PEMBUATAN BATIK TULIS DI SMK NEGERI 2SOMBA OPU KABUPATEN GOWA

Penulis

  • Nur Winda Purnawati Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia
  • Andi Baetal Mukaddas Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia
  • Kahar Wahid Universitas Negeri Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.26618/j662sw39

Kata Kunci:

Batik Tulis, Motif Lontara, Proses Pembuatan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembuatan batik tulis di SMK Negeri 2 Somba Opu serta memperkenalkan motif bernuansa lokal Sulawesi Selatan, khususnya motif lontara yang diterapkan pada setiap karya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan batik tulis meliputi tahap perancangan desain, pencantingan (klowong), pewarnaan, pencelupan, penutupan (nembok), pelorodan (ngelorod), pengeringan, dan penyetrikaan. Bahan utama yang digunakan adalah kain katun atau sutera, lilin/malam, serta zat pewarna, dengan berbagai alat pendukung seperti canting dan gawangan. Faktor pendukung berasal dari kebijakan pemerintah dalam pengembangan batik nasional, sedangkan faktor penghambat adalah keterbatasan bahan baku yang sebagian besar diperoleh dari Pulau Jawa.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Bastomi, Suwaji. 1988. Kebudayaan Apresiasi Seni Pendidikan Seni. Semarang: Semarang Press.

Hamzuri. 1981. Bati Kalsik. Jakarta: Penerbit Djambatan

Helmi Ampri dan Mujiyono. 1992. Batik Tradisional Yogyakarta, Kemunduran dan Pencerahannya. Ensiklopedi dan Seni Jurnal Pengetahuan dan Pencipta Seni.

Murtihadi, Suryanto. 1979. Penuntun Praktek Batik. Jakarta: Penerbit Pustaka

Paita Yunus, Pangeran dan Abdul Kahar Wahid, 2011. Apresiasi Seni Untuk Pendidikan Seni Rupa dan Pencipta Seni: FSD UNM Makassar.

Poerwadarminta, W. J. S. 1982. Kamus Besar Bahasa Indonesia.Jakarta: Bhakti.

Rambe, Hanna. 1970. Batik Tulis. Lambang Prestasi Majalah Femina.

Setyosari, Punaji, 2010. Penelitian Pendidikan dan Pengembangan.Jakarta: Bhineka.

Shadily, Hasan. 1980. Ensiklopedi Indonesia, Penerbitan Buku Ikhitiar Bar. Jakarta: Van Hoeve.

Soekidjo, Notoatmodjo, 2002. Metodelogi Kesehatan. Cetakan kedua.Jakarta: Rineka Cipta.

Susanto Sewan, SK, STEKS.1973. Balai Penelitian Batik dan Kerajinan, Lembaga Penelitian dan Pendidikan Industri Dep. Perindustrian RI.

Sugiyono.Metode Penelitian Pendidikan.Pendekata Kuantitatif Kualitatif (Bandung : Alfabeta, 2008). Cet. IV : 15.

Syamsuri, Sukri. A, dkk. 2012. Pedoman Penulisan Skripsi. Makassar: FKIP UNISMUH Makassar.

Teguh Prayitno. 2009. Batik dan Tenun.Semarang: Depdiknas.

Tim Penyusun Kamus Indonesia (Depdikbud), 1989/1990.Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Tim Sanggar Batik Barcode. 2012. Mengenal Batik dan Cara Membuat Batik. Semarang: Navila.

Wahyudi. 1979. Pengetahuan Teknologi Kerajinan Tenunan. Yogyakarta: Penerbit Alfabeta.

Wirjosuparto, Sujipto. 1964. Bunga Rampai: Sejarah Budaya Indonesia. Jakarta: Jembatan Jakarta.

Wulandari, Ari. 2011. Batik Nusantara: Makna Filosofi, cara Pembuatan dan Industri Batik. Bandung: Andi Publisher.

Zain, Mohammad Zultan. 1994. Kamus Umum Bahasa Indonesia.Bandung: Pustaka Sinar Harapan.

Unduhan

Diterbitkan

2022-10-28

Cara Mengutip

PEMBUATAN BATIK TULIS DI SMK NEGERI 2SOMBA OPU KABUPATEN GOWA. (2022). Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya, 12(2), 120-134. https://doi.org/10.26618/j662sw39