MINIATUR PATUNG TAU-TAU DI KOMPLEKS WISATA LEMO KECAMATAN MAKALE  KABUPATEN TANA TORAJA

DOI: https://doi.org/10.26618/t5w96z34

Authors

  • Khendra Lahida Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia
  • Abd. Kahar Wahid Universitas Negeri Makassar, Indonesia
  • Ali Ahmad Muhdy Universitas Negeri Makassar, Indonesia

Kerajinan tradisional, Miniatur patung , Tau-tau, Proses pembuatan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembuatan miniatur patung Tau-tau di Kompleks Wisata Lemo, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan utama yang digunakan adalah kayu uru karena kuat, tahan rayap, dan memiliki kualitas yang baik. Peralatan yang digunakan masih sederhana, seperti pahat, gergaji, parang, pisau ukir, dan palu kayu. Proses pembuatan diawali dengan pembentukan dasar patung secara global tanpa menggunakan sketsa, karena perajin mengandalkan pengalaman dan imajinasi yang telah terlatih. Faktor pendukung usaha ini adalah peningkatan pendapatan keluarga ketika produk terjual, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan pemasaran dan rendahnya permintaan karena produk bukan kebutuhan rutin. Kualitas miniatur patung Tau-tau memiliki nilai estetis dan nilai guna sebagai benda hias.

References

Darmawan, Budiman. 1984. Pendidikan Seni Rupa, Bandung : Ganeca Exact Bandung.

Depdikbud.1999.Kamus BesarBahasa Indonesia Edisi ketiga.Jakarta balai pustaka

Menuk, S.Pd, 2003. Kerajinan tangan dan kesenian solo.

Moleong 2006 Metodologi Penilitian Kualitatif edisi revisi Bandung PT. Remaja Rosdakarya

Poerwadarminta, W.J.S. 1982. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Cetakan kedua. Jakarta: Balai Pustaka

Poerwadarminta W.J.S 2008Kamus Besar Bahasa Indonesia, cetakan kedua Jakarta; PN Balai Pustaka.

Prastowo Andi. 2011. Memahami Metode-Metode Penelitian: Suatu Tinjauan Teoritasdan Praktis. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Pustaka Depertemen Pendidikan Kebudayaan. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia Cetakan ke 2. Jakarta : Balai Pustaka

Rasjoyo. 1994. Pendidikan Seni Rupa untuk SMU kelas 1.jakarta Erlangga..

Salam,Sofyan.2000.program muatan lokal sebagai upaya revitalisasi seni rupa tradisional di sajikan dalam seminar Revitalisasi seni rupa tradisional 22-28 februari 2000. Universita Negeri Makassar

Salam,Sofyan.2001.Pendidikan seni rupa di sekolah dasar.makassar.

Setyosari, Punaji, 2010. Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta

Soedarso SP, 1990. Tinjauan Seni (Sebuah Pengantar Untuk Apresiasi Seni).Saku Dayar Sana Yogyakarta.

Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan. Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif (Bandung : Alfabeta, 2008). Cet.IV : 15.

Suwaji,Bastomi,(dkk), 1985. Berapresiasi Seni. Semarang.

Syamsuri, Sukri. A. 2012. Pedoman Penulisan Skripsi.: FKIP Unismuh Makassar

Tim Penyusun Kamus Indonesia (Depdikbud), 1989/1990, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka.

Wahid, Abdul Kahar dan Pangeran Paita Yunus 2014. Apresiasi Seni. Makassar. Penerbit Prince Publishing.

Zain-Badudu, 1994, Kamus Umum Bahasa Indonesia,cetakan kedua. Jakarta: Balai Pustaka.

Published

2022-10-28

How to Cite

MINIATUR PATUNG TAU-TAU DI KOMPLEKS WISATA LEMO KECAMATAN MAKALE  KABUPATEN TANA TORAJA. (2022). Harmoni: Jurnal Pendidikan Dan Penelitian Seni Budaya, 12(2), 104-119. https://doi.org/10.26618/t5w96z34

How to Cite

MINIATUR PATUNG TAU-TAU DI KOMPLEKS WISATA LEMO KECAMATAN MAKALE  KABUPATEN TANA TORAJA. (2022). Harmoni: Jurnal Pendidikan Dan Penelitian Seni Budaya, 12(2), 104-119. https://doi.org/10.26618/t5w96z34