. alvarezii


Full Text:

PDF

References


Anggadiredja, J. T, A. Zatnika, H. Purwoto dan S. Istini. 2006. Rumput Laut. Pembudidayaan, Pengolahan dan Pemasaran Komoditas Perikanan Potensial. Penebar Swadaya. Jakarta.

Anonim, 2009. Budidaya Rumput Laut. (serial online). (http://www.petaniindonesia.com. diakses 12 Juni 2014).

Ditjenkan Budidaya, 2005. Profil Rumput Laut Indonesia Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Departemen Perikanan dan Kelautan Jakarta.

Heddy, S. 2001. Ekofisiologi Tumbuhan :Suatu Kajian Kuantitatif Pertumbuhan Tanaman. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.: 154 hal.

Hurtado, A. Q., R. F. Agbayani, R. Sanares, and de Castro-Mallare Ma. 2001. The Seasonality and Economic Feasibility of Cultivating Kappaphycus striatum in Panagatan Cays. Caiuya, Antique. Philliphines. Elsevier. Aquaculture 199 : 295–310.

Hurtado, A. Q., A. T. Critchley, A. Trespoey and G. B. Lhonneur. 2008. Growth and Carrageenan Quality of Kappaphycus striatum Var. Sacol Grown at Different Stocking Densities, Duration of Culture and Depth. Appl Phycol 20; 551–555. DOI 10.1007/s10811-008-9339-Springer Science Business Media B.V.

Iksan KHI. 2005. Kajian pertumbuhan, produksi rumput laut (Eucheuma cottonii) dan kandungan karagenan pada berbagai bobot bibit dan asal thallus di Perairan Desa Guruaping Oba Maluku Utara [tesis]. Bogor: Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. hlm 101.

Kasno, A., 2009. Jenis dan Sifat Pupuk Anorganik. Balai Penelitian Tanah. Informasi Ringkas. Bank Pengetahuan Padi Indonesia.

Kune, S. 2007. Pertumbuhan Rumput Laut Yang Dibudidaya Bersama Ikan Baronang. Jurnal Agrisistem. Vol. 3 No. 1. ISSN 1858-4330

Masyahoro, A., 2007. Model Pertumbuhan Populasi Rumput Laut. Laporan Pelaksanaan Pelatihan Teknik Budidaya dan Pengolahan Rumput Laut. Kerjasama Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Parigi Moutong dengan PKSPLTropis Fakultas Pertanian Untad.

Mayunar. 1989. Pengaruh Pemberian Kalium Nitrat terhadap Pertumbuhan Rumput Laut Glacillaria verrucosa. Jurnal Penelitian Budidaya Pantai Maros, 5 (2):87 – 91.

Naguit, M. R. A., W. L. Tisera, and A. Lanioso. 2009. Growth Performance and Carrageenan Yield of Kappaphycus alvarezii (Doty) and Eucheuma denticulatum (Burman) Collins Et Harvey, Farmed In Bais Bay, Negros Oriental and Olingan, Dipolog City. Journal The Threshold. Volume IV.

Parker HS. 1974. The culture of red algae genus Eucheuma in the Phillipines. Aquaculture 3 : 425-439.

Pongarrang, D., A. Rahman, dan Wa Iba. 2013. Pengaruh Jarak Tanam dan Bobot Bibit Terhadap Pertumbuhan Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii) Menggunakan Metode Vertikultur. Program Studi Budidaya Perairan FPIK Universitas Halu Oleo . Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu Kendari 93232. Jurnal Mina Laut Indonesia. Vol. 03 No. 12 Sep 2013. ISSN : 2303-3959. Hal 94– 112.

Prasetyo, D., 2011. Pabrik Ammonium Nitrat Dari Amonia Dan Asam Nitrat Dengan Proses Grainer Pra Rencana Pabrik. Jurusan Teknik Kimia. Fakultas Teknologi Industri. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” . Jawa Timur.

Samawi, F. dan Zainuddin. 1996. Studi Penggunaan Pupuk Cair Invitro terhadap Pertumbuhan Rumput Laut Gracilaria lichenoides. Torani Buletin Ilmu Kelautan I (60): 31-36.

Silea, J. and Lita, M. 2006. Penggunaan Pupuk Bionik Pada Tanaman Rumput Laut Euchema cottonii. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unidaya.

Silvina, I.N. 2008. Pengaruh Kombinasi Pupuk Kompos dan NPK terhadap Pertumbuhan, Jumlah Khlorofil a dan Kadar Air Gracillaria verrucosa. Artikel Ilmiah Skripsi. Fakultas Peternakan dan Kelautan Universitas Air Langga Surabaya. (tidak dipublikasikan).




DOI: https://doi.org/10.26618/octopus.v4i1.568

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Akmal Akmal, Andi Elman, Marwan Marwan, Mutmainna Mutmainna, Sugeng Raharjo

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
OCTOPUS: Jurnal Ilmu Perikanan under by Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.