Integrasi Analisis Kerentanan dan Desain Bangunan Ukur dalam Mitigasi Banjir Skala Desa
DOI: https://doi.org/10.26618/rytn8428
Abstract
ABSTRAK: Banjir merupakan bencana yang sering terjadi di Indonesia dan menimbulkan dampak signifikan terhadap lingkungan, infrastruktur, serta kehidupan sosial-ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengintegrasikan analisis kerentanan banjir dengan perancangan bangunan ukur adaptif sebagai infrastruktur mitigasi berbasis desa di Desa Leyao, Gorontalo Utara. Metode yang digunakan meliputi analisis spasial berbasis GIS dengan teknik overlay, scoring, dan pembobotan terhadap parameter topografi, curah hujan, jarak ke sungai, penggunaan lahan, serta kepadatan permukiman, yang dipadukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif untuk merumuskan desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah utara desa memiliki tingkat kerentanan tinggi hingga sangat tinggi, sehingga menjadi prioritas dalam penempatan bangunan ukur dengan desain adaptif seperti peninggian elevasi lantai, fondasi beton bertulang, dan dinding kedap air. Integrasi ini terbukti meningkatkan efektivitas pemantauan hidrologi dan sistem peringatan dini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan terintegrasi mampu memperkuat mitigasi banjir skala komunitas. Implikasinya, model ini dapat diterapkan sebagai acuan pengembangan infrastruktur mitigasi berbasis masyarakat di wilayah rawan banjir lainnya.
Kata kunci: Banjir, Mitigasi Bencana, Analisis Kerentanan, Bangunan Ukur, GIS
ABSTRACT: Flooding is a frequent disaster in Indonesia, causing significant impacts on the environment, infrastructure, and socio-economic conditions of communities. This study aims to integrate flood vulnerability analysis with the design of adaptive measuring structures as village-scale mitigation infrastructure in Leyao Village, North Gorontalo. The method employs GIS-based spatial analysis using overlay, scoring, and weighting techniques on parameters including topography, rainfall, river proximity, land use, and settlement density, combined with a qualitative descriptive approach to formulate design criteria. The results indicate that the northern area has high to very high vulnerability, making it a priority for locating measuring structures with adaptive features such as elevated floors, reinforced concrete foundations, and waterproof walls. This integration enhances hydrological monitoring and early warning system effectiveness. The study concludes that such an integrated approach strengthens community-based flood mitigation. The implication is that this model can serve as a reference for developing sustainable, community-oriented mitigation infrastructure in other flood-prone areas.
Keywords: Flood, Disaster Mitigation, Vulnerability Analysis, Measuring Structure, GIS
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.