KAJIAN BENTUK, MAKNA,DAN FUNGSI ORNAMEN PURA GIRI NATHA KOTA MAKASSAR
DOI: https://doi.org/10.26618/qgdsmy22
Makna Simbolik, Ornamen Pura, Ragam Hias
Abstract
Alhamdulillah dalam penelitian skripsi ini hampir tidak ada masalah atau kendala dalam proses melakukan penelitian. Jenis penelitian ini adalah kajian bentuk, makna, dan fungsi ornament pura giri natha Kota Makassar, yang terdiri dari beberapa siklus pengkajian. Dimana setiap tahap pengambilan informasi kajian dilaksanakan sesering mungkin sesuai kebutuhan data informasi yang dibutuhkan. Prosedur penelitian melalui tahap wawancara, pengambilan data ragam hias, pengambilan data pada patung, kemudian makna simbolik dan yang terakhir hasil penelitian. Subjek penelitian ialah ragam hias, ornamen patung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada begitu banyak ragam hias dan ornamen yang digunakan pada pura giri natha ini. Yang dimana masing-masing mempunyai makna simbolik mulai dari bentuk hingga penempatan ornamen tersebut. Berdasarkan hasil penelitian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam masing-masing Pura sangat erat kaitannya dengan ragam hias dan ornamen, guna menjadikan objek penyembahan dalam beribadah.
References
Acwin Dwijendra, Ngakan Ketut.,2009, Arsitektur dan kebudayaan Bali kuno : berdasarkan kajian desa-desa tradisional di Bali, Udayana University Press, Denpasar.
Agastya, Ida Bagus, 1994, Upadesa, ajaran tentang agama Hindu, Parisada Hindu Hindu pusat, Jakarta.
Ananda Kusuma, Sri Shri, 1999, Cudamani Agama Hindu Dharma, CV, Kayu Mas, Denpasar.
Anto Dayan 1986: 21), Obyek Penelitian.
Gusti Ngurah Rai (1989). Fungsi Pura. Semarang.
Budiharjo, R. 2013. Konsep Arsitektur Bali Aplikasinya pada Bangunan Pura: NALARs 12(1): 17-42.
Hugus, David. (2008), Lions and Tiger: Badges For Military Officers,
http://www.pacificasiamuseum.org/rankandstyle/html/pdf/RankandStyle_S ection_3.pdf (diakses pada tanggal 27 Maret 2016).
IPS Wijaya & IWG Budayana, 2019. “Kajian Dan Makna Bentuk Ornamen Pada Pura Baban, Desa Singapadu Bali,” volume 2.
Kamus Bahasa Indonesia, (1989: 862). Subyek Penelitian
Kayumas Agung, (1983-159). “Sejarah Pembangunan Pura-pura di Bali”
Denpasar.
Subalaratano, (2008). Pengertian Pura. Gramedia PT. Jakarta.
Ketut Soebandi (1983). Sejarah Pura. Semarang.
Maharlika, F. 2010. Tinjauan Bangunan Pura di Indonesia. Jurnal Jurnal Waca Cipta Ruang Vol.II No.II Tahun 2010/2011. UNIKOM.
Maulana Reddy, & Abraham Mohammad. 2016 . Prosesi Ruang Pura Penataran Agung Lempuyang Luhur Karangasem Bali . Volume 9 Nomor 2.
Purwono (2009) Buku Materi Pokok : Dasar Dokumentasi. Jakarta : Universitas Terbuka. Modul 1
Supranto, ( 2000: 21) Obyek Penelitian. Yogyakarta.
Sunaryo, Aryo. 2007. Ornamen Nusantara , Semarang : Jurusan Seni Rupa UNNES.
Tjetjep Rohendi Rohidi, 2011, Metodologi Penelitian. CV, Cipta Prima Nusantara Semarang.
Tim penyusn FKIP Unismuh Makassar, 2017, Pedoman Penulisan Skripsi.
https://en.wikipedia.org/wiki /Pura Girinat
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2019 2019

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
<a rel="license" href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/"><img alt="Creative Commons License" style="border-width:0" src="https://i.creativecommons.org/l/by/4.0/88x31.png" /></a><br />This work is licensed under a <a rel="license" href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/">Creative Commons Attribution 4.0 International License</a>.









