RAGAM HIAS MAKAM KUNO ISLAM DI KELURAHAN POTU KABUPATEN DOMPU NUSA TENGGARA BARAT
DOI:
https://doi.org/10.26618/ht17je83Keywords:
Makam Kuno, Ragam Hias, StrukturAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mendalam mengenai ragam hias pada makam kuno Islam di Kelurahan Potu, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Fokus kajian meliputi bentuk struktur makam kuno Islam serta penempatan ragam hias yang terdapat pada makam tersebut, serta jenis ragam hias yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur makam kuno Islam di Kelurahan Potu memiliki karakteristik tertentu dengan penempatan ragam hias pada bagian-bagian tertentu dari makam. Adapun jenis ragam hias yang ditemukan didominasi oleh motif tumbuh-tumbuhan, khususnya motif bunga seperti bunga satako dan bunga samobo, yang mencerminkan nilai estetika dan budaya masyarakat setempat.Downloads
References
M. Moeliono. Anton 1990. Pengertian Motif Hias, Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Bustami, Suwaji. 1982. Seni Rupa Indonesia. Semarang: IKIP Semarang.
Dendy Sugono, dkk, 2008. Kamus bahasa Idonesiar. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.
Nugraha, Onong. dkk. 1984. Pendidikan Kesenian SMTA Seni Rupa1. Penerbit Angkasa Bandung
Nursuhadah. 2011. Proses Pembuatan Anyaman Caping Bambu Di Desa Leu Kecamatan Bolo Kabupaten Bima. Skripsi Universitas Negeri Makassar.
M. Fahmy Myala. Makassar 30 Juni 2007. Makalah-Makalah Dalam Seminar Nasional 400 Tahun Makassar (Hotel Sahid).
Misbahuddin 1996. Pembuatan Ukiran Batu Nisan di PT. HOAT KY, Kelurahan Wajo baru Kecamatan Bontoala Kota Madya Ujung Pandang, skripsi, FBS Universitas Negeri Makassar.
Poerwardaminta, W.J.S, 1980. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Henry Guntur Tarigan, 1985. Pengajaran Semantik. Penerbit Angkasa Bandung.
Pengertian Analisis Kualitatif, diakses pada 10 maret 2013 (4 :11 pm) Di mif19.tea’s Blog. Com
Poespo, Goet, 2005. Panduan Membuat Ragam Hias Motif Bordir. Jakarta: Gramedia
Poerwadarminta , W. J. S. 1991. Kamus Besar Bahasa Indonesia, cetakan kedua, Jakarta: PN Balai Pustaka .
Shaifuddin Bahrum, 2003. Cina Peranakan Makassar, terbitan Yayasan Baruga Nusantara.
Salam, Sofyan. 2007. “Metodologi Penelitian “. Hand Out pada Program Studi Seni Rupa Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar.
Sahriah, Rasidin. 1987. Seni Ragam Hias Kain Tenun Sulawesi Selatan,
Makassar:Ujung Pandang.
Soegiono, Slamet. 1974. Kerajinan Bambu. Cetakan kedua. Jakarta: Permata.
Tahir, Aziz, 2001, Himpunan Praktis Pembelajaran Seni dan Seni Rupa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Wahudi, S. 1999. Pengetahuan Teknologi Kerajinan Anyam. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Wahid, Abdul Kahar. 1994. Apresiasi Seni. Ujung Pandang: IKIP.
ainuddin, 2005. Analisis Ragam Hias Pada Kuburan Tua di Ondongan
Kecamatan, Banggae, skripsi. FBS Universitas Negeri Makassar.
Ramliadi 2011. Ragam Hias Pada Raja-Raja Bonto Bargur Di Kabupaten Selayar, skripsi, FBS Universitas Negeri Makassar.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 2026

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
<a rel="license" href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/"><img alt="Creative Commons License" style="border-width:0" src="https://i.creativecommons.org/l/by/4.0/88x31.png" /></a><br />This work is licensed under a <a rel="license" href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/">Creative Commons Attribution 4.0 International License</a>.









