KAJIAN RAGAM HIAS MAKAM TUA KARAENG PALENGKEI (RAJA KE-18 BINAMU) DI KELURAHAN BONTORAMBA, KECAMATAN BONTORAMBA, KABUPATEN JENEPONTO

DOI: https://doi.org/10.26618/rvvy6z50

Authors

  • Jupri Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia
  • Muhammad Rapi Universitas Negeri Makassar, Indonesia
  • Muh Faisal Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia

Estetika Arkeologi, Makam Raja, Ragam Hias

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk dan makna ragam hias pada makam tua Karaeng Palengkei (Raja ke-18 Binamu) di Kelurahan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui tahapan reduksi, klasifikasi, dan interpretasi data berdasarkan perspektif estetika arkeologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur makam berbentuk segi empat berundak empat yang merepresentasikan status sosial dan legitimasi kekuasaan raja. Ragam hias yang ditemukan meliputi motif fauna (macan, ayam, kuda), flora (bunga parenreng), serta geometris yang disusun secara repetitif dan variatif. Motif-motif tersebut memiliki representasi mimetik dan simbolik yang mencerminkan keberanian, kepemimpinan, kekuatan, serta relasi sosial raja dengan masyarakatnya. Ornamen tidak hanya berfungsi dekoratif, tetapi juga menjadi media naratif yang merepresentasikan nilai historis dan kearifan lokal masyarakat Binamu. Dengan demikian, makam ini memiliki signifikansi estetis, simbolik, dan kultural sebagai warisan budaya Sulawesi Selatan.

References

Ashari, Meisar. 2013.Tesis S.2 Estetika Ornamen Makam Di Kompleks Makam Raja-Raja Bugis. Isi yogyakarta. (Tidak Di Publikasikan)

, 2016. Kritik Seni Sarana Apresiasi Dalam Wahana Kontemplasi Seni.

Program Studi Pendidikan Seni Rupa.

Dejelantik, A.A.M. 1990. Pengantar dasar ilmu estetika. Penerbit STSI Denpasar. Faisal, Muhammad.2015. Antropologi Seni. Makassar. PenerbitProgram Studi

Pendidikan Seni Rupa.

Junaidi, 2017.Skripsi, RagamHiasMakamKuno Raja-Raja Bima Di Rasa Na`EKecamatan Rasa Na’e Nusa Tenggara Barat,Unismuh Makassar (Tidak Di Publikasikan).

Sugiyono, 2008. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Sunaryo, A. 2002. Nirmana I Hand Out. Jurusan Seni Rupa, FBS.

Sumarjo, Jakob. 2000. Filsafat Seni Bandung, Bandung, Penerbit Institut TeknologiBandung.

Syamsuri, Sukri. A, dkk 2016. Pedoman Penulisan Skripsi. Makassar, FKIP Universitas Muhammadyah Makaassar

Syahrir, Nurlina. 2014. Pakarena Sere Jaga Nigadang, Yogyakarta, penerbit Bagaskara

Tim Penyusun Kamus Indonesia (Depdikbud), 1989/1990, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka

Rohidi, Rohendi, Tjetjep, 2011, Metodologi Penelitian Seni, Penerbit Cipta Prima Nusantara Semarang

Published

2024-10-28

How to Cite

KAJIAN RAGAM HIAS MAKAM TUA KARAENG PALENGKEI (RAJA KE-18 BINAMU) DI KELURAHAN BONTORAMBA, KECAMATAN BONTORAMBA, KABUPATEN JENEPONTO. (2024). Harmoni: Jurnal Pendidikan Dan Penelitian Seni Budaya, 14(2), 129-139. https://doi.org/10.26618/rvvy6z50

How to Cite

KAJIAN RAGAM HIAS MAKAM TUA KARAENG PALENGKEI (RAJA KE-18 BINAMU) DI KELURAHAN BONTORAMBA, KECAMATAN BONTORAMBA, KABUPATEN JENEPONTO. (2024). Harmoni: Jurnal Pendidikan Dan Penelitian Seni Budaya, 14(2), 129-139. https://doi.org/10.26618/rvvy6z50