SARUNG DEKO (TENUN IKAT) DI MAUMERE NUSA TENGGARA TIMUR (KAJIAN SENI RUPA)
DOI:
https://doi.org/10.26618/k1nree31Kata Kunci:
Kerajinan , Tradisional, Nilai Simbolik, Tenun Ikat MaumereAbstrak
Sarung deko (tenun ikat) merupakan salah satu kerajinan tradisional masyarakat Maumere yang dikerjakan oleh kaum perempuan sebagai warisan leluhur sekaligus sumber mata pencaharian. Kain tenun ikat tidak hanya berfungsi sebagai kebutuhan sandang, tetapi juga memiliki makna penting bagi kehidupan masyarakat Maumere. Penelitian ini mengkaji alat dan bahan, proses pembuatan, serta nilai estetika tenun ikat Maumere dengan menggunakan teori fungsi simbol dan makna simbol. Metode pengumpulan data meliputi wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan tenun ikat masih dilakukan secara tradisional dengan teknik yang diwariskan secara turun-temurun. Tenun ikat Maumere menghasilkan tiga bentuk utama, yaitu kain selendang, sarung, dan selimut, yang mengandung nilai spiritual, politis, serta sosial-ekonomis, sekaligus berfungsi sebagai simbol budaya masyarakat Maumere
Unduhan
Referensi
Bungadanun, Rizki, Marselia. 2016. Kain tenun tradisional toraja dalam prespektif simbolik. Skripsi. Makassar. Fakultas ilmu sosial dan ilmu politik universitas hasanuddin.
P. Sareng Orinbao. 1992. “Seni Tenun Suatu Segi Kebudayaan Orang Flores”.
Seminari Tinggi St. Paulus Ledelero Nita-Flores
Purnomo, Eko. (Eds). 2014. Seni Budaya Untuk Smp dan Mts Kelas VIII. Jakarta: Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan.
Poerwadarminta, WJS. 1987. “Kamus Bahasa Indonesia ” (sumber: https://blog- senirupa.blogspot.co.id/2013/08/seni-kriya.html.)
Syamsuri, Andi, Sukri. 2015. Pedoman Penulisan Skripsi. Makassar: FKIP Unismuh Makassar.
Arfan, H.A, Rachman. 1988. “Seni Kerajinan” http://iki-saiiin. blogspot.co.id/2013/08/contoh-macam-macam-kerajinan-tangan.html.
Haryono, Timbul. 2002. “Seni Kriya”. Artikel dalam (http://www.tandapagar.com/ pengertian-seni-kriya)
Maumere (SMANSA) : Agustinus H. L. Gudipung, Libertino Agusto Diaz, Laurensia E. Lero, Maria A. Asi dan Maria Eufrasia Lidia Etu). tenunindonesia.com www.farizcraft.com news.okezone.com/.../tenun- indonesia-perlu-direvitalisasi
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2019 2019

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
<a rel="license" href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/"><img alt="Creative Commons License" style="border-width:0" src="https://i.creativecommons.org/l/by/4.0/88x31.png" /></a><br />This work is licensed under a <a rel="license" href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/">Creative Commons Attribution 4.0 International License</a>.









