KAJIAN BENTUK MASJID AT TARIQ PEKKA PAO DI KECAMATAN TANETE RILAU KABUPATEN BARRU

DOI: https://doi.org/10.26618/vkd3dy57

Authors

  • Nurzakiah Sudirja Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia
  • Muh. Faisal Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia
  • Meisar Ashari Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia

Arsitektur, Masjid, Tipologi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk arsitektur dan ciri khas Masjid AT-Thariq Pekka Pao. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan fokus pada kajian tipologi bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masjid ini mengusung perpaduan gaya arsitektur Jepang dan Arab Saudi, sehingga menampilkan karakter yang unik dibandingkan masjid pada umumnya. Secara eksterior dan interior, bangunan tergolong minimalis modern dengan dominasi garis-garis geometris tegas, terutama garis vertikal dan horizontal yang berulang. Ciri khas yang paling menonjol adalah nuansa alam yang dihadirkan melalui tanaman merambat, kolam ikan, dan elemen vegetasi di sekitar area masjid

References

Aditya. 2013. 55 Ide dan Konsep Desain Arsitektural Unik Plus Material dan Pembuatannya. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Barliana, M Syaom. 2008. Perkembangan Arsitektur Masjid: Suatu Transformasi Bentuk dan Ruang. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Barton, Greg. 1996.Nahdatul Ulama, Traditional Islam and Modernity in Indonesia. Clayton: Monash Asia Institute.

Budi, Bambang S. 2000. Arsitektur Masjid. Jaringan Komunitas Arsitektur Indonesia. Arsitektur.com.

Ching, Francis D.K. 2012. Kamus Visual Arsitektur Edisi Kedua. Bandung: PT Gelora Aksara Pratama.

Djam’am Satori dan Aan Komarih. 2009. Metologi penelitian. Jakarta: Penerbit Alfabeta.

Fanani, Achmad. 2008. Arsitektur Masjid. Yogyakarta: Penerbit Bentang.

Hatmoko, Adi Utomo. 2000. Teknonika dan Ekspresi Masjid Tradisional dan Kontemporer di Jawa: The Third International Symposium of Islamic Expression on Indonesian architecture. Yogyakarta: UII.

Hendrarto, Tecky. 2014. Dasar-dasar Menggambar Arsitektur Edisi 01. Jakarta: Penerbit Griya Kreasi.

Hoesin, Omar Amin. 1975. Kultur Islam. Jakarta: Penerbit Bulan Bintang.

Irfan, Muhammad. 2009. Ciri-ciri Bangunan Masjid Tradisional. Klaten: Muhluster.

Laksito, Boedhi. 2014. Metode Perencanaan dan Perancangan Arsitektur. Jakarta: Penerbit Griya Kreasi.

Makalew. 1977. Tinjauan Seni Bangunan. Makassar: Lembaga Penerbitan Universitas Hasanuddin.

Marsudiyanto. 2009. Perkembangan Masjid. Kudus:Methamorspose

Moeliono, Anton M. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Bhakti

Pratikno, Priyo. 2000. Keterbatasan Peran Bahan Bangunan Lokal pada Penampilan Arsitektur Masjid: Proceeding of The Third International Symposium of Islamic Expression on Indonesia architecture. Yogyakarta: UII.

Projotomo, Josef. 2001. Arsitektur Masjid Tanpa Arsitek. Simposium Nasional ekspresi Islami dalam arsitektur Nusantara-4 (SNEIDAN)-4. Semarang:UNDIP

Ratna Hapsari. M Adil.2014. Sejarah Indonesia untuk SMK/MA Kelas x.Jakarta: Penerbit Erlangga.

Rochym, Abdul. 1994. Sejarah Arsiterktur Masjid. Bandung: Angkasa.

Rochym, Abdul. 1991. Masjid dalam Karya Arsitektur Nasional Indonesia. Bandung: Penerbit Angkasa.

Setyosari. 2010. 1994. Media Pengajaran. Malang: Elang Emas.

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan R&D. Penerbit Alfabeta.

Sumintardja, Djauhari. 1978. Konpendium Sejarah Arsitektur Jilid I. Bandung: Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan.

Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1990. Departemen Pendidikan Nasional.

http://id.wikipedia.org

http://media.infospesial.net

http://petatematikindo.files.wordpress.com/2013/03/administrasi-taneten-rilau1.jpg

http://simbibimasislam.com

Published

2019-10-28

How to Cite

KAJIAN BENTUK MASJID AT TARIQ PEKKA PAO DI KECAMATAN TANETE RILAU KABUPATEN BARRU. (2019). Harmoni: Jurnal Pendidikan Dan Penelitian Seni Budaya, 9(2), 98-104. https://doi.org/10.26618/vkd3dy57

How to Cite

KAJIAN BENTUK MASJID AT TARIQ PEKKA PAO DI KECAMATAN TANETE RILAU KABUPATEN BARRU. (2019). Harmoni: Jurnal Pendidikan Dan Penelitian Seni Budaya, 9(2), 98-104. https://doi.org/10.26618/vkd3dy57