PEMBUATAN SARUNG TENUN BIRA DI KECAMATAN BONTO BAHARIKABUPATEN BULUKUMBA

Authors

  • Firman Parawansa Abd Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia
  • Kahar Wahi Universitas Negeri Makassar, Indonesia
  • Muhammad Rapi Universitas Negeri Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.26618/62ynb752

Keywords:

Motif, Sarung Tenun Bira, Tenun

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pembuatan sarung tenun Bira di Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba. Proses pembuatan dilakukan melalui dua tahap utama, yaitu pengelolaan bahan dan proses menenun, yang meliputi beberapa tahapan seperti penggulungan benang, menghani, pemasangan benang lungsi, hingga proses penenunan menggunakan alat tradisional. Sarung tenun Bira memiliki delapan motif khas yang mengandung makna simbolis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan baku mudah diperoleh, namun kendala utama terletak pada harga bahan yang relatif mahal. Dengan demikian, diperlukan dukungan pemerintah dalam pengembangan usaha tenun di daerah tersebut.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alam, Syamir.1984.Tenun Tadisional Sumatra Barat, Jakarta: Depdikbud.

Ali, Muhammad, 1985, Penelitian Kependidikan Prosedur dan Strategi, Bandung : Angkasa

Ali, Jacub.1991.Tenun Tradisional Nusa Tenggara Barat,Mataram: Depdikbud.

Ariftanto, SittiAningat. 1994. Pengertian Sarung. Kamus Bahasa Indonesia Terbaru, Surabaya : Surabaya Indah

Azis Said, Abdul. 2006. Dasar Desain Dwimatra : Universitas Negeri Makassar.

Dahlan, R.E. 1982. Petunjuk Praktek Pembuatan Kain 2, Jakarta: Depdikbud.

Darsono, N. Ganda Prawira. 2003. Pengantar Estetika Dalam Seni Rupa: Departemen Pendidikan Nasional.

Depdikbud.2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga, Jakarta:Balai Pustaka.

http://www.blogsemaugue.co.id.2014. Bahan Benan,

http://www.tenunikatsintang.com.2014. PtosesPerminyakan,

http//www. satriamultimedia.com_teori_warna

http://www.stisitelkom.ac.id.2014. Proses Penggintiran,

Latief, Halilintar. 2014. Berkunjung ke pusat Bumi Kajang : Pusat Daya Yogyakarta.

Muhajirin.1998. Skripsi.Proses Pembuatan sarung Hitam di Desa Tana Toa Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba: Makassar (UP). IKIP UP

Paita Yunus, Pangeran dan Abdul Kahar Wahid, 2011.Apresiasi Seni Untuk Pendidikan Seni Rupa dan Pencipta Seni : FDS UNM Makassar.

Poerwadarminta, W.J.S. 1982. Kamus Besar Bahasa Indonesia.Suntingan pusat Pembinaan dan Pengembangan bahasa, Jakarta: Balai Pustaka

Rukmini, 1979.Tenun Tradisional Bugis-Makassar, Sulawesi Selatan: Proyek Pembinaan Permusiuman Sulawesi Selatan. Ujung Pandang.

Sahriah, MY, Muchtar, Abd. Hamid, 1991/1992, Seni Ragam Hias Kain Tenun Sulawesi Selatan, Ujung Pandang : Museum Negeri Provinsi Sulawesi Selatan : Lagaligo

Setyosari.Punaji, 2010.Metode penelitian pendidikan dan pengembangan. Jakarta.

Soelaeman, Munandar.2007.Ilmu Budaya Dasar, cetakan 10. Jakarta: RafikaAditama

Soekidjo, Notoatmodjo, 2002. Metodologi Penelitian Kesehatan. Cetakan kedua.RinekaCipta.Jakarta

Sugiyono.Metode Penelitian Pendidikan.Pendekatan Kuantitatif, Kualitati (Bandung :Alfabeta, 2008). Cet.IV : 15.

Syamsuri.Sukri.A, dkk. 2012. Pedoman Penulisan Skripsi. Makassar: FKIP UNISMUH Makassar.

Teguh Prayitno. 2009. Batik dan Tenun, Semarang: DepdiknasTim Penyusun Kamus Indonesia (Depdikbud), 1989/1990, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka

Toekio M, Soegeng. 1987. Mengenal Ragam Hias Indonesia.Bandung : Penerbit Angkasa

Wikipedia bahasa Indonesia (2012), ensiklopedia bebas online http://id.wikipedia.org/wiki/Teknik

Wiyoso Yodesaputro.1983. Seni Kerajinan Indonesia, Cetakan Pertama.

Jakarta: Depdikbud.

Published

2026-08-10

How to Cite

PEMBUATAN SARUNG TENUN BIRA DI KECAMATAN BONTO BAHARIKABUPATEN BULUKUMBA. (2026). Harmoni: Jurnal Pendidikan Dan Penelitian Seni Budaya, 16(1), 35-50. https://doi.org/10.26618/62ynb752