MINIATUR PATUNG TAU-TAU DI KOMPLEKS WISATA LEMO KECAMATAN MAKALE KABUPATEN TANA TORAJA

DOI: https://doi.org/10.26618/wvp60p27

Authors

  • Khendra ahida Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia
  • Kahar Wahid Ali Universitas Negeri Makassar, Indonesia
  • Ahmad Muhdy Universitas Negeri Makassar, Indonesia

Miniatur, Patung, Tau-Tau

Abstract

Penelitian berjudul Miniatur Patung Tau-tau di Kompleks Wisata Lemo Kecamatan Makale Kabupaten Tana Toraja bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembuatan miniatur patung Tau-tau. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan yang digunakan adalah kayu uru karena kuat, berwarna terang, tahan rayap, tidak mudah rapuh, dan awet. Alat yang digunakan masih sederhana, meliputi pahat, gergaji, parang, pisau ukir, dan palu kayu. Proses pembuatan diawali dengan pembentukan dasar patung secara global tanpa menggunakan sketsa, karena perajin mengandalkan imajinasi dan pengalaman. Faktor pendukung pembuatan miniatur patung Tau-tau adalah peningkatan taraf hidup perajin, sedangkan faktor penghambatnya terletak pada pemasaran yang belum stabil. Miniatur patung Tau-tau memiliki nilai estetis serta nilai kegunaan praktis sebagai benda hias.

References

Darmawan, Budiman. 1984. Pendidikan Seni Rupa, Bandung : Ganeca Exact Bandung.

Depdikbud.1999.Kamus BesarBahasa Indonesia Edisi ketiga.Jakarta balai pustaka

Menuk, S.Pd, 2003. Kerajinan tangan dan kesenian solo.

Moleong 2006 Metodologi Penilitian Kualitatif edisi revisi Bandung PT. Remaja Rosdakarya

Poerwadarminta, W.J.S. 1982. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Cetakan kedua. Jakarta: Balai Pustaka

Poerwadarminta W.J.S 2008Kamus Besar Bahasa Indonesia, cetakan kedua Jakarta; PN Balai Pustaka.

Prastowo Andi. 2011. Memahami Metode-Metode Penelitian: Suatu Tinjauan Teoritasdan Praktis. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Pustaka Depertemen Pendidikan Kebudayaan. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia Cetakan ke 2. Jakarta : Balai Pustaka

Rasjoyo. 1994. Pendidikan Seni Rupa untuk SMU kelas 1.jakarta Erlangga..

Salam,Sofyan.2000.program muatan lokal sebagai upaya revitalisasi seni rupa tradisional di sajikan dalam seminar Revitalisasi seni rupa tradisional 22-28 februari 2000. Universita Negeri Makassar

Salam,Sofyan.2001.Pendidikan seni rupa di sekolah dasar.makassar.

Setyosari, Punaji, 2010. Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta

Soedarso SP, 1990. Tinjauan Seni (Sebuah Pengantar Untuk Apresiasi Seni).Saku Dayar Sana Yogyakarta.

Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan. Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif (Bandung : Alfabeta, 2008). Cet.IV : 15.

Suwaji,Bastomi,(dkk), 1985. Berapresiasi Seni. Semarang.

Syamsuri, Sukri. A. 2012. Pedoman Penulisan Skripsi.: FKIP Unismuh Makassar

Tim Penyusun Kamus Indonesia (Depdikbud), 1989/1990, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka.

Wahid, Abdul Kahar dan Pangeran Paita Yunus 2014. Apresiasi Seni. Makassar. Penerbit Prince Publishing.

Zain-Badudu, 1994, Kamus Umum Bahasa Indonesia,cetakan kedua. Jakarta: Balai Pustaka.

Published

2014-10-28

How to Cite

MINIATUR PATUNG TAU-TAU DI KOMPLEKS WISATA LEMO KECAMATAN MAKALE KABUPATEN TANA TORAJA. (2014). Harmoni: Jurnal Pendidikan Dan Penelitian Seni Budaya, 4(2), 98-106. https://doi.org/10.26618/wvp60p27

Issue

Section

Articles

How to Cite

MINIATUR PATUNG TAU-TAU DI KOMPLEKS WISATA LEMO KECAMATAN MAKALE KABUPATEN TANA TORAJA. (2014). Harmoni: Jurnal Pendidikan Dan Penelitian Seni Budaya, 4(2), 98-106. https://doi.org/10.26618/wvp60p27