Seismic Resilience of The Amma Toa Kajang Traditional House: An Evaluation of Its Structure and Construction Based on Earthquake-Resistant Building Principles

DOI: https://doi.org/10.26618/5g651034

Authors

  • Armin Aryadi Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Abstract

ABSTRAK: Hunian yang telah teruji interaksinya dengan lingkungan alam dalam jangka waktu lama adalah rumah tradisional. Rumah tradisional Kajang Ammatoa berbentuk sama dengan rumah panggung dan menunjukkan kesamaan (homogenitas) baik dalam bentuk (sederhana, tanpa ornamen dan berukuran agak kecil), konstruksi, tata ruang dan penggunaan material, sehingga tidak terlihat tanda-tanda stratifikasi sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penerapan prinsip bangunan tahan gempa dalam pembangunan rumah bagi masyarakat Ammatoa Kajang di Kabupaten Bulukumba dari segi bentuk dan struktur bangunan. Metode penelitian yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif, fenomenologis, dan eksploratif yang mengandalkan kemampuan untuk menafsirkan, membandingkan, dan menginterpretasikan data primer dan sekunder. Analisis mengacu pada dasar teoritis dan berangkat dari kerangka teoritis. Hal ini dimaksudkan untuk mengungkap fakta tentang penerapan prinsip bangunan tahan gempa pada hunian Kajang di daerah Ammatoa, Kabupaten Bulukumba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Kajang memiliki bentuk (1) rencana yang sederhana dan simetris, yaitu bentuk persegi panjang, dengan proporsi yang hampir sesuai dengan rumus "rasio emas", (2) menggunakan bahan lokal, yaitu kayu ringan, (3) sistem konstruksi, yaitu sambungan kolom-balok (mortise-tenon) dengan penguatan tiang, telah terbukti efektif dalam menanggapi beban gempa, dan secara keseluruhan struktur dan konstruksi Rumah Komunitas Ammatoa Kajang memenuhi semua prinsip rumah tahan gempa. Temuan penelitian ini diharapkan menjadi rujukan bagi pengembangan pedoman desain dan konservasi rumah vernakular berbasis material lokal yang adaptif terhadap gempa serta memperkuat strategi mitigasi bencana pada perumahan tradisional di masa depan.

  

Kata kunci:  Rumah Kajang, Tahan Gempa, Konstruksi Vernakular, Material Lokal, Struktur Kayu

 

 

ABSTRACT: A traditional house is one that has been tested over a long period of time for its interaction with the natural surroundings. The Ammatoa Kajang traditional house is in the form of a stilt house and shows a high degree of similarity (homogeneity) in shape (simple, without ornaments and rather small in size), construction, spatial arrangement, and use of materials, so that there are no visible signs of social stratification. The aim of this research is to identify the application of earthquake-resistant building principles in the construction of houses for the Ammatoa Kajang community in Bulukumba Regency, with respect to building shape and structure. The research method used is descriptive, phenomenological, and exploratory, relying on the ability to interpret, compare, and analyze primary and secondary data. Analysis refers to a theoretical basis and is grounded in a theoretical framework. This is intended to reveal facts about the application of earthquake-resistant building principles to Kajang residences in the Ammatoa area, Bulukumba Regency. The results of the research show that the Kajang House has the shape of (1) a simple and symmetrical plan, namely a rectangular shape, with proportions that almost match the formula "The golden section”, (2) using local materials, namely light wood, (3) construction system, namely Column-beam connections (mortise-tenon) with post reinforcement have proven effective in responding to earthquake loads, and overall the structure and construction of the Ammatoa Kajang Community House meets all the principles of earthquake-resistant houses. The findings of this study are expected to serve as a reference for the development of design and conservation guidelines for vernacular houses based on local earthquake-resistant materials, as well as for strengthening disaster mitigation strategies in traditional housing in the future.

 

Keywords: Kajang House, Earthquake Resistant, Vernacular Construction, Local Materials, Wooden Structure

Downloads

Published

2026-04-02